Saya orang Indonesia (Bag.2)

Pada bagian pertama, saya me nuangkan hal-hal yang saya tahu tentang Toraja, Makassar dan Jayapura. Pada bagian kedua ini, saya menjelaskan beberapa hal yang saya ketahui tentang Bandung, Malang, Cikarang, Jakarta dan Tembagapura.

1. Bandung

Selain 4 tahun kuliah di kota ini, saya pernah 1 tahun tinggal di Bandung sebelum TK dan 3 tahun ketika saya kelas 4 hingga 6 SD. Bandung jauh lebih sejuk ketika saya menghabiskan masa kecil saya di kota ini dibanding ketika saya datang lagi untuk kuliah.

Suasana kota bandung memang lebih cocok untuk liburan daripada kerja karena Bandung lebih hommy, lebih baik dan tidak kejam kepada penduduknya. Tetapi sejak ada tol cipularang, kota bandung bertambah macet terutama weekend atau libur panjang. Banyak yang dikunjungi pengunjung di kota ini, muali dari kuliner, wisata alam hingga tempat berbelanja seperti FO dan distro. Bukan hanya rasa makanan yang dicari oleh wisatawan kuliner di kota ini, tetapi juga suasananya yang comfy dan nyaman. Bandung terkenal dengan selera penduduknya yang stylish, tidak perlu bermerek, yang penting unik, lucu dan sedang jadi mode. Wisata alam yang ditawarkan juga banyak, Tangkuban Parahu, Lembang, Ciater, Maribaya, TaHuRa dan Ciwidey. Buat yang belum tahu, di Bandung ada Museum Geologi dan Museum Pos lho… tempatnya tidak jauh dari gedong sate.

Berbicara mengenai gedong sate, gedung ini merupakan ikon Bandung dari dahulu tetapi sekarang sepertinya mulai tergeser oleh jalan layang pasupati.  Tempat yang selalu saya kunjungi setiap ke Bandung bukan gerai FO atau tempat2 kulineran yang menjual suasana tetapi Jalan Braga ( Bragaweg). Jalan ini masih menyimpan peninggalan Belanda nya yang terlihat dari gedung-gedung nya membuat saya merasa di era penjajahan Belanda.

Salah satu tujuan wisata pengunjung Bandung adalah Lembang. Lembang terletak di utara Bandung dan memiliki hawa yang lebih sejuk dengan pemandangan yang lebih hijau dan asri. Selain sejuk, tempat ini juga terkenal dengan sate kelincinya. Cocok untuk tempat peristirahatan di akhir minggu. Punclut juga menarik untuk dikunjungi. Dari tempat ini, kita bisa melihat pemandangan kota Bandung dan dapat dinikmati dengan makan secara lesehan di warung-warung yang berjejer di daerah ini.

Saya juga sering mengunjungi kampus saya. Selain gedungnya yang artistik, kampus ini menyimpang banyak kenangan saya dan banyak memberikan pelajaran kepada saya.

2. Malang

Saya tidak terlalu banyak tahu tentang kota ini😀 Sedikit banyak mirip Bandung. Keduanya berhawa sejuk, berdekatanundefined dengan kota besar dan menjadi tujuan akhir pekan penduduk di kota besar tersebut. Selain itu, kedua kota ini memiliki daerah yang hawanya lebih sejuk ( Batu untuk Malang dan lembang untuk Bandung).

Tugu Malang terletak di dekat stasiun kereta dan kantor walikota. Tugu ini juga bertetangga tiga SMA Negeri : SMA 1, SMA 3 dan SMA 4. Saya suka dengan pemandangan tugu ini, bersih, asri, hijau dan cantik terutama bunga teratai nya😀 Kota ini memiliki restoran yang menjual ice cream yang terkenal yaitu Toko Oen. Selain menjajakan es krim, restoran ini juga menyajikan masakan lain yang suasana Belanda nya masih terasa.

