Mendua-Indah Hanaco

Suatu ketika, saat saya berada di toko buku yang terletak di salah satu pusat perbelanjaan, mata saya tertuju pada sebuah novel berjudul ‘Mendua”. Wow kata saya. Sebuah topik yang menurut saya akan selalu hangat dalam sebuah hubungan. Ketika sebuah hubungan terguncang karena gesekan karakter yang berbeda, keputusan yang berbeda ataupun kepribadian kedua pihak yang kurang cocok, hubungan ini masih dapat diperbaiki. Namun, jika disebabkan oleh orang ketiga, saya rasa sangat sulit untuk mempertahankan hubungan ini kecuali ada maaf dan janji tidak mengulangi hal tersebut di kemudian hari.

Suatu topik yang menantang menurut saya sehingga saya berharap konflik yang ditawarkan dalam novel ini cukup menarik. Hal ini diperkuat ketika saya membaca sinopsis novel yang diketik pada sampul belakang novel.  Dari sinopsis yang dipaparkan, saya menangkap bahwa konflik yang ditawarkan mengenai ketidak jujuran , somehow yang saya tangkap berasal dari pihak pria. Dihubungkan dengan judulnya, saya berpikir bahwa dalam novel ini akan ada konflik di mana sang pria ini mendua dan tidak jujur kepada pasangannya.

Saya kemudian memutuskan untuk membeli novel ini. Seperti biasa, novel ini dimulai dengan perkenalan sang pria dan sang wanita. Kemudian berlanjut hingga kedua insan ini mengikat sebuah hubungan. Novel ini mengambil latar belakang kota Medan yang menurut saya merupakan kota asal penulis. Saya berasa seperti di Medan -walaupun saya belum pernah ke sana- ketika membaca novel ini. Secara umum, dapat dikatakan alur cerita novel ini adalah alur maju. Hingga kemudian saya menemukan konflik yang terkandung dalam novel ini. Ya benar, konflik terjadi karena sang pria tidak jujur. Dia tidak jujur bukan mengenai sifatnya yang mendua tetapi tidak jujur mengenai masa lalunya. Memang sang pria memiliki masa lalu yang cukup kelam sehingga ia tidak berani bercerita dengan jujur mengenai masa lalunya kepada sang wanita. IMHO, mendua merupakan kata halus dari selingkuh. Jadi, karena novel ini berjudul mendua, maka konflik yang timbul karena adanya perselingkuhan. Saya tidak melihat sang pria selingkuh terhadap sang wanita. Ia, memang dalam masa lalunya ia pernah meninggalkan seorang wanita demi wanita lain. Tetapi menurut saya, hal yang diperhatikan ialah hubungan pria ini dengan wanita yang sekarang. Atau mungkin sang penulis memiliki pengertian yang lain dari kata “mendua”. Mungkin mendua tidak hanya dikaitkan dengan orang, tetapi dengan hal juga. Jadi, sang pria menduakan sang wanita dengan masa lalunya.

Secara umum, saya dapat katakan bahwa novel ini lumayan bagus, cukup datar tetapi memiliki untaian kalimat mutiara di setiap awal bab. Saya secara pribadi menyukai novel yang mengangkat topik yang sangat menarik, menantang, memiliki jalan cerita yang tidak mudah ditebak bahkan kalau perlu membuat saya harus berpikir dan membaca lebih dari satu kali. Akan tetapi, saya rasa ini merupakan suatu prestasi yang cukup baik dalam permulaan pengalaman sang penulis.

Jujur, saya belum bertemu penulis novel yang cukup hebat seperti Mira W, apalagi Marga T. Novel kedua penulis ini, apalagi Marga T memiliki cerita yang sangat menarik. Saya rasa dan saya harus yakin bahwa akan muncul penulis-penulis novel yang sehebat bahkan lebih dari kedua penulis ini. Saya menyadari saya tidak mampu menulis novel, oleh sebab itu saya menghargai setiap novel yang dibuat.

About joice

I am girl, sweet, attractive, charming
This entry was posted in Book Review. Bookmark the permalink.

4 Responses to Mendua-Indah Hanaco

  1. stevisahabat says:

    Ada apa denganmu?

    Sebut saja ini intuisi perempuan, tetapi aku memang merasa kau tak benar-benar jujur kepadaku. Setiap kali aku berusaha menatap langsung ke matamu, berusaha membaca isi hatimu, kau malah menjauh dariku. Berpaling.

    Kau selalu berusaha meyakinkan, “Tak ada masalah dalam hubungan kita.” Lalu, kau memelukku erat, tetapi tak ada kehangatan di sana. Bahkan, aku mulai merasa tak ada lagi cinta untukku di sana, di hatimu.

    Kau ada, sekaligus tiada.

    Kenapa kita harus seperti ini, bermain-main dengan kejujuran? Atau, seperti inikah aturan main percintaan kita-kau akan terus-menerus membuatku bertanya-tanya tentang seberapa dalamnya perasaanmu kepadaku?

    “nice..indeed nice”

  2. joice says:

    waaah….
    kamu searching sinopsisnya ya?

  3. stevisahabat says:

    iya..pas nemu sinopsisnya…taunya bagus gitu kata2nya…

    pinjem dulu laaa bukunya…:p

  4. joice says:

    boleeeh…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s