Cinta(Espresso)Puccino

“Andaikan ku dapat mengungkapkan perasaanku
Hingga membuat kau percaya
Akan ku berikan seutuhnya rasa cintaku
Selamanya selamanya… “

Judulnya emang rada maksa sih :p, mau nya judulnya dibikin kayak gini : Cintapuccinoespresso :p tapi ternyata judul gak bisa dibikin strikethrough. Well, di sini saya tidak akan membahas mengenai film ini, atau memberikan sinopsis film ini. Kalo boleh komentar dikit, film ini sih standarlah, kurang menarik menurut saya. Apalagi si Miller yang memerankan Nimo masih belepotan bahasa Indonesia nya dan penampilannya yang kurang rapih (honestly, saya emang ga suka gaya rambut kayak gitu). Tetapi, satu hal yang menarik perhatian saya adalah thema yang dibawa film ini.

what? which? why? how come?

Film ini menceritakan seorang cewe yang suka kepada seorang cowo namun memilih memendam perasaannya *CMIIW, tolong katakan kepada saya kalau ternyata Rahmi confess kepada Nimo biar saya langsung mengoreksi dan mengubah tulisan saya ini*, berusaha mendekati namun dia melihat bahwa semuanya sia-sia. Namun tiba-tiba Nimo muncul di saat Rahmi dan Raka hampir menikah. I’m pretty sure that it’s a difficult choice, memilih Nimo, seseorang yang dia cintai cukup lama dan telah menjadi obsesi atau memilih Raka, seorang lelaki yang saya rasa sudah baik kepadanya, tunangannya sendiri. Apalagi, pernikahan dalam budaya kita adalah penyatuan dua keluarga bukan dua individu. Bayangin dong, kalau gak jadi. Apa yang musti diomongin ke keluarga? keluarga besar bahkan?

Kita tau akhirnya, lewat pertempuran dalam batin dan segala macam pertimbangan Rahmi memilih Nimo. What the heck?  Jujur, walaupun saya menyukai hal yang extraordinary, penuh tantangan tapi untuk masalah ini saya memilih yang datar aja. Saya tidak mau rencana pernikahan gagal begitu saja. Apa kata dunia? :((

Bayangkan, seandainya Nimo menanggapi cinta Rahmi *I’m pretty sure, si Nimo ini tau perasaan Rahmi* atau gak, seandainya Rahmi confess tentang perasaannya ke Nimo? paling gak, rencana pernikahan gak perlu dibatalkan, paling gak , gak perlu ada pertempuran dalam batin, paling gak, gak ada pihak yang tersakiti hatinya, paling gak, gak perlu merasa gak enak dengan keluarga dari pasangan dan masih banyak paling gak lainnya.

Kebanyakan dari kita memang menganggap cowoklah yang pdkt, cowoklah yang nembak, cowoklah yang mengejar. Emang sih, kalau dalam masalah penembakan, pendekatan yang cukup gencar, pengejaran saya lebih setuju kalau itu bagian cowo karena saya adalah wanita yang senang didekati, ditembak dan dikejar. Saya memang kurang suka dengan cewe yang sangat agresif. Cewek agresif menurut saya adalah cewe yang memburu seorang cowo dengan gamblang, terlihat sekali, mengerahkan seluruh kekuatannya dan menggunakan segala macam cara dan akhirnya menembak cowok itu.

Tetapi kalau mengenai confession? hmmm…. sabar dulu. Walaupun koresponden cowok menganggap cewek yang confess termasuk cewek yang agresif (which is, tidak disukai oleh kebanyakan cowok) namun koresponden cowok mengaggap hal itu biasa apalagi sekrang udah jamannya emansipasi. Untuk kasus Rahmi-Nimo ini, saya rasa jika Rahmi confess tentang perasaannya ke Nimo (bukan nembak lho) adalah hal yang wajar. Mengapa? Nimo bukan cinta sesaat Rahmi, tetapi seseorang yang dicintai Rahmi cukup lama, toh tanggapan Nimo gak sedingin cowok yang tidak memiliki perasaan sama sekali. Bayangkan jika Rahmi menyatakan perasaannya, paling gak dia tahu perasaan Nimo saat itu dan mungkin Nimo juga tahu jadi gak perlu penasaran tentang perasaan masing-masing. Kalaupun Nimo gak punya rasa ke Rahmi paling gak Rahmi bisa lega *somehow, saya sulit menjelaskan dalam kata-kata, tolong visualisasi dan dalami sendiri :p *.

It’s hard untuk memendam perasaan dalam jangka waktu lama, apalagi cewe yang menurut pandangan orang musti nunggu, musti sabar,padahal di sisi lain cewe sangat butuh kepastian bila dibandingkan cowok. Apalagi kalau cewe ini Koleris (Dominan/ dominant) yang kurang sabar. Apalagi kalau antrian cowo nya banyak… dan lebih parah kalau cowok yang dia taksir berkarakter Flegmatis ( Stabil/Steady) yang bersifat alon-alon. Jadi saya rasa, cewe mengungkap perasaan gak salah toh bukan nembak koq. Cuma mengeluarkan isi hati😀

Sumber gambar:

http://itikkecil.wordpress.com/2007/09/04/cintapuccino/

http://www.fotosearch.com/IMR572/ie404-045/

http://kowjiejokerhelena.blogspot.com/2010/12/cappucino.html

http://modelindo.wordpress.com/2010/12/03/just-for-coffee-lover-macam-macan-variasi-minuman-kopi/

About joice

I am girl, sweet, attractive, charming
This entry was posted in My Stuff. Bookmark the permalink.

One Response to Cinta(Espresso)Puccino

  1. Felicia says:

    bisa kok judul distrikethrough…
    coba ditulis CintaEspressoPuccino

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s