Sejak dahulu kota ini khususnya Batu terkenal dengan Apel, baik buah Apel maupun hasil olahannya. Selain itu, oleh-oleh  khas kota ini adalah kripik buah, mulai dari nangka, apel, semangka, belimbing, telo bahkan wortel. Kripik tempe khas kota ini juga uuueeenaaak! saya lebih suka kripik tempe original dibanding yang berbumbu. Kripik singkongnya terutama yang brand Lumba-lumba juga enak, apalagi yang manis. Tahu petis, tahu campur dan bakso adalah beberapa makanan yang banyak dijajakan di kota ini. Malang memang terkenal dengan bakso nya. Teman saya mengatakan tidak ada bakso seenak bakso di Malang.

Batu dengan hawanya yang sejuk, buah-buahan yang segar ( bahkan katanya, keripik buah buatan kota Batu lebih enak daripada Malang, CMIIW), dan memiliki wahana yang selalu ramai dikunjungi, yaitu BNS dan JaTim Park.  Walaupun wahana yang dimiliki belum terlalu banyak, BNS selalu dipadati pengunjung. Wahana yang berkesan untuk saya adalah sepeda udara dan lampion garden. Masih banyak tujuan wisata yang belum saya kunjungi : Payung, Pulau Sempu,Ngliyep, Sendang Biru, Bale Kambang dan lainnya.

3. Cikarang

Hanya sekitar 4 bulan saya tinggal di kota ini, khususnya di Jababeka. Sejauh mata memandang, gedung-gedung pabrik yang terlihat. Ya, kota ini adalah kota industri. Setahu saya, pabrik di sini sebagian besar adalah perusahaan Korea dan Jepang ( salah satunya adalah kantor lama saya). Cuacanya cukup panas, seperti Jakarta. Sejauh yang saya lihat dan perhatikan, tatanan Jababeka cukup rapih, tidak semrawut dan tidak terlalu padat. Kawasan tempat tinggal terpisah dengan kawasan pabrik. Walaupun, ada satu dua pabrik yang terletak berdekatan dengan kawasan tempat tinggal. Sekolah, Rumah Sakit, Pasar, pertokoan bisa dijumpai di sini meskipun tidak selengkap Jakarta. Yang penting ada lah…🙂

Lippo Cikarang masuk dalam area Cikarang dan menurut saya lebih bagus daripada Jababeka. Penataan Lippo Cikarang
sangat bagus karena konsep hijau nya tidak dilupakan. Bangunan-bangunan di Lippo tertata rapih, gedung-gedungnya
lebih ok dan lebih mewah menurut saya. Akan tetapi, di Lippo juga terdapat pabrik tetapi tidak sebanyak Jababeka.

4. Jakarta

Who doesn’t know Jakarta? Seems that this city is growing, growing and growing so become more crowded everytime. Pusat pemerintahan, pusat perdagangan, industri. Semua berpusat di kota ini. Hampir semua orang tertarik untuk datang ke kota ini, bekerja dan berkarir. Walaupun sebagian dari orang-orang tersebut membenci jakarta, membenci kesemrawutan, banjir dan kemacetannya tetapi tetap saja memilih untuk bekerja di kota ini. Karir yang menggiurkan, tempat hiburan yang bejibun, gaji yang spektakuler, tempat berbelanja yang jumlahnya luar biasa dan gaya hidup yang menakjubkan.

Selain tempat-tempat yang gemerlap, Jakarta juga memiliki tempat-tempat yang kumuh. Sempitnya kota ini, biaya yangundefined besar untuk pembangunan tempat yang layak untuk tinggal serta kesenjangan sosial membuat banyak perkampungan kumuh.  Miris memang melihat banyak lahan yang digunakan untuk kepentingan beberapa orang seperti Mall ( Jakarta adalah kota yang memiliki Mall terbanyak, 134!), tempat hiburan lainnya sedangkan warga yang tidak mampu hanya menggunakan secuil tanah untuk membuat tempat naungan sementara yang tidak layak.

