Values (Nilai-Nilai)

Peristiwa terkuburnya 33 penambang Cile yang berhasil diselamatkan memiliki sebuah nilai.  Presiden Cile, Sebastian Pinera melihat nilai kemanusiaan dalam peristiwa ini. Hal ini yang kemudian mendorongnya untuk mencari bantuan ke berbagai negara, selalu ada di lokasi penambangan dan men-support tim penyelamat. Bahkan, ia meminta pemerintah untuk menggaji penambang ini bagaimanapun caranya. Ia juga mencari bantuan untuk memperoleh psikolog bagi penambang-penambang ini. Sebastian Pinera sebelum menjadi presiden merupakan seorang businessman. Ketika terpilih menjadi presiden, ia menjual sebagian kekayaannya untuk menghindari konflik internal. 

Kita diberi kebebasan mutlak untuk memilih. Ketika mengambil pilihan itu, maka kita menjadi budak dari pilihan itu. Tuhan memberikan kita situasi sekeliling, namun kita memilih bagaimana merespon keadaan. Dasar yang digunakan untuk memilih adalah nilai-nilai (value) yang ada di dalam diri kita. Ketika terjadi peristiwa penambangan ini, presiden Cile membatalkan kunjungannya ke Eropa. Keputusannya ini diambil berdasarkan nilai. Menurutnya, nilai ke-33 penambang itu jauh lebih berharga daripada kunjungan ke Eropa. Dia juga lebih memilih berada di lokasi penambangan daripada mengurus surat-surat di kantor.

Pilihan bisa menjadi kutuk dan berkat.

Salah satu contoh mengenai pilihan dalam alkitab ialah kisah seorang paman dan keponakannnya yaitu Abraham dan Lot.

Abraham : Paman, lebih kaya, pemegang janji Allah.

Lot : Keponakan, kaya namun bukan pemegang janji Allah.

Dalam kehidupan sehari-hari, biasanya yang memilih ialah yang lebih tua. Akan tetapi, Abraham melepaskan haknya dan menyerahkan pilihan kepada Lot. Abraham mengambil inisiatif meminta Lot yang memilih. Sayangnya, pilihan Lot salah total. Lot gagal dalam pilihannya karena nilai-nilai kehidupannya salah.

KEGAGALAN NILAI-NILAI LOT

1. Nilai tentang Posisi Tuhan

Lot tidak menomor satukan Tuhan.

a. Tidak Bertanya kepada Tuhan (Amsal 3: 5-7)

Untuk memutuskan sesuatu yang penting dalam kehidupan sehari-hari, kepada siapakah kita bertanya?

Suatu ketika, Daratan China terdiri dari beberapa kerajaan. Salah satu kerajaan waktu itu adalah Kerajaan Chin. Raja Chin menikahi putri Kerajaan Jhin. Pesta yang meriah diadakan di Kerajaan Jhin. Raja Chin ini kemudian diberikan hadiah yang sangat banyak dan ditulis dalam suatu daftar. Ketika tiba di kerajaannya, Raja Chin memeriksa hadiahnya satu persatu. Ternyata ada satu hadiah yang hilang, yaitu seorang budak yang bernama Bai Shin Li. Setelah ditelusuri, ternyata Bai Shin Li ini adalah perdana menteri kerajaan yang dikalahkan oleh kerajaan Jhin. Budak ini melarikan ke negara tetangga dalam perjalanan menuju kerajaan Chin. Raja Chin memutuskan untuk mencari budak tersebut dan membawa ke kerajaannya. Dia kemudian bertanya kepada adipati nya mengenai tebusan karena dia berencana untuk menebus budak ini dengan 1000 keping emas. Menurut adipatinya, budak tersebut sebaiknya ditebus dengan lima kulit domba yang merupakan harga tebusan seorang budak. Menurut adipati, jika budak ini ditebus dengan 1000 keping emas, raja tetangga tidak akan melepaskannya karena merasa bahwa budak ini begitu berharga. Namun jika budak ini ditebus dengan 5 kulit domba, raja tetangga itu tidak akan keberatan untuk melepaskannya. Akhirnya, raja ini mendengar nasihat adipati nya. Bai Shin Li kemudian menjadi salah satu penasihat terbaik raja.

