Kuliner di Malang Part I

Kata teman saya , “Kalau ke Malang musti nyoba kulinernya!”

Menurut beberapa orang, Malang terkenal dengan bakso nya. Mungkin frasa “Bakso Malang” bisa dijadikan bukti. Tidak ada Bakso yang diikuti nama kota selain Malang. Selain itu, saya hanya tahu satu dua kuliner. Karena saya tidak punya referensi mengenai kuliner di Malang dan sayangnya teman-teman saya tidak memiliki referensi yang cukup mengenai kuliner di Malang. Kalau ada yang memiliki referensi kuliner Malang yang lengkap, boleh di-share🙂

Oleh sebab itu, di postingan ini saya share kuliner yang akhirnya saya temukan dan icip di Malang🙂

1. Bakso Malang

Kandungan daging segar yang banyak dalam bakso di Malang ini membuat bakso malang nikmat. 1,5 tahun yang lalu saya pernah mencoba bakso di dekat Stasiun Tugu. Dalam persepsi saya, makanan yang dijual di stasiun, selain rasanya yang standar ( atau dibawah standar) harganya juga mahal. Namun, bakso yang saya icip di dekat stasiun ini sangat enak dan harganya tidak begitu mahal. Sayang, saya lupa namanya😦

Saat liburan kemarin, saya mencoba bakso yang ada di Alun-alun. Milihnya random dan berharap bakso yang dipilih cukup atau sangat enak. Bedanya bakso di sini dibanding daerah lain adalah pembeli dapat menentukan sendiri komposisi bakso di mangkok mereka. Jumlah bakso dan jenis bakso yang diinginkan, gorengan nya, tahu, pangsit, mie bahkan lontong. Ini pertama kali saya mencoba bakso dengan lontong. Kuah nya pun nikmat sehingga sayang kalau dicampur saos atau kecap. Namun sayang, bakso yang dijual oleh gerobak bakso yang saya pilih kurang memuaskan lidah saya😦

2. Toko Oen

Karena saya adalah pecinta arsitektur dan desain klasik, ketika saya memasuki Toko yang menjual Es Krim ini, saya tidak hanya menikmati es krim yang dijual tetapi juga interior ruangannya yang benar-benar klasik. Bangunan ini sudah ada sejak tahun 1930 dan masih mempertahankan desain interior beserta perabotannya. Pintu dan jendela yang berukuran besar, kursi-kursi nya, ubin bahkan gambar yang dipajang menambah kesan “jadul”. Tak heran, beberapa wisatawan bule mengunjungi Toko ini.

Menu andalan yang dijual tentu saja es krim. Selain itu, Toko ini juga menjual appetizer dan main course baik chinese food maupun western food seperti steak dan salad. Selain itu, dijajakan makanan ringan dan kue kering yang di dalam toples yang sederhana dan khas. Cake dan beberapa kue basah juga tersedia di toko ini. Lokasi Toko Oen berada persis di sebelah Gramedia ( Jl. Basuki Rahmat) dan berhadapan dengan Pusat Perbelanjaan Sarinah dan McD. Bentuk gedungnya yang unik dan khas cukup mudah ditemukan di tengah-tengah gedung modern.

3. Bakso Bakar

Selain bakso kuah, Malang memiliki kuliner lain yaitu Bakso bakar yang merupakan variasi baru dari bakso kuah. Bakso yang sudah dilumuri bumbu, kemudian dibakar. Pilihannya, ada bakso kasar, ada yang halus. Pilihan rasa juga ada yang manis, ada yang pedas dan ada yang manis pedas. Bakso kemudian disajikan dengan kuah bakso dalam mangkok terpisah dan lontong atau mie. Bisa juga disajikan dengan pangsit.

Dari referensi yang saya peroleh ada dua bakso bakar  di Malang yaitu yang terletak di Jl.Ijen dan Jl. Candi Trowulan. Saya kemudian memutuskan untuk mencicipi bakso bakar yang ada di Jl. Ijen.  Dari Jalan Ijen, kita harus masuk ke dalam ke arah monumen Pemuda Trip. Lokasi nya berhadapan dengan Monumen Pemuda Trip. Walaupun tempatnya sangat luas, Bakso Bakar ini ramai dikunjungi oleh pengunjung apalagi hari libur sehingga anda perlu agak cepat ke sana untuk mendapatkan kursi. Lokasi nya menggunakan teras sebuah rumah yang diberi beberapa tenda.

Selain menyediakan Bakso Bakar, Bakso Bakar Pemuda Trip juga menyediakan Bakso Campur, Pangsit Mie, Ayam Bakar dan Ayam Goreng.

4. Tahu Campur

Tahu campur yang sebenarnya khas Lamongan, juga banyak berjejer di kota ini. Kata orang, tidak ada tahu campur yang seenak di Jawa Timur. Tahu campur tidak hanya terdiri dari tahu saja, tetapi juga tetelan sapi, perkedel singkong, taoge mentah yang segar, daun selada, mie basah yang diberi kuah daging sapi dan berbumbu petis. Saya menyukai masakan ini terutama perkedel singkongnya. Oleh sebab itu, menurut referensi seorang teman, saya berburu tahu campur ke tempat yang disarankan teman saya. Selain di Malang, saya juga pernah mencoba tahu campur di Cikarang. Somehow, saya lebih menyukai tahu campur yang di Cikarang. Apakah kebetulan tahu campur yang di Cikarang ( tahu campur in memang recommended oleh banyak orang) lebih enak daripada tahu campur yang saya coba di Malang atau lidah saya yang memang lebih cocok dengan yang di Cikarang. Atau mungkin saya, tahu campur yang saya kunjungi di Malang bukan yang terenak. Di atas semua praduga (halah!) ini, saya tetap menyukai masakan ini terutama perkedel singkongnya.

About joice

I am girl, sweet, attractive, charming
This entry was posted in Culinary & Cooking. Bookmark the permalink.

One Response to Kuliner di Malang Part I

  1. Pingback: Wisata Kuliner : Ragusa – Es Krim Italia | What a Wonderful Life!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s