Pria seperti Karet Gelang, Wanita seperti Gelombang

Ada beberapa kiasan mengenai perbedaan pria dan wanita yang saya pernah dengar :

1. Pria seperti Kerbau, Wanita seperti Kupu-kupu.

Menunjukkan bahwa perasaan wanita cukup sensitif seperti kupu-kupu yang rapuh. Sedangkan pria seperti kerbau, kadang butuh kata-kata yang mencambuk untuk menggerakkan mereka.

2. Pria seperti Wafer, Wanita seperti Bakmi.

Pria dapat mengkotak-kotakkan masalah mereka seperti wafer. Sedangkan wanita cenderung mencampur masalah mereka seperti bakmi yang tercampur dan saling melilit.

John Gray dalam bukunya “Truly Mars & Venus” mengumpamakan pria seperti karet gelang dan wanita seperti gelombang.

Pria seperti Karet Gelang

Seperti karet gelang, pria kadang menarik diri dan terulur hingga jarak tertentu sebelum melenting kembali. Ini adalah siklus alami pria. Pria menarik diri untuk memenuhi kebutuhannya akan kebebasan/otonomi. Ketika ia merasa sudah terpisah, tiba-tiba saja ia akan merasakan kebutuhan akan cinta dan keintiman sehingga ia akan melenting kembali. Bila pria melenting kembali, ia kembali pada tingkat keintiman yang ditinggalkannya saat ia menjauh. Ia tidak butuh waktu untuk mengulang proses pendekatan. Namun, wanita sering menyalahartikan sikap ini karena alasannya berbeda dengan pria. Wanita menarik diri karena ia telah disakiti, atau karena pria telah membuat kesalahan dan mengecewakannya.

 

 

Dua sikap Wanita yang menghalangi siklus keintiman Pria ini adalah :

  • Mengejar ketika Pria Menarik Diri

Ketika pria menarik diri, wanita cenderung mengejarnya karena wanita mencemaskan si pria dan ingin membantu dia merasa lebih baik. Wanita biasanya tidak senang pada kebutuhan pria untuk menyendiri dan merasa disakiti ketika pria menjauh. Mungkin wanita akan berusaha menarik si pria kembali dengan mengajukan pertanyaan yang menyalahkan. Bahkan wanita bisa menjadi sangat kooperatif, sangat ingin menyenangkan sehingga ia berusaha menjadi sempurna agar pria tidak menjauh. Hal ini membuat wanita melupakan arti dirinya dan berusaha menjadi apa yang menurutnya diinginkan oleh pria.

  • Menghukum Pria karena Ia Menarik Diri

Saat pria mulai merindukan wanita lagi, si wanita menolaknya, tidak senang dan menyalahkan si pria. Wanita menunjukkan ketidak senangannya ini lewat kata-kata, nada suara dan pandangan terluka. Wanita kadang menolak untuk membuka diri dan membagi perasaannya. Ia menjadi dingin dan membenci pria karena ia berpikir si pria tidak mau membuka diri.  Parahnya jika wanita tidak lagi percaya bahwa si pria benar-benar mencintainya. Saat pria dihukum karena menarik diri, ia akan takut melakukannya lagi. Akhirnya rasa takut ini mencegah ia menarik diri kembali dan siklus alaminya terhenti.

Jika pria tidak memiliki kesempatan untuk menarik diri, ia tidak memiliki kesempatan untuk merasakan kerinduannya yang kuat untuk berdekatan. Kalau wanita memaksa mengejar sang pria, maka pria akan berusaha melepaskan diri dan menjaga jarak. Ia tidak akan memiliki kesempatan untuk merasakan kerinduannya akan cinta.

Wanita seperti Gelombang

Saat wanita merasa dicintai, rasa harga dirinya naik turun seperti gelombang. Ketika suasana hatinya benar-benar bagus, ia akan mencapai puncak gelombang, namun suasana hatinya bisa berubah dan gelombangnya langsung surut. Ketika sudah mencapai dasar, suasana hatinya tiba-tiba berubah dan ia akan merasa enak lagi. Saat pasanga, ia memiliki banyak cinta untuk diberikan, tetapi saat surut, ia perlu diisi dengan cinta.

Pada saat pasang, wanita menekan perasaan negatif atau menyangkal dirinya sendiri agar dapat lebih mencintai. Sedangkan pada saat surut, ia akan mengalami perasaan negatif yang ia tekan itu dan merasakan kebutuhannya tidak dipenuhi. Saat-saat inilah wanita butuh membicarakan masalahnya dan ingin didengar serta dipahami. Pengalaman ini seperti turun ke dalam sumur yang gelap. Saat ia pergi ke dalam sumurnya, secara sadar ia membenamkan diri dalam dirinya yang tidak sadar. Ia bisa tiba-tiba mengalami emosi yang tidak dapat dijelaskan. Akan tetapi bila ia merasa dicintai dan didukung, ia otomatis akan merasa lebih baik sehingga ia segera naik dan memancarkan cinta.

Saat gelombang surut, pria berpikir perubahan suasana hati wanita disebebkan oleh dia. Ketika surut, pria menjadi frutasi karena tidak tahu harus berbuat apa sehingga keadaan menjadi lebih baik. Suatu saat si wanita tampak gembira, tetapi tiba-tiba menjadi tidak senang. Ketika surut, hal yang paling tidak dinginkan wanita adalah orang yang mengatakan bahwa ia tidak perlu surut. Wanita hanya butuh orang yang mau menemani dia saat ia surut, mendengarkan jika ia membicarakan perasaan-perasaannya dan memahami apa yang sedang dilaluinya. Walaupun pria tidak bisa sungguh-sungguh mengerti, ia bisa mendukung wanita dengan memberi cinta, kesabaran dan pengertian.

Image source :

http://anthojalang.blogspot.com

http://rilisindonesia.com

http://stiefmeissisadeq.blogspot.com

 

About joice

I am girl, sweet, attractive, charming
This entry was posted in Psychology. Bookmark the permalink.

One Response to Pria seperti Karet Gelang, Wanita seperti Gelombang

  1. ika wulan says:

    bnr bgt…..ga nyangka……..t.o.p b.g.t
    aplg yg ttg cewek spt gelombang…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s