Apakah kita mau takut akan Tuhan dan mendengar-Nya seperti yang dilakukan raja Chin ini yang mendengar nasihat adipatinya?

b. Menilai Berdasarkan Pola Dunia, bukan dari Sudut Pandang Tuhan (1 Yohanes 2 : 16)

Salah satu pemikiran dunia adalah : Harta, Tahta dan Wanita.

Harta : menilai sesuatu berdasarkan kuantitas uang.

Tahta: menghalalkan segala macam cara.

Sebuah ilustrasi. Suatu saat di ruang makan seorang raja, ada seorang pelayan yang sedang mengepel lantai. Pelayan ini terlihat begitu bahagia, tersenyum sambil bernyanyi. Raja bertanya kepadanya, mengapa ia begitu bahagia. Pelayan ini kemudian menjawab, ia telah menikah, memiliki dua orang anak, bekerja untuk raja dan mendapatkan penghasilan setiap bulan. Itu cukup baginya. Raja ini kemudian bercerita kepada pengawalnya, bagaimana pelayan ini tampak lebih bahagia daripada raja ini. Pengawal kemudian menjawab pelayan ini bahagia karena belum masuk club 99. Pengawal menjelaskan yang dimaksud dengan club 99 : masukkan 99 keping emas ke dalam tas dan raja menaruh tas ini di depan pintu rumah pelayan ini. Begitu pulang, pelayan ini melihat sebuah tas berisi keping emas berjumlah 99. Pelayan ini berpikir, emas diberikan kepadanya pasti 100. Oleh sebab itu, dia menyuruh seisi rumahnya mencari 1 keping emas lagi. Karena tidak menemukan 1 keping, dia marah-marah. Esoknya, ketika bekerja di ruang makan raja, pelayan ini terlihat muram dan tidak tersenyum lagi. Dia pun meminta kepada raja untuk mengijinkannya lembur sehingga memperoleh 1 keping emas lagi. Hanya karena 1 keping emas, pelayan ini menjadi tidak bahagia. Kenapa terjadi demikian? karena dunia tidak bersyukur jika diberi 99, tetapi yang dipikirkan adalah bagaimana mendapatkan 1 keping lagi.

2. Nilai tentang Hubungan (2 Petrus 2:6-8, Amsal 15:33)

Lot lebih memilih harta daripada hubungan. Hubungan itu sangat penting terutama dalam kekeluargaan. Lot adalah orang yang benar. Orang benar ternyata bisa serakah. Akibatnya, dia sengsara karena dia adalah orang benar namun memiliki nilai yang salah. Koreksi kembali diri kita, apakah kita lebih memilih harta atau hubungan?

Di suatu toko es krim, seorang anak kecil bertanya kepada pelayan. Ia bertanya mengenai harga es krim tiga scope. Pelayan kemudian menjawab Rp20.000. Anak ini bertanya lagi harga es krim dua scope. Pelayan memberitahu harga es krim tersebut, Rp 15.000. Anak ini kembali bertanya berapa harga single scope dengan noughut. Pelayan kembali memberitahu bahwa harganya adalah Rp 10.000. Anak ini bertanya lagi harga single scope es krim tanpa noughut. Pelayan yang sudah tidak sabar menjawabnya, Rp8.000. Anak ini kemudian memutuskan untuk membeli es krim single scope yang berharga Rp8.000. Pelayan kemudian dengan kesal memberikan es krim kepada anak kecil ini. Setelah anak ini menghabiskan es krimnya dan membayar, pelayan tersebut membersihkan meja yang dipakai anak ini. Anak ini ternyata meninggalkan Rp2.000 sebagai tip. Ia membeli es krim single scope agar uangnya tersisa Rp2.000 yang dipakai sebagai tip pelayan untuk membangun hubungan antara pelayan ini dengan anak tersebut. Pelayan ini kemudian tersadar bahwa dia tidak menjaga hubungan dengan pelanggan padahal dia juga bertanggung jawab untuk membangun dan menjaga hubungan dengan pelanggan.

