Kelebihan si hitam manis “Dark Chocolate”

Sebagai makanan, cokelat hitam – baik yang dikemas dalam bentuk snack maupun bar – dibuat langsung dari bubuk biji cokelat yang diolah dengan tambahan gula, susu, serta flavouring (bumbu penyedap dan pewangi). Bubuk biji tanaman cokelat sendiri mengandung bahan aktif seperti flavonoid, epicatechin, yang termasuk antioksidan kuat.Sedangkan cokelat putih terbuat dari bahan dasar lemak cokelat, ditambah gula, susu, lesitin dari susu kedelai, serta flavouring. Oleh sebab itu, menurut dr.Luciana B.Sutanto,MS dari RS Mitra Internasional Jakarta, cokelat putih tidak mengandung zat aktif dan tidak memiliki khasiat seperti cokelat hitam.

Kelebihan-kelebihan lain yang dimiliki oleh si hitam manis adalah sebagai berikut

Mengurangi tingkat hormon stress

Dengan mengonsumsi sekitar 40 gram colekat hitam per hari selama dua pekan mampu mengurangi tingkat hormon stres, terutama pada penderita stres berat. Inilah cara mudah menjaga kesehatan jiwa. Temuan ini dipublikasikan situs Journal of Proteome Research (ACS Publication), seperti dikutip Health, Jumat (13/11/2009). Cokelat hitam secara menyeluruh juga memperbaiki ketidakseimbangan zat biokimia lain terkait hormon stres.

Sunil Kochhar dan para peneliti lainnya menemukan perkembangan bukti ilmiah bahwa antioksidan, dan kandungan cokelat hitam bisa mengurangi faktor risiko terhadap penyakit jantung. Kajian juga menegaskan bahwa cokelat bisa menekan emosi saat stres. Dalam kajian ini, para peneliti mengidentifikasi pengurangan hormon stres dan perubahan biokimia terkait dengan hormon tersebut pada para relawan setelah mereka mengonsumsi cokelat selama dua pekan.

Dapat menstabilkan tekanan darah

Sebuah penelitian terbaru dari Univeristas L’Aquila di Italia menyatakan: cokelat hitam, bukan cokelat yang telah dicampur susu, dapat menstabilkan tekanan darah. Tak hanya itu, cokelat juga bisa menjaga kesehatan jantung dan meningkatkan metabolisme tubuh.

Uji coba telah dilakukan terhadap 15 orang dengan tekanan darah rendah. Setelah makan 100 gram cokelat setiap hari selama dua pekan, mereka merasa lebih sehat. Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal klinik nutrisi Amerika.

Menurut Dr Claudio Feri, salah seorang peneliti, cokelat mengandung flavonoids yang dapat membantu kesehatan jantung, menjaga tekanan darah, serta mencegah serangan jantung dan stroke. Antioksidan ini juga mampu meningkatkan metabolisme tubuh.

Hanya, orang mesti hati-hati menerjemahkan hasil penelitian ini. Selain mengandung antioksidan, cokelat juga menyimpan lemak dan kalori. Bagi orang yang ingin menambah cokelat pada dietnya, sangat dianjurkan untuk mengurangi jumlah kalori dari makanan lain. “Ini penting untuk menghindari bertambahnya berat badan,” kata Feri.

Mencegah penggumpalan

Berdasarkan sebuah riset, 1,5 ons batang cokelat hitam kira-kira memiliki 800 mg antioksidan, hampir sama jumlahnya (atau boleh jadi lebih banyak) dengan antioksidan yang terdapat di secangkir teh hitam atau red wine. Selain jumlahnya, mutu flavonoid biji cokelat pun diakui kehebatannya. Di sebuah simposium gawean American Academy for the Advancement of Science beberapa waktu lalu, sang flavonoid mendapat pengakuan sebagai antioksidan mumpuni.

Para peneliti yakin, senyawa itu dapat menetralkan efek buruk radikal bebas yang berniat menghancurkan sel-sel dan jaringan-jaringan tubuh. Mereka dipercaya sanggup menekan oksidasi low-density lipoproteins (LDL alias kolesterol jahat), sehingga mencegah penyumbatan pada dinding pembuluh darah arteri. Jadi, “Epicatechin dapat mencegah penyempitan pembuluh darah dan penggumpalan darah,” dr. Luciana menguatkan.

Salah satu pabrik cokelat terbesar di Amerika Serikat, Mars Inc., pernah mensponsori sebuah penelitian di University of California. Konon, mereka menemukan flavonoid pada cokelat hitam dapat meningkatkan jumlah nitric oxide di dalam tubuh. Peningkatan itu memberi sumbangan sangat berarti buat jantung, karena nitric oxide diketahui dapat melenturkan lapisan dalam pembuluh darah.

Penelitian di atas mungkin dianggap kurang menyakinkan, karena diusung pabrik cokelat. Penelitian paling hot yang diumumkan September 2004 lalu, mestinya lebih dapat dipercaya, karena dilakukan sekelompok ilmuwan independen asal Yunani. Mereka mengklaim, untuk pertama kalinya berhasil “menggambarkan” kinerja flavonoid cokelat hitam dalam memperbaiki fungsi pembuluh darah dan membuat pembuluh itu lebih melebar, sehingga terhindar dari sumbatan mematikan.

