Pola Allah

Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.” Kejadian 1 :1

Ada tiga poin penting dalam ayat ini : Allah , menciptakan, langit & bumi. Allah yang pertama, kemudian bekerja yaitu menciptakan. Selanjutnya hasil yaitu langit dan bumi. Ayat ini menggambarkan pola Allah yaitu Allah yang pertama selanjutnya bekerja kemudian hasil. Selain pola Allah, ada juga pola manusia dan iblis.

Pola manusia : Allah diabaikan, hanya bekerja dan hasil. Oleh sebab itu, banyak oarng yang dalam pikirannya hanya bekerja, bekerja dan bekerja tanpa memikirkan Allah lagi. Pola iblis : Allah dan bekerja diabaikan, hanya hasil. Jadi, dalam pola iblis, tidak butuh Allah , tidak perlu bekerja, langsung hasil. Pola ini ditunjukkan iblis dalam pencobaan ketiga : hanya dengan menyembah iblis, seluruh kekayaan dunia diberikan kepadanya.

A. Pola Allah

Pola Allah adalah pola semula yang Allah kehendaki. Seiring dengan jatuhnya manusia ke dalam dosa, pola ini menjadi rusak. Dalam Perjanjian Lama, seluruh seruan nabi mengajak umat Allah untuk kembali kepada Allah. Puncak seruan ini ketika Yesus datang. Yesus mengatakan : Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. (Matius 6 :33). Yesus menegaskan pola yang dari semula Allah ciptakan. Yesus datang ke dunia bukan hanya untuk mengajar kita, tetapi juga menjadi teladan atas apa yang telah Dia ajar kepada kita. 3 Contoh teladan Yesus :

1. Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana. ( Markus 1 :35) Yesus berdoa ketika hari masih pagi-pagi benar bahkan masih gelap. Dia mengawali harinya dengan bersekutu bersama Allah. Siangnya dia bekerja yaitu mengajar, memberitakan Firman Tuhan dan membuat mujizat. Hasilnya adalah kuasa Tuhan didemonstrasikan. Sebelum memperoleh hasil yang luar biasa itu, Dia mememulai hari dengan persekutuan pribadi.

Mungkin ada yang berpikir, saya tidak bersekutu dengan Tuhan di awal hari pun saya masih bisa bekerja. Ingatlah bahwa kita hanya bisa bekerja dan mengharapkan hasil. Hanya Tuhan yang dapat menentukan hasilnya.

2. Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah. ( Lukas 6 :12 ) Mengapa Dia berdoa saat itu? tujuannya dapat dilihat pada ayat ke-13 yaitu memilih murid-muridNya.  Terbukti dengan murid-murid yang merupakan orang yang sederhana dapat mengguncangkan dunia. Yahudi yang kuat dengan agamanya, Yunani yang kuat dengan filsafatnya dan Romawi yang kuat dengan militernya. Namun, dalam himpitan itu, injil dapat diberitakan dan disebarkan hingga ke seluruh dunia.

Ketika kita diperhadapkan kepada suatu pilihan, ikutilah teladan Yesus ini. Sediakan waktu khusus untuk bertanya dan meminta petunjuk kepada Tuhan. Mari berbicara lebih banyak kepada Tuhan dan jangan gegabah dalam memilih.

3. Matius 26:36-46. Yesus berdoa bahkan sampai tiga kali sebelum Dia melakukan pekerjaan yang paling berat yaitu mati bagi kita. Hasilnya, kita semua yang percaya kepadanya memperoleh jaminan keselamatan.

Seandainya pagi-pagi benar Dia tidak berdoa, bisakah Dia berkhotbah? Seandainya Dia tidak berdoa semalam-malaman, bisakah Dia memilih murid-murid? Seandainya Dia tidak berdoa tiga kali dan semalam-malaman, bisakah Dia disalibkan? Bisa. Mengapa Dia berdoa kalau begitu? karena Dia memberi teladan bagi kita.

B. Pola Manusia

Simon menjawab: “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.” ( Lukas 5:5) Simon telah bekerja keras semalam-malaman, entah berapa kali dia melnebarkan jalanya dan tidak memperoleh hasil. Simon kemudian taat ketika Tuhan menyuruhnya menebarkan jala sekali lagi. Hasilnya luar biasa, bahkan jala nya pun hampir terkoyak. Orangnya sama, danau, jala dan perahunya juga sama. Apa yang berbeda? faktor Tuhan. Ketika semalaman mereka bekerja, mereka mengandalkan kekuatan mereka sendiri dan tidak mendahulukan Tuhan. Siangnya, mereka mendahulukan Tuhan. Mungkin saja kita memiliki pengalaman yang banyak, bisa berlari sekencang mungkin tetapi jangan lupakan Tuhan dan jangan abaikan Dia.

Mungkin ada yang berpikir, ada orang yang tidak takut kepada Tuhan tetapi berhasil. Alkitab sudah mencatatnya dalam Mazmur 73.

Kembali ke Matius 6 :33. Dalam konteks apakah ayat ini? dalam konteks kekuatiran. Apa maksudnya? Ada dua macam orang : orang pertama adalah orang yang mengutamakan Tuhan; orang kedua adalah orang yang tidak mengutamakan Tuhan. Hasil keduanya bagus bahkan mungkin hasil orang yang kedua lebih baik. Tetapi apakah benar-benar sama? jika hanya melihat hasil, sama tetapi sesungguhnya berbeda. Orang yang mengutamakan Tuhan, tangan Tuhan memberkatinya sehingga Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiran kita dalam Kristus Yesus ( FIlipi 4 :7). Yang tidak mengutamakan Tuhan, hasilnya mungkin luar biasa tetapi ada kekuatiran. Semakin kaya, semakin takut dan kuatir serta hati menjadi kosong. Oleh sebab itu, jangan cuma melihat hasil.

C. Pola Iblis

Pola ini menjerat banyak orang karena dia tahu manusia pada dasarnya menginginkan sesuatu yang instant. Oleh sebab itu, iblis menawarkan jalan pintas. Contoh pola iblis ini ada pada Lukas 8 : 26.  Babi sebanyak 2000 ekor adalah suatu kekayaan yang luar biasa. Orang yang memiliki babi ini adalah orang tua dari pemuda yang kerasukan setan ini. Orang ini ingin cepat kaya dengan jalan pintas sehingga menjadikan anaknya sebagai tumbal.

Tuhan mendengarkan permohonan setan-setan ini bukan karena Dia adalah Tuhan yang mau mengabulkan doa setan-setan, tetapi DIa ingin memberikan pelajaran bahwa anak lebih dari segalanya bahkan kekayaan. Pola iblis berakhir kepada penderitaan.

Milikilah komitmen yang kuat agar tidak hidup sesuai dengan pola iblis yang hanya mengharapkan hasil. Juga bukan pola manusia yang bekerja terus dan menunggu hasil tanpa mengutamakan Tuhan. Milikilah komitmen untuk memiliki pola Allah.

By : Pdt. Nuh Ruku

 

Images taken from :

http://www.sodahead.com

http://www.kaskus.us

http://j3ffunk.blogspot.com

About joice

I am girl, sweet, attractive, charming
This entry was posted in Divinity. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s