Perayaan Natal

1. Belgia

Di Belgia, biasanya ada parade pada hari Natal. Anda bisa mengadakan parade sendiri, walaupun hanya di rumah atau di ruang SM. Biarkan anak-anak Anda “berdandan” dengan kertas kado, pita, dan hiasan lain yang mereka ambil dari hadiah mereka. Di Belgia, biasanya parade berakhir di gereja, di mana jemaat mengadakan kebaktian penyembahan khusus. Anda bisa mengakhiri parade Anda juga dengan saat doa dan syukur pada Tuhan karena Ia bukan saja memberi Anda Putra-Nya, tapi juga anak-anak Anda.

2. Irlandia

Di banyak rumah di Irlandia, lilin dipasang di tiap jendela rumah pada Malam Natal. Ini dimaksudkan sebagai tanda bahwa Yesus diterima di rumah itu. Lilin itu dibiarkan menyala sepanjang malam, dan menurut tradisi, hanya boleh ditiup oleh wanita yang namanya Maria. Mungkin Anda ingin memadamkan lilin setelah anak- anak Anda tidur atau memakai lilin listrik. (Letakkan lilin seperti itu jauh dari tirai dan perabotan yang mudah terbakar).

3. Polandia

Di Polandia, beberapa keluarga sama sekali tidak makan sepanjang hari pada tanggal 24 Desember, tapi ketika bintang pertama muncul di langit malam, makan malam dihidangkan. Jamuannya biasanya merupakan makanan paling mewah dan beraneka sepanjang tahun. Sebuah kursi kosong dipasang di dekat meja untuk memberi pesan, “Yesus diundang ke meja makan kami.” Pada jamuan malam Natal ini, wafer perdamaian — yang diberikan oleh pendeta atau pastor pada tiap keluarga di jemaatnya — dipecahkan dan dibagi dengan semua yang ada di meja makan sebagai simbol perdamaian dan harapan yang baik.

4. Skandinavia

Di negara-negara Skandinavia, anak-anak secara tradisional meletakkan biji-bijian di atas tiang panjang supaya burung-burung bisa pesta sendiri pada pagi Natal. Jebakan dan jaring tidak pernah dipasang pada hari Natal. Menurut legenda, semua hewan di dunia berlutut dan menyembah Yesus pada hari itu. Mungkin Anda ingin menjamu burung-burung di lingkungan Anda dengan biji-bijian istimewa.

5. Inggris

Di beberapa rumah di Inggris, gelondongan kayu besar diletakkan di perapian pada malam Natal dan sementara kayu itu terbakar, nyanyian Natal dan lagu pujian dinyanyikan dan dipentaskan drama tentang kelahiran Yesus. Menurut kebiasaan, anak-anak boleh tetap bangun sampai kayu itu terbakar habis, seringkali setelah larut malam.

6. Brasil

Di Brasil Sinterklas dijuluki ‚Papai Noel’. Menurut cerita di negara Amerika Latin itu, ‚Papai Noel’ berasal dari Greenland. Kunjungan ‚Papai Noel’ selalu disambut dengan pesta meriah di Brasil. Ia datang dengan helikopter yang mendarat di Stadiun Maracana, stadiun sepak bola terbesar di dunia. Di sekitar stadiun itu diadakan pesta jalanan besar-besaran. Pada bulan Desember, cuaca di Brasil sangat panas. Orang-orang menghias
rumah dan toko-toko mereka dengan bermacam bunga. Makanan lezat pun dihidangkan. Hampir 90 persen dari orang Brasil beragama Katolik. Karena itu sandiwara natal sangat disukai, dan biasa dimainkan di gereja, sekolah-sekolah dan tempat umum lainnya. Pohon cemara dan palem digunakan sebagai pohon Natal. Biasanya anak-anak tak sabar menunggu tengah malam. Karena mereka baru boleh membuka hadiah mereka sesudah misa tengah malam usai.

