Tipologi Dasar Manusia

1.  Extrovert <-> Introvert ( E:I)

Umumnya orang extrovert adalah orang yang terbuka, blak-blakan dalam berbicara, senang bergaul dengan orang lain dan mendapat motivasi dari hasil berinteraksi dengan orang lain. Seorang extrovert tidak dapat hidup tanpa orang lain, senang bekerja dengan orang lain, cenderung kurang independen dan bahkan senang memperhatikan hal-hal di luarnya. Sedangkan orang introvert cenderung memiliki sifat yang senang bekerja sendiri dan agak tertutup secara sosial, tenang mengambil keputusan terlepas dari kendala-kendala yang ada, independen, bekerja dengan ide-ide, berhati-hati terhadap generalisasi dan sebelum berbuat.

Kelemahan dari orang extrovert adalah membutuhkan perubahan dan variasi setiap saat, cenderung impulsive ( meledak-ledak), kurang dapat bekerja secara mandiri dan ada kecenderungan tidak dapat bekerja tanpa bantuan orang lain. Sedangkan kelemahan orang introvert adalah menghindari orang lain sehingga sulit dimengerti oleh orang lain, memerlukan ketenangan dalam bekerja, tidak suka diinterupsi dan sering kehilangan kesempatan.

2. Intuition <-> Sensation (N:S)

Intuition adalah perilaku yang lebih menitikberatkan pada dorongan naluri atau intuisinya. Sensation adalah perilaku yang lebih menyukai hal-hal yang konkret, nyata, faktual , tersusun dan teraba. Orang Intuitif umumnya menyukai kemungkinan, teori, hal-hal makro, penemuan dan hal-hal baru. Biasanya memiliki daya imajinasi yang tinggi, memandang dirinya seorang yang inovatif dan bia melihat ke depan. Kadang punya gagasan baru yang sebelumnya belum terpikirkan orang lain. Dengan mudah menyelesaikan masalah walaupun dirinya cenderung membuat masalah. Menangani hal-hal yang ruwet, menjabarkan ide-ide baru. Cenderung memperhatikan masa yang akan datang.

Orang sensation biasanya memiliki ciri-ciri yaitu senang hal mikro, memikirkan kondisi saat ini, mengingat hal-hal yang kecil dan faktuil. Bekerja dengan hal-hal kecil yang membosankan dan berhati-hati serta sistematis. Kelemahan dari orang intuitif adalah spekulatif, adanya kecenderungan senang membanggakan diri sendiri, kurang sabar dengan hal yang membosankan, kurang memperhatikan hal-hal yang aktual dan praktis, ada kecenderungan tergesa-gesa dalam mengambil keputusan dan membiarkan hal-hal terkini terlepas dari ingatan. Sedangkan kelemahan orang sensation adalah tidak menjabarkan hal yang baru, mengalami frustasi terhadap yang ruwet, kehilangan jangkauan menyeluruh dalam berpikir, kurang mempercayai intuisi dan memilih tidak membayangkan hari esok.

3. Thinking <-> Feeling

Orang yang bertipe thinking biasanya lebih menitikberatkan pada pertimbangan pemikiran dalam melakukan sesuatu. Sedangkan orang yang bertipe feeling membuat keputusan tentang perikehidupan manusia, kejadian-kejadian dan benda-benda atas dasar rasa empati (tepo seliro), kehangatan dan nilai-nilai pribadi.

Ciri-ciri tipe thinking adalah cenderung bertindak logis, kritis, objektif dan sesuai dengan kaidah-kaidah/aturan yang ada. Teratur, berkemampuan kritis, adil dan kokoh. Keputusan diambil berdasarkan data dan fakta yang ada. Sedangkan tipe feeling biasanya mempertimbangkan perasaan orang lain, mengerti kebutuhan dan nila-nilai. Berminat terhadap perdamaian dan membujuk/mendorong orang lain berbuat positif.

Kelemahan tipe thinking adalah kurang mengerti nilai orang lian, kurang memperhatikan perasaan orang lain. Kurang berminat terhadap perdamaian, kurang berminat membujuk dan menunjukkan belas kasihan kepada orang lain. Dikendalikan tugas atau rencana. Kelemahan tipe feeling adalah tidak objektif, kurang dikendalikan logika, kurang teratur, terlampau menerima dan mendasarkan kebenaran pada perasaan.

4. Judging <-> Perceiving

Orang yang bertipe judging biasanya mendasarkan diri pada penilaian. Sedangkan orang perceiver (pengamat) adalah seorang penghimpun, ingin mengetahui banyak sebelum memutuskan. Orang yang bertipe judging umumnya bertindak tegas, berorientasi pada pemenuhan tugas yang dipikulnya, suka mengatur dan menguasai, memiliki prinsip yang kuat dan memutuskan dengan tegas serta merencanakan sesuatu. Kelemahannya adalah kaku, keras kepala, dikendalikan oleh tugas/rencana, suka menilai sesuatu, ada kecenderungan mengambl keputusan dengan data yang kurang dan tidak menginginkan pekerjaannya diinterupsi.

Orang yang bertipe perceiver cenderung berkompromi, melihat semua segi persoalan, luwes, dapat menyesuaikan diri. Memutuskan berdasrkan semua data dan tidak mudah memutuskan. Sedangkan kelemahannya adalah kurang teratur, mudah beralih perhatiannya dari tugas, kurang bisa menyelesaikan proyek dan agak peragu.

Penjabaran di atas adalah garis besarnya saja dan bukan nilai yang mutlak. Bisa saja ada ciri yang tidak anda miliki atau anda miliki tapi dalam tingkat minor. Saya pernah mengetest diri saya dan hasilnya adalah ENTJ ( Extrovert, Intuition, Thinking, Judging) yang bisa anda lihat di sini . Bagaimana dengan anda?

Referensi : M-Times ( Edisi September 2011)

 

About joice

I am girl, sweet, attractive, charming
This entry was posted in Psychology. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s