Being Single vs Being Coupled

Social Networking membagi-bagi relationship status menjadi beberapa kategori yaitu, single, in a relationship, engaged, married, in a open relationship, it’s complicated dan widowed.  Menurut saya, status hubungan yang bermacam-macam itu bisa dibagi ke dalam dua kategori yaitu single dan not single.

Honestly, saya prefer menjadi single. Why? bukan karena saya gak laku lho… *hahaha* tapi karena emang I Love Being Single. Saya ga perlu berpacaran *atau sejenisnya* agar mendapat kasih sayang dari lawan jenis,perhatian ataupun ide yang berasal dari pemikiran lawan jenis. Kalau alasannya itu, saya rasa teman-teman saya yang berjenis kelamin pria juga bisa melakukan dan memberikan.

Saya rasa menjadi single bukan suatu hal yang sulit, tetapi merupakan hal yang menyenangkan *Sesuai lagu I’m Single and very Happy nya Oppie*. Saya gak perlu nangis gara-gara kelakuan atau tindakan pasangan saya, saya tidak perlu khawatir apakah pasangan saya berlaku macam-macam di luar sana, saya tidak perlu menghabiskan pulsa saya atau waktu saya hanya sekedar memastikan apakah dia baik-baik saja,atau hanya mengucapkan selamat pagi, selamat bobo atau memastikan dia tidak lupa makan. Saya juga tidak perlu membatasi pergaulan saya terutama dengan lawan jenis. Saya tidak perlu meminta izin jika saya keluar dengan teman laki-laki. Saya tidak perlu memberikan perhatian khusus atau barang kepada seseorang. Masih banyak keuntungan lainnya dari “being single” yang tidak perlu saya paparkan di sini.

Okelah, “being single” gak menutup kemungkinan untuk tidak nangis. Nangis karena kecengannya diambil orang lain, atau menyukai orang lain atau ternyata tidak straight. Tapi, separah-parahnya itu tidak akan lebih parah dari nangis kalau “being coupled”. Okelah, kadang-kadang orang pacaran bikin ngiri orang yang single, but it doesn’t matter selama masih punya teman dan sahabat yang ada di sekitar.

Senyaman-nyamannya keadaan sebagai single, tetap saja memiliki komitmen dengan seseorang itu penting. Apalagi orang yang berencana nikah. Kecuali telah memutuskan untuk hidup selibat, mending gak usah ber-relationship deh😀

Seenak-enaknya being single, being coupled itu juga dibutuhkan. Saya rasa, manusia sehebat-hebatnya dia pasti membutuhkan seseorang yang lebih dari sekedar teman. Setiap orang *kecuali emang punya karunia untuk hidup selibat* membutuhkan seseorang berlawan jenis yang jauh lebih dekat dan intim daripada teman.

Pasangan adalah orang yang (hampir) selalu ada untuk kita. Sebagai pelindung, penolong, penasehat dan teman bertukar pikiran untuk hal-hal yang tidak dapat di-share dengan teman. Sesulit apapun menjadi coupled, tetap harus tahan banting karena cinta itu komitmen dan being coupled berarti siap sakit hati.

Manusia diciptakan pertama memang sendiri. Ketika ia memberikan nama kepada semua binatang, ia menyadari kebutuhannya akan pasangan sehingga Tuhan menyediakan pasangan baginya. Kebutuhan akan pasangan itu tidak akan dapat dipenuhi oleh teman, sahabat bahkan keluarga.

Sebuah quote yang mantap dari seorang teman saya,” Lelaki itu memang terlihat lebih kuat tetapi dia lebih manja dan rapuh di dalamnya oleh sebab itu diciptakan perempuan sebagai penolong. Penolong itu harus lebih kuat dan tegar. Karena perempuan adalah penolong, makanya diciptakan dari tulang (rusuk)”

N.B : situs asal gambarnya tidak dicantumin >.< kelupaan di mana, yang penting tau dari mbah google😀

About joice

I am girl, sweet, attractive, charming
This entry was posted in My Stuff. Bookmark the permalink.

7 Responses to Being Single vs Being Coupled

  1. petra says:

    udah berapa lama jadi single?

  2. Septebrina Situmorang says:

    Aishhhh…. Kalau saya lebih memilih tidak membuat maupun menampilkan status saya….. Tidak akan pernah. Kecuali sudah menikah, deh… Hhahaha

  3. peter says:

    Jadi lu sebenernya pingin punya pacar kan…

  4. aidillapradini says:

    setuju dengan “single itu menyenangkan”. punya kebebasan hidup, bisa pergi ke bagian bumi manapun tanpa harus long distance dengan siapapun. haha

    sesingle-singlenya orang suatu saat harus pacaran dan menikah. kayaknya gw juga kalau udah umur 27 ga punya pacar bakal panik😆

  5. meIFS says:

    single memang enak…..,, tapi awas jangan kelamaan… bisa-bisa ngakk nikah-nikah tuh…..!!

  6. Angga Pramudita says:

    A man like me out there will make you fall in love with him deeply even if you have thousand excuses to be single.😀
    Admit it, you want a boyfriend. ^^

  7. Frillazeus says:

    nice thought joice, memperkaya referensi😀

    kalo saya, banyak hal-hal yang waktu saya single saya kira “saya udah paham”, dan ternyata waktu ngejalanin being coupled saya bilang, “belajar lagi yus, cek lagi itu yang kemaren” hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s