Pria dan Wanita Berbeda

Beberapa tahun terakhir ini, kaum feminis tidak mengakui hal yang telah jelas yaitu  : Pria dan Wanita Berbeda ( Tim LaHaye, 2005). Hal ini sering dikaburkan dengan emansipasi wanita. Banyak orang berpikir dengan emansipasi wanita, wanita benar-benar sama dengan pria. Ekstrimnya, ada yang berpikir tanggung jawab, fungsi serta kemampuan basic seorang pria harus dimiliki oleh wanita dan sebaiknya.

Apa sih emansipasi itu?

istilah yang digunakan untuk menjelaskan sejumlah usaha untuk mendapatkan hak politik maupun persamaan derajat, sering bagi kelompok yang tak diberi hak secara spesifik, atau secara lebih umum dalam pembahasan masalah seperti itu. ” – Wikipedia

” To free from bondage, oppression, or restraint; liberate. ” – Freedictionary

Emansipasi, tepatnya emansipasi wanita menurut teman saya adalah mengembalikan hak-hak perempuan yang saat ini belum diberikan. Pengembalian hak-hak itu adalah HAM, hak yang dimiliki oleh setiap individu, tidak memandang jenis kelamin dan dimiliki sejak dalam kandungan.

HAM meliputi : Hak untuk hidup, memperoleh pendidikan, hidup bersama-sama seperti orang lain, mendapatkan perlakuan yang sama,mendapatkan pekerjaan. Hak-hak ini lah yang diperjuangkan oleh Kartini (memperoleh pendidikan) dan wanita-wanita di Inggris (hak memilih, hak suara). Namun di atas semua hak ini, pria dan wanita berbeda. Contohnya, melahirkan adalah tugas wanita. Mencari nafkah adalah tugas pria ( saya tidak mengatakan wanita tidak boleh bekerja lho. Boleh saja asal tujuannya mengaktualkan diri dan membantu penghasilan suami, asal bukan pencari nafkah utama).

Mengatakan pria dan wanita berbeda bukan berarti wanita inferior. Ada beberapa bidang di mana wanita superior dan ada beberapa bidang di mana pria superior.

Dr. James Dobson, seorang pakar dalam bidang keluarga mengatakan bahwa

Pria dan Wanita memang berbeda secara anatomis, seksual, emosional, psikologis dan biokimiawi. Kita berbeda dalam setiap sel tubuh kitga karena masing-masing membawa pola kromosom yang unik. Operasi perubahan jenis kelamin hanya mengubah alat kelamin bagian luar melalui operasi, dan silikon dapat digunakan untuk membentuk payudara. Kemudian hormon disuntikkan. Namun, TIDAK ADA yang dapat dilakukan untuk mengubah jenis kelamin yang telah Allah cipatakan pada saat pembuahan. Sejak terciptanya kehidupan yang paling awal sampai saat kematian, “pria” atau “wanita” tetap terbaca dalam setiap sel. Alkitab mengatakan dengan tegas, “Laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka” (Kejadian 1:27).

Saya sangat yakin bahwa setiap jenis kelamin memperlihatkan karakteristik emosional yang unik yang diturunkan secara genetis. Pengaruh budaya tidak dapat mempengaruhi orisinalitas ini. Pria dan wanita adalah ciptaan Allah yang orisinal, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan yang saling mengimbangi dan saling terkait satu sama lain. Ini adalah rancangan indah yang tidak boleh dikacaukan.

Dengan perbedaan unik dalam hal anatomi, seksual, emosi , psikologi dan biokimiawi, pria dan wanita berfungsi dengan cara yang berbeda. Perbedaan-perbedaan ini membuat kita tertarik kepada lawan jenis. Jika tidak ada perbedaan, tidak ada alasan untuk jatuh cinta kepada lawan jenis bukan?