7.Jerman

Di hampir setiap rumah di Jerman, terdapat krans Advent yang terbuat dari dahan cemara. Krans ini dihiasi pita dan
empat lilin, yang dinyalakan satu-persatu pada keempat hari Minggu menjelang Natal. Dulu, orang Jerman menyalakan
lilin setiap hari dalam masa Advent, tidak hanya pada hari Minggu saja. Sebelum kepercayaan Kristen tersebar di
Eropa, warga benua ini sudah mempunyai kebiasaan bertukar hadiah pada hari terpanjang di musim panas. Hadiah
tersebut dimaksudkan untuk menjauhkan roh-roh jahat dan sebagai persembahan kepada para dewa. Agar mereka sudi
menganugerahkan cuaca baik dan panen yang melimpah. Ketiga orang Majus dari Timur juga membawa hadiah untuk
Yesus. Kebiasaan memberikan hadiah kepada anak-anak saat pesta Natal baru muncul sekitar 300 ratus tahun yang
lalu. Ada kebiasaan lain di Jerman, yaitu menghias pohon Natal dengan buah apel yang digosok sampai mengkilap. Yang dipilih adalah apel yang setengah hijau dan setengah merah. Bagian yang hijau adalah simbol kematian. Sementara bagian yang merah merupakan simbol kehidupan baru, yang diberikan Allah Bapa kepada umat manusia melalui kelahiran Putra tunggalnya di hari Natal.

*disadur dari berbagai sumber*

Kalau di kota tempat saya dibesarkan yaitu di Jayapura, Papua?

Wow…. perayaan di sana sungguh meriah. Semangat perayaan muali terlihat pada awal Desember bahkan akhir November. Undangan Perayaan dari kumpulan keluarga, arisan keluarga, organisasi-organisasi atau perkumpulan lainnya mulai berdatangan. Alunan musik dan lagu natal juga mulai terdengar dari pondok-pondok natal di bukit. Orang-orang mulai menghias pohon natal.

Pertengahan Desember ibu-ibu dan remaja putri mulai membuat kue-kue kering yang membuat rumah tercium wangi kue dari oven yang menggiurkan. Mulai tanggal 24 bahkan tanggal 23, rumah mulai disibukkan membuat masakan untuk natal. Masakan yang bermacam-macam, cake, puding, es buah dan makanan lainnya tidak ketinggalan. Rumah juga tidak lupa dirapihkan bahkan dari jauh hari. Dihias dengan lampu-lampu atau untaian pita, di-cat ulang, perabotan dirapihkan dan hal-hal lainnya.

Pada hari H nya, kue-kue sudah tertata rapih di meja. Softdrink baik dalam kaleng yang selalu diincar “anak kaleng” maupun botol tidak lupa disiapkan. “Makanan berat” juga sudah tertata rapi di meja makan. Makanan pelengkap lainnya seperti puding, cake, buah, es buah tidak lupa disajikan. Pohon Natal ayng telah dihiasi sangat menarik telah berdiri dengan manis di pojok ruangan. Lampu-lampu dan hiasan-hiasan telah terpasang rapi dalam rumah. Seisi rumah telah berpakain rapi dan kalau perlu berdandan untuk menyambut tamu-tamu yang datang untuk ber-fellowship. Remaja putri tidak akan bisa santai hari itu, ke sana ke mari mengantarkan minuman, menyiapkan piring untuk makan, mencuci piring dan gelas, membersihkan dan merapihkan meja, ruang tamu dan ruang makan.

Perayaan yang meriah, perayaan di mana setaip orang fellowship satu sama lain. Menikamti masakan yang sedap, kue-kue yang memancing selera dan kesibukan-kesibukan lainnya yang walaupun menjadi rutinitas setiap tahun tetapi menarik dan bermakna.

Merayakan Natal memang membawa kesenangan tersendiri baut yang merayakannya. Akan tetapi, apakah kita masih ingat dengan makna Natal itu sendiri?

Tuhan Yang Maha Besar, Maha Kuasa dan di Tempat yang tinggi rela turun ke dunia, menjadi seorang manusia yang miskin, tidak dipandang manusia bahkan yang lahirnya pun di kandang binatang hanya karena satu alasan yaitu begitu besar cintanya kepada umat manusia, begitu besar kerinduannya agar setiap orang di dunia ini bisa selamat dan bebas dari perbudakan dosa.

Dia rela menjadi manusia agar dia dapat berbicara tentang Surga, tentang Allah, tentang Dia, terutama tentang Keselamatan dan melakukan tugas utamanya yaitu mati di kayu salib agar manusia yang percaya pada-Nya diselamatkan.

Merry Christmas & Happy New Year

About joice

I am girl, sweet, attractive, charming
This entry was posted in My Stuff. Bookmark the permalink.

One Response to Perayaan Natal

  1. elia|bintang says:

    tradisinya unik2 ya.. saya suka tradisi yg di polandia, dimana ada satu kursi kosong pertanda yesus diundang ke meja makan itu. selamat natal!

    salam kenal yah!😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s