Fathering Generation (Pembapaan Generasi)

By : Pdt. Timotius Adi Tan

Sebelum 400 tahun Allah tidak berfirman secara tertulis, Ia memberikan sebuah pesan terakhir. Pesan terakhir biasanya adalah pesan yang (paling) penting. Ketika orang tua memberikan pesan terakhir ke anaknya, pesan itu bukan sembarang pesan tetapi pesan yang penting. Begitu juga dengan Allah. Pesan tersebut adalah:

“Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu. Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.” Maleakhi 4:5-6

Kapankah hari yang besar dan dahsyat itu? hari-hari ini karena hari-hari ini adalah akhir zaman. Ayat ini mengatakan bapa, bukan ibu. Mengapa? ada dua alasan mengapa yang disebutkan adalah “bapa”. Ini bukan berbicara mengenai gender.

1. Bapa adalah kepala, pemimpin, sumber.

Jika sebuah sumber menghasilkan air yang bersih, sehat maka ke bawah nya akan sehat juga. Begitu juga dengan bapa. Jika bapa-nya tidak benar, maka akan mempengaruhi di bawah nya mulai dari ibu, anak, karir, rumah tangga dan lainnya. Efek yang dihasilkan cukup besar karena bapa adalah sumber.

2. Yang paling banyak jatuh dalam dosa adalah kaum pria

Contoh nyata ialah perselingkuhan dalam rumah tangga. Kebanyakan perselingkuhan dalam rumah tangga diawali oleh suami. Ketika bapa (kepala) dipulihkan, semua nya akan dipulihkan, semuanya akan bertobat. Majalah Times mencatat bahwa anak-anak yang narkoba, jatuh dalam dosa freesex, pelanggar hukum, dan lainnya 90 % disebabkan oleh karena tidak ada figur bapa. Iblis menghancurkan dunia ini bukan dengan menggunakan senjata mutakhir, atau penyakit yang dahsyat, ia cukup menghancurkan figur ayah. Itulah sebabnya betapa pentingnya pembapaan.

400 tahun kemudian, Allah berfirman secara tertulis:

“dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya.” Lukas 1 :17

Elia dalam bahasa aslinya terdiri dari dua kata yaitu: Eli yang berarti Bapa dan Yahwe yang artinya Tuhan.

Pada akhir zaman akan muncul pelayanan “Tuhan adalah Bapaku”. Akan banyak pria yang dipulihkan. Bukan hanya ada fathering (hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya) , tetapi juga sonship (orang-orang durhaka, yang menunjukkan anak-anak yang berada di jalan yang salah kepada pikiran orang-orang benar).

Akibat yang ditimbulkan jika seorang anak tidak memiliki figur ayah/ bapa:

  • Kehilangan identitas diri

Bagi seorang anak, ayah adalah yang terbaik, the best, hero. Celakalah serang anak yang tidak memiliki figur ayah karena kehilangan identitas diri.

  • Kehilangan rasa aman dan kasih sayang

Manusia memerlukan sentuhan. Manusia haus akan sentuhan dan kasih sayang. Akibat  kehilangan rasa aman dan kasih sayang bagi seorang anak perempuan adalah dia akan “mudah jatuh cinta”, menjadi piala bergilir, mencari cinta di tempat lain. Sedangkan bagi seorang anak laki-laki, akan jatuh ke dalam sex bebas.

  • Kehilangan tujuan hidup

Seorang anak yang kehilangang tujuan hidup karena tidak ada figur ayah yang menuntunnya menemukan tujuan hidup, akan menjadi seorang yang gampang marah, kecewa dan putus asa.

Apakah kebutuhan generasi sekarang?

“Kata Filipus kepada-Nya: ”Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.” Yohanes 14:8

Kebutuhan generasi sekarang adalah figur ayah/ bapa. Bapa di sini berbicara dua hal yaitu Bapa rohani dan bapa jasmani.

Setiap orang perlu bertemu langsung dengan Bapa rohani yaitu Yesus agar dapat dipulihkan ( Pemulihan hati Bapa). Selain itu, setiap orang butuh bapa jasmani, butuh akan figur seorang ayah. Oleh sebab itu, hadirkan ayah yang baik dalam keluarga yang mewakili Tuhan.

 

 

 

 

 

Sumber gambar :

http://hilmasol54.wordpress.com/2010/11/15/father-and-son/
http://www.linnealenkus.com/families11.html

About joice

I am girl, sweet, attractive, charming
This entry was posted in Divinity. Bookmark the permalink.

3 Responses to Fathering Generation (Pembapaan Generasi)

  1. james muaja says:

    Maaf, izinkan saya mengcopy artikel ini untuk dimuat di : http://www.jimpress.net/ – supaya semakin menjadi berkat bagi banyak orang. Sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih, Tuhan memberkati.

    Dalam pelayananNya:
    Pdt. James Alfein Muaja

  2. joice says:

    Silahkan pak🙂

  3. jarot says:

    Shalom pak. In copy artikelnya untuk di buku “Father & Son Relationship”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s