Penelitian pun menunjukkan bahwa otak pria dan wanita berbeda. Hal ini membuat wanita lebih ahli di bidang tertentu dibanding pria dan sebaliknya, pria lebih ahli di bidang tertentu dibanding wanita. Contohnya, wanita umumnya lebih unggul dalam verbal sehingga jumlah kata yang dikeluarkan wanita dalam satu hari lebih banyak daripada pria. Hal ini membuat anak perempuan lebih cepat berbicara dibanding anak laki-laki. Pria umumnya lebih unggul dalam bidang geografi/geometri sehingga mereka lebih mudah menghapal jalan, arah dan peta dibanding wanita. Oleh sebab itu, bidang teknik lebih banyak diminati pria.

Perbedaan antara otak pria dan wanita adalah sebagai berikut : [1]

Otak pria sangat tersistematis, dengan kemampuan yang tinggi untuk mengelompokkan segala sesuatu, kemampuan yang rendah untuk multitasking, kemampuan yang tinggi untuk mengontrol emosi, orientasi hubungan (relasional) yang rendah, orientasi kerja yang tinggi, kemampuan yang tinggi untuk “mengasingkan diri”, kecenderungan untuk bertindak lebih dulu baru berpikir kemudian jika mengalami stress, respon yang agresif terhadap resiko, dan kecenderungan untuk berkompetisi dengan para pria lain.

Otak wanita mempunyai tingkat empati yang tinggi, kemampuan yang rendah untuk menggolong-golongkan, kemampuan yang tinggi untuk multitasking, kemampuan yang rendah untuk mengontrol emosi, mempunyai orientasi hubungan (relasional), orientasi kerja yang rendah, kemampuan yang rendah untuk “mengasingkan diri”, kecenderungan untuk berpikir dan merasa terlebih dahulu sebelum bertindak dalam meresponi stress, respon yang berhati-hati terhadap resiko, dan kecenderungan untuk bekerja sama dengan para wanita lain.

Dengan perbedaan ini, cara berpikir, berbicara, pendekatan dan kebutuhan pria dan wanita berbeda. Jauh sebelum otak manusia diteliti, Alkitab sudah menjelaskan kebutuhan pria dan wanita yang berbeda : pria butuh dihormati dan wanita butuh dicintai. Pendekatan, cara berpikir dan berbicara yang berbeda ini yang mendorong Dr.Gray, Gary Smalley, Tim LaHaye dan psikolog-psikolog lainnya membuat buku, menjelaskan teori dan contoh nyata bagaimana mendekati lawan jenis, menjelaskan bagaimana cara berpikir baik pria dan wanita. Pria dan wanita biasa diumpamakan seperti mars-venus, wafer-bakmi, dan kerbau-kupu-kupu.

Cara berkomunikasi kedua jenis kelamin ini berbeda [1] :

Pria biasanya cenderung berfokus pada fakta-fakta, sedangkan percakapan wanita cenderung menekankan pada perasaan di balik fakta-fakta. Para pria mengatasi masalah paling baik dengan memikirkan satu masalah pada satu waktu, biasanya dengan berpikir sendiri. Namun wanita secara umum perlu membicarakan masalah mereka dengan orang lain untuk memproses pikiran mereka. Pria mendekati suatu situasi dengan keinginan kuat untuk membuat keputusan dan mengambil tindakan, sementara wanita kadang hanya ingin membicarakan bagaimana perasaan mereka tentang situasi yang sama.

Perbedaan antara pria dan wanita ini juga saya jelaskan di postingan saya sebelumnya.

Dari awal penciptaan pria dan wanita, Allah sudah membuat berbeda. Pria diciptakan dari tanah liat dan wanita diciptakan dari tulang rusuk. Jadi, pria dan wanita memang berbeda. Tidak ada yang lebih baik karena semua sama di hadapan Tuhan hanya tiap jenis memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Emansipasi yang menegakkan HAM dan mengembalikan hak yang dimiliki oleh wanita boleh dilakukan tetapi jangan sampai tercampur dengan tindakan menyamakan pria dan wanita.

 

[1] : http://kangsata.wordpress.com/2009/01/30/perbedaan-otak-pria-dan-wanita/

Source image :

http://www.lienaaifen.com

http://startinspiration.blogspot.com

http://www.sesawi.net

 

 

 

 

About joice

I am girl, sweet, attractive, charming
This entry was posted in Psychology. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s