Kasih yang Kekal

Dari jauh TUHAN menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu.” Yeremia 31:3

Sadarilah dan tidak cuma mengetahui bahwa Allah mengasihi dan mengubah kita dengan kasihNya yang kekal. Apa yang kita ketahui tidak mengubah kita. Namun apa yang kita sadari, dapat mengubah hidup kita. Kasih yang kekal adalah Kasih Bapa Sorgawi.

Mengapa Tuhan Yesus datang dengan cara seperti itu ke dunia? Karena Dia ingin menunjukkan kasih Bapa Sorgawi. Oleh sebab itu, selama di dunia dia menyebut dirinya Anak Allah dan memanggil Bapa. Suatu hari, beberapa anak-anak disuruh untuk menggambarkan Tuhan menurut mereka. Ada yang menggambarkan orang yang memegang remote control yang dapat mengontrol apapun. Ada juga yang menggambarkan Tuhan dengan sesuatu yang besar, yang megah atau malah menakutkan. Ada beberapa orang yang menggambarkan Tuhan dengan matahari, gunung atau bahkan hakim yang menakutkan. Begitu banyak gambaran tentang Tuhan dalam pikiran manusia dan kebanyakan adalah sesuatu yang besar, jauh bahkan menakutkan. Betul, Tuhan tidak beranak dan diperanakkan. Tidak semua anak itu diperanakkan, contohnya anak kunci, anak sungai. Mengapa Yesus menyebut diriNya anak? Karena Dia ingin menunjukkan gambaran Allah kepada kita yaitu Bapa. Dia ingin mengubah persepsi manusia tentang Allah yang sebelumnya adalah sesuatu yang besar, jauh dan menakutkan menjadi Bapa, sosok yang memiliki kasih yang tak terbatas, kasih yang kekal. Karena kita tidak memiliki gambaran kasih di dunia, sehingga Yesus datang ke dunia untuk menunjukkan kasih itu.

Ketika Yesus datang dan lahir di dunia kemudian setelah dewasa, dia dibaptis, terdengar suara dari surga berkata : “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” Ini adalah dasar hidup kita yaitu Kasih Bapa. Yang membuat Yesus selalu menang adalah dasar bahwa Dia dikasihi. Setelah berpuasa 40 hari  40 malam di padang gurun, setan mencobai Yesus bahkan menyebut dan menantangNya dengan kata Anak Allah. Setan mencobai Yesus dengan berbagai kata-tetapi dia tidak berani mengeluarkan kata Kasih. Setan tidak berani berkata : Jika Engkau Anak yang dikasihi Bapa.

Sebuah perumpamaan di Alkitab mengenai kasih yang kekal adalah perumpamaan mengenai anak bungsu yang hilang ( Lukas 15:11-23). Bapa dalam perumpamaan ini memiliki kasih yang luar biasa. Tidak ada bapa di dunia yang seperti ini. Bapa dalam perumpamaan ini adalah gambaran Bapa Surgawi. Seperti yang telah kita sering dengar, anak bungsu ini meminta bagiannya sebelum waktunya dan pergi ke negeri yang jauh kemudian menghambur-hamburkan uangnya. Suatu ketika  dia jatuh miskin dan harus tinggal di kandang babi. Babi adalah haram bagi orang Yahudi saat itu sehingga bisa disimpulkan negeri tempat anak bungsu ini berada sekarang adalah negeri yang jauh. Ironisnya, dia bahkan makan ampas makanan babi. Padahal dia memiliki Bapa yang sangat amat kaya (ay.17). Ingat ini, Bapamu yang di surga itu amat sangat kaya.

Dulu kita pikir bahwa anak bungsu ini kembali ke Bapanya karena menyesal. Tidak ternyata. Dia kembali ke Bapanya bukan karena menyesal tetapi kelaparan. Satu-satunya tempat makan gratis dan berlimpah-limpah untuk seorang upahan ada hanya di rumah Bapanya. Dia berpikir, mana mungkin bapanya menerima nya kembali setelah dia durhaka. Oleh sebab itu dia merancangkan sebuah kalimat dan menawarkan dirinya menjadi pelayan saja ( ay.18-19). Ketika Bapanya melihat anak bungsu ini dari jauh, dia tergerak dengan belas kasihan. Inilah kasih yang kekal. Dia tergerak tanpa anaknya berlaku apapun. Dia tidak berjalan, dia berlari kencang. Di budaya Yahudi, orang tua berlari ke anaknya adalah sebuah pantangan. Apalagi Bapa ini adalah orang kaya sehingga menggunakan jubah maka ketika berlari dia harus mengangkat jubahnya. Bayangkan, hal ini sungguh memalukan apalagi untuk orang zaman dahulu. Tetapi dia tidak peduli karena dia benar-benar mengasihi anak bungsu nya. Kasihnya beyond kasih kita. Ketika bertemu anaknya, dia mencium nya berkali-kali tanpa menghiraukan bau anaknya yang mungkin tidak mandi beberapa hari bahkan bau babi.

Setelah bertemu, anak bungsu ini kemudian melakukan rencananya yang sudah dirancangkan yaitu kata-kata penyesalan dan menawarkan diri menjadi pelayan. Namun sebelum kata-kata anak ini selesai, Bapanya menyelanya dan memanggil pelayan-pelayan untuk memakaikan dia jubah, cincin dan sepatu ( ay.21-22) bahkan mengadakan pesta untuk anak ini (ay.23-24). Bapanya tidak mengungkit-ungkit kesalahan sang anak. Dia tidak mengingat-ingat dosa anaknya. Tidak ada bapa di dunia seperti ini. Yesus ketika menceritakan perumpamaan ini sedang menceritakan kasih Bapa Sorgawi.

Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.” Roma 5:8

Tuhan Yesus sudah mati bagi kita bahkan saat kita berdosa. Setan tidak akan mengalahkanmu jika dirimu yakin dengan kasih Allah. Kita bisa menjadi lebih dari pemenang karena kasih Allah. Apa yang membuatmu ragu terhadap kasih Allah? dosa?  Ingat Tuhan sudah mati bagi kita bahkan di saat kita berdosa. Dosa sebesar dan sekotor apapun tidak akan menghentikan kasih Allah. Namun kasih Allah yang dapat menghentikan dosa.

by : Pdt. Donny Tompunu

Gambar diambil dari :

http://loudcry.org

http://www.rpmministries.org

About joice

I am girl, sweet, attractive, charming
This entry was posted in Divinity. Bookmark the permalink.

One Response to Kasih yang Kekal

  1. Irma Bela says:

    Puji Tuhan..
    pak Pendeta saya Mohon doakan saya ..
    Supaya saya cepat dapat pekerjaan..

    dan mohon doakan teman saya Dedi putra simanjuntak..
    supaya dia sadar dan lepas dari keterikatan dgan kuasa lain..
    kami ingin dia kembali seperti dlu..

    mohon bapak pendeta.. Tuhan memberkati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s