Bagaimana Meminta Bantuan dari Pria dan Mendapatkannya?

Wanita memiliki moto : Cinta berarti tidak perlu meminta.

Moto ini membuat wanita berpikir bahwa jika pasangannya mencintainya, maka ia akan memberikan bantuan tanpa diminta oleh sang wanita. Kadang wanita tidak meminta hanya untuk menguji apakah sang pria benar-benar mencintainya. Wanita berharap pria dapat memberikan bantuan tanpa perlu diminta.

Hal ini tidak akan berhasil karena bagi pria, jika kita membutuhkan bantuannya, kita hanya perlu meminta. Dia tidak termotivasi secara instingtif seperti wanita untuk memberikan bantuan tanpa perlu meminta. Dengan mengetahui cara meminta bantuan, hubungan wanita dan pria semakin diperkaya. Wanita dapat menerima lebih banyak kasih sayang dan bantuan yang dibutuhkan, sang pria juga bahagia karena berhasil memenuhi kebutuhan orang yang dia sayangi.

(Untuk Wanita) Bagaimana cara meminta bantuan yang dapat dimengerti pria?

Langkah 1 : MINTALAH SESUATU YANG SUDAH ANDA DAPATKAN

Lihatlah dan akui apa yang telah dilakukan pasangan anda terhadap anda terutama hal-hal kecil. Pertama-tama, mulailah dengan memintanya untuk melakukan hal-hal yang anda tahu mau dilakukannya. Berilah penghargaan kepadanya untuk hal-hal yang dia telah lakukan. Sementara itu, jangan berharap sang pria akan menawarkan bantuan tanpa diminta. Untuk permulaan, jangan meminta lebih banyak dari yang biasa ia berikan. Cobalah untuk berlatih lima tips di bawah ini:

  •   Perhitungan waktu sangat penting.

Jangan memintanya melakukan sesuatu yang sudah jelas akan dilakukannya. Misalkan ketika ia akan mengosongkan tong sampah, jangan mengatakan : “Bisakah kau membuang sampah?”

  •  Sikap yang tidak menuntut.

Permintaan bukanlah suatu tuntutan. Jika sikap anda sengit dan menuntut, ia merasa tidak dihargai dan kemungkinan dia akan menolak, sekalipun anda sangat hati-hati memilih kata-kata.

  •  Katakan dengan singkat.

Tidak perlu memberi banyak alasan mengapa dia menolong. Penjelasan panjang lebar ini yang sepertinya membenarkan permintaan anda akan membuat dirinya merasa bahwa anda tidak percaya kepadanya.

  •  Katakan dengan jelas.

Ketika meminta, katakan dengan jelas permintaan anda. Wanita sering meminta secara implisit dan sering mengungkapkan persoalan yang wanita hadapi tetapi tidak jelas-jelas meminta dukungan. Pria tidak dapat membaca wanita. Contoh : Daripada mengatakan “Sudah berminggu-minggu kita tidak pergi keluar” ; lebih baik mengatakan “Ayo kita melakukan sesuatu yang menyenangkan. Mau tidak kita merencanakan kencan?”. Daripada mengatakan “Anak-anak perlu dijemput. Aku tidak sempat melakukannya.”; lebih baik mengatakan “Kamu mau tidak menjemput anak-anak?”.

  • Gunakan kata-kata yang tepat.

Dengan menggunakan kata-kata yang tepat, pria akan termotivasi memberikan apa ayng dibutuhkan wanita. Salah satunya adalah ketika meminta bantuan, gunakan kata mau bukan bisa. “Bisakah kamu menjemput anak-anak?” adalah pertanyaan untuk mendapatkan informasi jawaban ya atau tidak dan terdengar tidak mempercayai, tidak jelas, manipulatif dan lemah. Sedangkan “Kamu mau menjemput anak-anak?” merupakan suatu permintaan.

Langkah 2 : BERLATIHLAH MEMINTA LEBIH (Bahkan jika anda tahu ia mungkin menolak)

Pastikan sang pria sudah merasa dihargai atas apa yang telah dilakukannya pada anda ketika melakukan langkah ini. Target anda dalam melakukan langkah ini adalah meminta lebih sambil tetap mengirimkan pesan bahwa ia bisa menolak dan tetap menerima cinta dan dukungan anda. Untuk melakukan langkah ini, pilih situasi di mana anda bisa menghargai bantuannya tetapi jarang memintanya. Pendekatan ini digunakan hanya pada situasi tertentu di mana anda bisa benar-benar menerima jawaban tidak.

Kalau anda mau mendapatkannya, anda harus meminta. Salah satu contohnya adalah : dia sedang disibukkan oleh suatu proyek penting. Anda tidak ingin menganggunya karena merasa ia sangat berkonsentrasi. Akan tetapi di sini lain, anda ingin berbicara dengannya. Anda tidak meminta waktu, tetapi anda meminta lebih banyak. Pria lebih bersedia menjawab ya, jika mereka memiliki kebebasan untuk menjawab tidak.

W : “Kamu mau tidak ngobrol dengan aku?”

P : “Aku sedang tidak bisa”

W: “Oke🙂 ”

Langkah 3 : BERLATIHLAH MEMINTA SECARA ASERTIF

Ketika anda telah melakukan langkah 2 dan menerima jawaban tidak dengan lapang dada, anda berarti siap melakukan langkah 3. Pada langkah ini anda mengerahkan kekuatan anda untuk mendapatkan apa yang anda inginkan. Minta dukungannya, dan bila ia mencari-cari alasan, anda tidak berhenti dan mengatakan “Oke” . Tunjukkan anda mau menerima penolakannya tetapi tunggu sampai ia mengatakan “ya”.

W : “Kamu mau tidak ngobrol denganku?”

P : “Aku sedang tidak bisa.”

W : “Kamu sibuk sekali belakangan ini. Aku kangen melewatkan waktu bersamamu. Mau tidak kmau mempertimbangkan untuk menemani aku?”

Lalu jangan katakan apa-apa lagi.

 Salah satu elemen kunci dalam meminta secara asertif adalah tidak mengatakan apa-apa lagi setelah anda meminta dukungannya. Jika anda memecahkan keheningan itu, anda kehilangan kekuatan anda.

Image sources :

http://www.wheelchairnet.org

http://hairbyclaudialasvegas.com

http://123rf.com

http://www.buyregenerect.net

About joice

I am girl, sweet, attractive, charming
This entry was posted in Psychology. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s