Personality : Choleric, Sanguine, Melancholic, Phlegmatic

Saya mulai tertarik dengan hal-hal berbau psikologis, terutama keempat jenis karakter sejak saya kuliah tingkat 1. Saya pertama kali mendengar istilah-istilah sanguin, koleris, melankolis dan flegmatis (ternyata) pada waktu kelas 5 atau 6 SD namun hanya sekilas. Waktu saya SMA saya juga sempat mendengar namun sekilas. Saya benar-benar tertarik ketika saya memasuki bangku kuliah. It’s nice to know everybody personality so you know how to treat her/him.

Keempat jenis karakter saya sudah jelaskan pada artikel-artikel sebelumnya. Sengaja saya pisahkan agar lebih enak dibaca.  Sebagian besar isi postingan tersebut bersumber dari Personality Plus karangan Florence Littauer yang merupakan seorang gabungan watak Sanguin dan Koleris (like me🙂 ). Florence terinspirasi oleh buku yang ditulis Tim LaHaye, Spirit COntrolled Temperament. Empat watak ini didefinisikan sudah sejak lama, bahkan 400 tahun Sebelum Masehi oleh Hippocrates. 500 tahun sebelum Hipoccrates pun, Alkitab sudah mengelompokkannya.

Buku yang ditulis oleh Florence ini sangat menjelaskan mengenai tiap watak dengan jelas dan sudah banyak dibaca oleh banyak orang. Saya (akhirnya) menulis mengenai empat watak ini karena seorang Flegmatis yang sangat ingin menjadi Koleris. Padahal Flegmatis memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh Koleris ( Hopefully, you with this article, you know your strength of Phlegmatic darling🙂 ). Buku ini cukup menjelaskan dengan rinci. Sang inspirator, Tim LaHaye adalah psikolog yang handal dan sangat mengerti tentang karakter-karakter ini. Buku lainnya yang berjudul I Love You, But Why Are We So Different? menjelaskan sifat dasar dari perpaduan  dua karakter ( ex : Sanguin – Koleris, Flegmatis-Koleris, etc) dan membahas mengenai couple yang awalnya begitu mencintai namun saling menyakiti karena berbeda. Buku yang cukup bagus untuk couple.

Seorang teman saya bertanya, apa gunanya mempelajari karakter? Pertama, memahami diri sendiri. Menemukan kelebihan kita dan mengembangkannya serta menemukan kelemahan kita dan meminimalkannya. Kita kadang tidak sadar kelemahan dan kelebihan kita hingga seseorang atau sebuah buku memberitahu kita. Kedua, memahami orang lain. Tidak mudah menebak karakter seseorang, namun seiring berjalannya waktu, lewat jam terbang yang banyak, kita makin mudah menebak karakter orang lain dan tahu bagaimana behave terhadap mereka.

Buku mengenai karakter ini banyak, bahkan anda dapat menemukannya di internet. Namun, cara belajar yang paling baik adalah melihat contoh nyata dengan mengamati tiap orang di sekitar anda sehingga anda mengerti yang dimaksud dalam buku-buku ini.

Selamat mempelajari Empat Watak : Koleris, Sanguin, Flegmatis, Melankolis.

About joice

I am girl, sweet, attractive, charming
This entry was posted in Psychology. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s