Feminim?

Kemarin sore (Jumat, 13 Maret’09), abis kumpul Telkom dan berencana untuk mengikuti PD STEI, saya melangkah ke perpus pusat (ndak tau kenapa saya mau ke sana)….

Di depan perpus, saya ketemu seorang cewe prodi TL (pasti bukan Teknik Lawak atau Teknik Lektro)…. sebutlah AH. Dengan mengangkat dagunya, dia berkata dengan bangga, “Kak Joice, saya pake rok loh…”

Saya bingung dengan pernyataannya….

Pertama, emang ada apa dengan pemakaian rok?

Kedua, dia wajar kekna make rok, secara dia berasal dari prodi yang banyak cewe nya dan terkenal modis.

Kemudian, dia melanjutkan kalimatnya, “Bukan cuma kak Joice yang bisa pake rok, yang bisa feminim. Saya juga bisa”

Oalah…. emang aku itu udah jadi trade mark nya cewe ber-rok?

Padahal, untuk semester ini saya blom pernah ke kampus pake rok. Kalo ke gereja iya, tapi sekarang lebih sering vintage atau sejenisnya (makanya, yang mau liat gw pake rok atau pakaian cewe… liat di Gereja :P)…

Kemudian, saya mem-flash back memori saya ke semester kemarin….

Ia, semester kemarin saya cukup sering pake rok ke kampus, dan setiap saya memakai rok saya bertemu dengan gadis ini. Mungkin, karena hal ini dia menganggap saya feminim?

oh… no darling….

Saya memakai rok karena praktikum…

well, praktikum JarTel. Soalnya di praktikum ini, kami dilarang menggunakan bawahan berbahan jeans, so harus menggunakan bawahan kain. The problem is, celana panjang gw semua jeans. Akhirnya, saya memutuskan “memberikan pekerjaan” kepada rok2 saya yang sudah cukup lama menganggur (akibat profesi mereka diganti oleh vintage, or baby doll, or summer dress, dan sejenisnya)….

You know, mobilitas di kampus cukup tinggi sehingga memakai rok agak merepotkan….

Praktikum ini empat kali. Jadi saya empat kali memakai rok ke kampus….

Eh, kayaknya lima ata lebih ya? soalnya pas UAS RPL, saya memakai rok juga ^^, the nicest one…

Welll, sekarang karena praktikum di telmat (sekarang praktikum RekTraf, semester kemarin JarTel) tidak diwajibkan menggunakan bawahan berbahan kain (Thanks KoorDas RekTraf!), rok2 saya akan menganggur…. mungkin selama semester ini….

But, Thanks KoorDas JarTel yang melarang kami menggunakan bawahan berbahan jeans, yang walaupun sedikit merepotkan tetapi menciptakan image feminim…. *halah2*

About joice

I am girl, sweet, attractive, charming
This entry was posted in My Stuff. Bookmark the permalink.

8 Responses to Feminim?

  1. Ferdinando Lase says:

    Akhirnya…
    ada juga orang yang bilang Jo itu feminim…😀

    Padahal….

  2. Angga Pramudita says:

    hmm…
    siapa cewe TL itu?

    ^^

  3. dwihutapea says:

    kyaaa…
    gw kapan ya pake rok ke kampus??

  4. agipras says:

    kyaaa…
    aku jadi pengen pake rok juga… :p

    btw emang sih, kesan feminim biasanya langsung muncul begitu liat ada anak pake rok.

  5. theo says:

    si oknum AH dari TL

    cem kenal…

  6. atid says:

    hmm…

    tp emang bener kk feminim kn. feminim bkn hny diliat dr kadar pemakaian rok loh..
    bs jg diliat dr gaya berpakain. baca aj tuh gaya berpakaian kk : “vintage, or baby doll, or summer dress, dan sejenisnya”.

    btw, pasti oknum AH itu orgny keren abis, hihihiii..

  7. irene says:

    hahaha,, ada orangnya ngasih komen, wkwkw,,
    sebut saja Ah, ga sekalian ‘mawar’ aja joice?

    btw, mslh make rok? hmm,, di TL walopun most of populationnya cewek, tp ga banyak2 amat kok yg make rok🙂 lebih sering joice lh, wktu sem kmrn ;0

  8. rNest says:

    masa sih semester ni loe ngga pernah pake rok jo?
    *kayaknya memori gw campur sari antara semester ni ma kemaren.. gyahahaa

    tapi entah kenapa gw ngerasa akhir2 ni cewe2 itb semakin feminin…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s