3. Nilai tentang Waktu (Amsal 16:25)

Lot menggadaikan kebutuhan jangka panjangnya demi kebutuhan jangka panjangnya. Lot memilih Sodom karena melihat lembah itu begitu indah, seperti Taman Eden. Lembah ini bagus untuk bisnis karena memiliki rumput yang banyak serta air yang selalu tersedia. Namun dia tidak melihat karakter orang-orang Sodom. Seringkali, kita berpikir untuk kenyamanan jangka pendek dan tidak melihat untuk jangka panjang

4. Nilai tentang Keluarga (Kejadian 19:14,26,31-38)

Keluarga Lot hancur total. Ia menggadaikan keluarganya dengan nilai-nilai yang kurang berharga. Karena Lot tidak mementingkan keluarga, terjadi hal-hal berikut:

a. Calon menantunya tidak mau diajak keluar dari Sodom, bahkan mengolok-olok nya.

b. Istri Lot menjadi tiang garam. Bahkan sebenarnya Lot agak enggan keluar karena mengingat-ingat kekayaannya.

c. Kedua anak perempuannya melakukan incest dengannya.

Suatu ketika, ada seorang pria memiliki sebuah usaha di kota yang berlainan dengan tempat keluarganya. Dia tiga hari di tempat usahanya, kemudian 4 hari di keluarganya. Usahanya berkembang cukup sukses karena sekretarisnya. Waktu berjalan, muncullah perasaan suka antara pria ini dengan sekretarisnya. Mereka kemudian berunding. Sekretarisnya berkata kepada pria itu, “saya harus memilih antara menikah dengan kamu atau keluar dari perusahaan ini dan membangun perusahaan lain”. Pria inipun bingung karena ia tahu, usahanya maju berkat sekretarisnya. Pria ini lalu berembuk dengan istrinya. Walaupun berat, istrinya kemudian setuju diceraikan oleh pria ini. Pria ini kemudian membuat acara perpisahan. Dalam acara perpisahan tersebut, pria ini sangat sedih sehingga ia minum anggur hingga mabuk. Karena tidak tahan, ia berkata di depan semua tamu, “Saya akan memberikan apapun yang berharga yang diminta oleh istri saya ini.” Dia kemudian minum anggur lagi hingga semakin mabuk. Ketika ia bangun, ia melihat istrinya di sampingnya namun dia tidak mengenal kamar tempat ia tidur. Ia bertanya kepada istrinya di manakah ia sekarang. Ternyata ia berada di rumah orang tua istrinya. Istrinya berkata,”Kamu katakan bahwa akan memberikan sesuatu yang paling berharga untuk saya. Yang paling berharga untuk saya ialah dirimu.” Akhirnya mereka tidak jadi bercerai. Pria ini lebih memilih keluarganya daripada bisnisnya walaupun perlu usaha yang cukup ekstra untuk membangun bisnisnya.

Bagaimana dengan diri kita? Nilai apa sajakah yang kita anut dalam hidup kita? Karena nilai yang kita anut menentukan ending hidup kita, happy ending atau sad ending.

 

Sumber gambar:

http://lavistachurchofchrist.org

http://1nd1r4.wordpress.com

About joice

I am girl, sweet, attractive, charming
This entry was posted in Motivation. Bookmark the permalink.

2 Responses to Values (Nilai-Nilai)

  1. Napsak says:

    Wow…u re so deep..thanks to enlight me girl😉

  2. yohanes says:

    hoho.. ini toh. Thanks alot. sangat memberkati🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s