Kampus Saya Didemo!

Jikalau anda memperhatikan berita akhir-akhir ini, anda pasti mengetahui aksi seorang mahasiswa yang membakar dirinya sebagai bentuk protes kepada pemerintah. Well, aksi yang jarang bahkan mungkin belum pernah. Biasanya aksi yang dilakukan mahasiswa adalah demo. Beritanya bisa dibaca di link ini . Jujur, saya tidak memahami alasan sebenarnya. Saya sudah berusaha melogikannya tetapi tetap saja menurut saya ada cara-cara lain yang lebih efektif ( IMHO😀 ). Sebuah situs mencoba menjelaskan alasan sang mahasiswa melakukan aksi itu.

Pergerakan memang selalu sipelopori oleh kaum muda. Pergerakan yang membuat sebuah perubahan. Salah satu contohnya adalah ketika Soeharto turun. Demo yang efektif dan berguna menurut saya. Namun, setelah itu, banyak sekali demo-demo yang dilakukan mahasiswa. Bahkan ada beberapa pendemo yang sengaja dibayar  tanpa tahu makna dan tujuan demo itu sendiri. Mereka mungkin tidak menyadari bahwa demo-demo ini bisa memberikan predikat “tidak aman” kepada kota dan negara kita. Well, bukan itu inti dari tulisan ini.

Twitter, sebuah social media network yang sangat berkembang juga berfungsi sebagai sumber berita. Anda bisa mengetahui berita-berita terbaru dengan melihat timeline. Dari twitter saya mengetahui bahwa kampus saya didemo. Ternyata alasannya adalah kampus saya dinilai tidak memiliki solidaritas terhadap mahasiswa yang melakukan aksi bakar diri tersebut. Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi melakukan demo di depan kampus karena mahasiswa kampus saya ini tidak ikut demo. Anda bisa membaca beritanya di sini. Berita itu menyebutkan bahwa ratusan mahasiswa memaksa masuk ke kampus tetapi dihalangi pihak keamanan (thx pak satpam🙂  ). I couldn’t imagine If I had been still there. Bukannya tidak mungkin akan jatuh korban bukan? Mengapa menunjukkan solidaritas seperti itu harus lewat tindakan yang menimbulkan kericuhan? Sorry, really sorry, bukan karena kampus saya yang didemo tapi menurut saya menunjukkan solidaritas akan perjuangan bukang begitu🙂

Menurut saya, solidaritas adalah mengingatkan atau mencegah atau memberkan alternatif lain kepada teman kita yang melakukan suatu tindakan yang menurut kita kurang sesuai. Apabila teman anda terjun ke jurang, apakah anda akan terjun ke jurang karena solidaritas?

Solidaritas tidak harus ditunjukkan lewat demo. Kamu bisa menunjukkan solidaritas dengan cara mengingat perjuangan teman mahasiswa yang melakukan aksi bakar diri itu. Sehingga hal itu mendorongmu untuk melakukan tanggung jawabmu sebagai mahasiswa. Ingat, tugas utama mahasiswa adalah belajar lho. Percuma kamu demo sana sini kalau kuliahmu terlunta-lunta. Orang melihat bukti nyata kok🙂 Dengan mengingat perjuangan itu, kamu harusnya terpacu membangun neger ini. Ingat, kamu adalah tulang punggung bangsa. Ketika kamu sudah memegang jabatan dan bertanggung jawab atas hidup bangsa ini, dan ketika ada keinginan untuk melakukan hal-hal yang tidak benar, ingat perjuangan itu. Dia prihatin akan bangsa ini. Jangan sampai, kamu yang mengaku memiliki solidaritas tetapi kelak malah kamu yang merusak nasib bangsa ini.

Solidaritas tidak perlu ditunjukkan dengan demo apalagi ada tindakan anarkis. Tunjukkan lewat perjuanganmu membangun bangsa ini.

 

Sumber gambar :

http://www.kaskus.us/showthread.php?t=11985015

http://www.kaskus.us/showthread.php?t=11984867

About joice

I am girl, sweet, attractive, charming
This entry was posted in My Stuff. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s