Beradaptasi dengan Jakarta agak sulit dibanding kota-kota lain menurut saya. Kehidupan di kota ini cukup keras. Kita tidak bisa bersantai menghadapinya. Persaingan yang tinggi, lingkungan yang kurang aman dan kesemrawutan. Karena kota ini adalah pusat segala sesuatu, kota ini menjadi begitu padat sehingga muncul wacana untuk memindahkan pusat pemerintahan ke kota lain. Bagaimana menurut anda? Dengan begitu banyak persoalan yang dihadapi kota ini, mari kita tetap optimis bahwa suatu saat satu persatu masalahnya akan terselesaikan.

5. Tembagapura

Kota ini merupakan “kota buatan” PT Freeport Indonesia yang didiami oleh karyawan PTFI dan keluarganya. Bukan hanya tempat tinggal yang ada di sini, tetapi juga fasilitas pendukung lainnya seperti Shopping Center, Fitness Center, Library, Gereja, Mesjid, Pusat Olahraga dan Messhall. Tembagapura atau yang bisa disebut juga mil 68 tidak begitu luas. Selain LV, alat transportasi yang digunakan di kota ini adalah Bis. Jadi, anda tidak akan menemukan sepeda motor di sini. Kota ini sangat dingin. Pagi cukup hangat dengan sinar matahari, namun semakin siang cuaca di kota ini makin dingin. Hampir setiap hari hujan di Tembagapura. Ada juga pemukiman untuk karyawan PTFI lainnya yang berdekatan dengan Tembagapura yaitu Hidden Valley (mil 66) dan Rainbow. Hidden Valley dan Rainbow dihuni oleh karyawan PTFI yang sudah berkeluarga.

Ada orang yang pernah berkata, hubungan sosial di sana bersifat artifisial. Saya tidak tahu kenapa dia mengatakan artifisial. Namun yang saya rasakan, hubungan sosial di sana terjalin dengan baik. Tidak ada mall yang menarik perhatian, tidak ada pusat hiburan lainnya yang menarik perhatian, tidak ada wisata kuliner dan tidak ada macet yang menghabiskan waktu.

Karena tidak ada kegiatan lain setelah kerja, banyak penduduk Tembagapura saling bertemu satu sama lain hanya sekedar untuk mengobrol. Bertemu dengan tetangga sebelah rumah, bercengkrama, atau di fasilitas umum seperti library, fitness center, shopping center atau messhall, atau bahkan restoran/cafe. Atau mungkin juga lewat kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh rumah ibadah, komunitas atau tempat kerja. Ketika saya 2 bulan di sana untuk internship, lebih dari satu kali saya menghadiri kegiatan yang diadakan di sport hall. Ada bazaar dari komunitas tertentu, perayaan 17 Agustus-an, dan lainnya. Hal-hal ini membuat setiap warga mengenal oranglain yang ada di Tembagapura.

Saya besar di daerah timur di mana pendatang kebanyakan brasal dari indonesia timur. Kemudian saya kuliah dan kerja di Indonesia barat. Kalau Jawa Timur mungkin lebih familiar dengan orang-orang Indonesia timur dan lumayan tahu tentang Indonesia timur. Berbeda dengan Bandung yang keragaman pendatang Indonesia timur nya sangat sedikit. Saya senang karena saya cukup mengerti Indonesia timur dan bertemu orang Indonesia timur di Jayapura, dan saya juga bertemu orang Indonesia barat di Bandung. Mengerti budaya mereka, kebiasaan mereka dan prinsip yang mereka pegang.

I Love Indonesia!

Source image :

http://budimanbear.blogspot.com

http://www.farindra.com

http://cybernews.cbn.net.id

http://vemayasari.student.umm.ac.id

About joice

I am girl, sweet, attractive, charming
This entry was posted in My Stuff. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s