Tuhan yang Berperang Ganti Kita

By : Charles Kamasi

Tuhan menyelamatkan kita untuk menaruh kita di medan perang. Oleh sebab itu Tuhan menyediakan senjata rohani / perlengkapan rohani ( Efesus 6 : 11-17). Kita disebut pemenang. Agar menang, kita harus berperang.

Gideon adalah seorang yang ordinary tetapi menjadi extraordinary karenga bersama Tuhan. Suatu ketika ia hendak pergi berperang melawan orang Midian yang menjajah Orang Israel ( Hakim-Hakim 7 : 1-25). Awalnya, dia membawa pasukan sebanyak 32.000 orang. Tetapi Tuhan menyaringnya menjadi 10.000 orang. Tuhan melihat jumlah itu masih banyak sehingga Tuhan menyaringnya kembali menjadi 300 orang. Whaaaaaaat???? just 300 men! Di atas kertas, pasukan berjumlah 32.000 orang pasti lebih mungkin memperoleh kemenangan dibanding pasukan 300 orang. Senjata yang digunakan oleh 300 orang ini bukan pedang yang tajam, bukan tameng yang kuat. Mereka menggunakan sangkakala, buyung dan suluh ( ay.16). Bayangkan, hanya 300 orang dengan senjata yang tidak masuk akal. Gideon maju berperang dengan keadaan yang musttahil menang. Apakah Gideon protes? Tidak karena Gideon mengingat pada waktu dia meminta tanda kepada Tuhan ( Hakim-Hakim 6 : 17-23), Tuhan sanggup melakukan. Kita tahu akhirnya Gideon menang. Tuhan dapat membuat Gideon menang dengan 32.000 pasukan bersenjata lengkap. Angka 32.000 ini bisa menimbulkan self-confident. Oleh sebab itu Tuhan memangkas jumlah mereka dengan persenjataan yang tidak masuk akal untuk menunjukkan bahwa peperangan ini adalah milik Tuhan.

Alkitab mencatat bahwa Tuhan Allah menggunakan orang-orang yang tidak diperhitungkan. Sebut saja seorang wanita, Debora yang Tuhan pakai memimpin Israel. Atau Yael yang dengan berani membunuh panglima Sisera dan menyelamatkan Israel. Esther bahkan menyelamatkan nyawa bangsanya dari pembunuhan massal. Daud yang masih muda belia berani dan mengalahkan Goliat. Murid-murid Yesus yang tidak memiliki latar belakang pendidikan yang hebat namun membuat orang tercengang. Yusuf, seorang tahanan bisa menyelamatkan Mesir dari kelaparan bahkan menyediakan makanan bagi keluarganya. Dan masih banyak orang yang tidak diperhitungkan lainnya yang dipakai luar biasa oleh Tuhan.

Kemenangan kita bukan ditentukan oleh seberapa besar atau seberapa hebat musuh kita. Namun fokus kepada siapa kita berperang. Begitu juga dengan masalah. Jangan fokus kepada seberapa besar masalah yang kita hadapi, jangan fokus kepada problem, penyakit dan masalah lainnya yang kita hadapi. Tetapi, fokuslah kepada siapa yang bersama kita yaitu Tuhan. Akan tetapi, kita sering merasa bahwa masalah ini milik kita sehingga kita harus berjuang melawan masalah itu dan Tuhan menolong kita seolah-olah Tuhan hanya asisten kita. Yang harus kita lakukan adalah menaruh Tuhan di depan kita. Tuhan yang berperang ganti kita. The Cross is sufficient. Dosa aja bisa ditanggung Tuhan apalagi penyakit, masalah dan problem kita. Yang mencari rumput adalah Gembala bukan? bukan domba yang mencari rumput. Gembala berjalan di depan domba untuk menuntun mereka bukan? Letakkan Tuhan di depanmu!

Tuhan mampu melakukan perkara yang besar dan ajaib. Jangan pernah merasa sendiri. Tuhan bisa mengubah seseorang yang ordinary menjadi extraordinary. Ingat, masalah mungkin masalah kita tetapi Tuhan di depan kita. Tuhan ngomong kok kalau dia berperang melawan kita oleh sebab itu letakkan Yesus di depanmu. Oleh sebab itu serahkan ketergantungan kita kepada Tuhan. Sering kita menyalahkan Tuhan atas masalah yang kita hadapi. Padahal mungkin kita tidak menaruh Tuhan di depan kita.

Jadi, betapapun besar masalah kita, ingat ada Tuhan! Paulus berkata, Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku ( FIlipi 4 : 13). Salah satu contoh mengenai ketergantungan kepada Allah yaitu ketika bangsa Israel melawan sebuah kota yaitu Ai ( Yosua 7 : 1-5). Karena mereka telah berhasil menundukkan Yerikho yang besar, mereka menganggap remeh kota Ai yang kecil sehingga mereka meninggalkan ketergantungan mereka kepada Allah. Akibatnya mereka kalah. Ketergantungan akan Tuhan itu sangat penting. Doa menunjukkan ketergantungan kita kepada Tuhan. Doa itu tidak ditentukan oleh indahnya kata-kata tetapi bagaimana ketergantungan kita dan penyerahan diri kita kepada Tuhan.

Ketika kita menerima Yesus di dalam hati kita, Dia akan masuk dan sehidangan dengan kita ( Wahyu 3 : 20). Jika kita sehidangan dengan orang lain, berarti apa yang kita makan, itu juga yang dimakan oleh orang itu. Begitu pula ketika Yesus mengatakan sehidangan dengan kita. Apa yang kita rasakan, Dia juga rasakan. Apa yang kita pikirkan, Dia juga pikirkan bahkan memberikan solusi. Jadi, apapun masalah kita, salib Kristus bisa menolong. Asal kita menaruh Tuhan di depan, bergantung atau berserah dan memulai kemenangan itu bukan minggu depan, bukan besok tetapi hari ini.

 

Source Image :

http://www.godsoutreachministryint.org

http://kingsenglish.info

http://restministries.com

http://kgunner.in

About joice

I am girl, sweet, attractive, charming
This entry was posted in Divinity. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s