Children’s Pure Hearts

3/1/98

Dear God,

Sometimes when I’m craving Your spirit, nothing happens. I stand there with my hands stretched towards Heaven, crying out your name, and nothing. Is it because I have not been keeping quiet times? Is there sin in my life that is keeping me from my salvation? What can I do? Why have I been able to keep faith like a child until now? Why do I have to question your existence? I don’t understand. I want to feel You in my heart, mind, soul, and life. I want heads to turn in the halls when I walk by. I want them to stare at me, watching and wanting the light with Your spirit. I want so much from You. I wan You to use me to reach unreached. I have such a desire and passion to serve, but I want to do that now I want to know and serve You know. I want heads to turn now. I want faith like a child now. I am crying out to You, Father asking for Your spirit now. I thank You and love You for all blessing in my life.

Your child,

Rachel  Joy

Ini adalah salah satu bagian dari diary  Rachel Joy Scott. Kutipan ini diambil dari buku yang berjudul Rachel’s tears yang dikarang oleh kedua orang tuanya, Beth Nimmo dan Darrell Scott. Buku ini mengulas tentang gadis hebat ini dan iman serta hubungannya dengan Bapa yang begitu mengasihinya. Gadis yang lahir pada tanggal 5 Agustus 1981 adalah salah satu dari tiga belas korban penembakan di Columbie High School karena mempertahankan imannya kepada Yesus.

Diary atau small journal ini diberikan oleh ibu Rachel, Beth pada tahun 1997. Buku ini pun diisi oleh Rachel dengan doa-doanya kepada Bapa. Ketika membaca penggalan di atas ibunya berkata, sometimes I camouflaged my emotion with religious words instead of being totally transparent with God about things. But Rachel was not afraid to put on paper the things that I would have been afraid to vocalize.

Perbedaan anak-anak dibanding orang dewasa adalah kepolosan. Anak-anak memiliki kepolosan yang membuat mereka berbicara apa adanya, tidak bertele-tele, dan terutama jujur. Suatu hal yang jarang ditemui pada orang dewasa. Seringkali, orang dewasa “menyembunyikan perasaan” bahkan kepada Bapanya sendiri dan cenderung menggunakan kata-kata yang terlihat “indah” namun tak bermakna seperti yang dikatakan oleh Beth.

Bapa ingin agar kita seperti anak-anak di hadapan-Nya (Matius 12:3). Dia rindu mendengar keluhan kita, isi hati kita dengan jujur dan apa adanya. Marilah kita meneladani kepolosan anak-anak karena Bapa lebih memilih kata-kata sederhana tapi jujur daripada kata-kata indah namun tak bermakna.

About joice

I am girl, sweet, attractive, charming
This entry was posted in My Stuff. Bookmark the permalink.

One Response to Children’s Pure Hearts

  1. hmm,
    postingnya sudah 1 bulan tapi komentarnya masih pertamax

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s