Dr. C. Vlachopoulos, yang mewakili rombongan peneliti dari Athena itu, menegaskan di forum tahunan European Society of Cardiology bahwa mengonsumsi cokelat hitam ternyata dapat memperbaiki fungsi endotel (lapisan tipis yang menutupi bagian dalam pembuluh darah), sehingga otomatis melindungi pembuluh darah dari efek merusak yang ditimbulkan radikal bebas.

Akan tetapi, konsumsi cokelat hitam ini menimbulkan kontroversi.

“Sampai saat ini belum ada rekomendasi cokelat hitam untuk terapi penyakit tertentu. Konsumsi dalam jumlah tertentu setiap hari memang baik dan dianjurkan untuk mendapatkan manfaat antioksidan dan zat gizi lain yang dikandungnya, tapi harus diingat, konsumsi berlebihan dapat meningkatkan berat badan,” imbuh Luci.

Beragam kontroversi memang masih mewarnai manfaat nyata cokelat hitam. Di satu sisi, tak ada yang menyangkal khasiatnya, terlebih setelah khasiat itu didukung beragam penelitian dan bukti-bukti ilmiah. Namun di sisi lain, masih banyak “sisi hitam” cokelat hitam yang belum terpecahkan. John Erdman, ahli gizi dari Universitas Illonois, AS mengakui, memang masih banyak orang menanggapi dengan skeptis berbagai penelitian tentang cokelat.

Itu sebabnya, tambah John Erdman, kemungkinan dokter menganjurkan pasiennya untuk mengonsumsi lebih banyak cokelat hitam, setidaknya untuk saat ini, masih sangat kecil. “Kalau ditilik lebih dalam, cokelat hitam masih mengandung terlalu banyak lemak dan gula untuk dapat direkomendasikan masuk resep dokter,” ujar Erdman. “Kita memang harus sangat berhati-hati. Kalau tidak, bisa datang penyesalan di kemudian hari,” sambung dr. Franz Messerli dari Och-sner Clinic Foundation, New Orleans.

Luciana sendiri menyebut sejumlah kontroversi yang masih dapat diperdebatkan. Misalnya tentang anggapan mengonsumsi cokelat hitam dapat mengurangi berat badan. Banyak orang percaya, makan sebatang cokelat hitam sebelum makan dapat membantu program diet yang tengah mereka jalani. Asumsi mereka, dengan makan cokelat, selera makan bakal berkurang. Jika selera makan berkurang, bobot badan pun ikut merosot.

Padahal, menurut Luciana, “Cokelat hitam dibuat tidak mungkin hanya mengandalkan bubuk biji cokelat hitam semata. Ia harus ditambahi gula, susu, dan bahanbahan lainnya, agar rasa cokelat menjadi lebih enak. Kandungan seperti itu dapat meningkatkan kalori, terlebih bila dikonsumsi dalam jumlah banyak.” Pada akhirnya, asupan yang meningkatkan kalori itu justru menaikkan berat badan.

Selain itu, kandungan lemak tinggi pada cokelat hitam juga dapat meningkatkan kadar lemak darah trigliserida. Alhasil, kadar kolesterol ikut meningkat. “Meskipun cokelat pada dasarnya tidak mengandung kolesterol, tapi bahan tambahan untuk membuat cokelat hitam bisa jadi mengandung kolesterol. Apalagi tubuh juga membentuk kolesterol sendiri. Bila asupan kalori dan lemak tinggi tubuh meningkatkan sintesis kolesterol, kadar kolesterol dalam darah bisa meningkat,” bilang Luci.

Begitu pun soal khasiat cokelat hitam dalam menurunkan tekanan darah, yang didukung hasil riset para peneliti Jerman setahun lalu. Pasalnya, makan cokelat hitam, menurut Luciana, justru sebaliknya berpotensi menaikkan tekanan darah. Apalagi jika diasup secara berlebihan. Hal itu disebabkan kandungan kafein yang ada di dalam cokelat hitam.

Toh, di balik beragam kontroversi itu, Luciana tetap menganggap cokelat hitam sebagai penganan yang lebih banyak membawa manfaat ketimbang mudarat. Untuk mendapatkan manfaatnya terhadap kesehatan jantung dan pembuluh darah, misalnya, ia menyarankan mengonsumsi si manis itu saban hari. Cokelat hitam juga menjadi asupan alternatif guna melengkapi kebutuhan tubuh akan antioksidan dan zat gizi. Berapa banyak konsumsi yang disarankan? “Maksimal 50 g sehari,” tegas dr. Luci. Boleh mengunyah lebih dari itu, tapi “risiko ditanggung penumpang”.

 

Disadur dari berbagai sumber


About joice

I am girl, sweet, attractive, charming
This entry was posted in Healthy Life. Bookmark the permalink.

3 Responses to Kelebihan si hitam manis “Dark Chocolate”

  1. petra says:

    suka cokelat ^_^

  2. Jamiatul Armisa says:

    lo nya udah ngomong tentang coklat aku gak bisa nahan. Si Itam manis sangat menggoda🙂

  3. ternyata coklat bisa bermanfaat bagi kesehatan ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s