Iri Hati

Lukas 15:25-32

Menurut kamus, iri hati adalah perasaan tidak senang, tidak suka, tidak bahagia ketika mendengar atau melihat keuntungan, kelebihan yang dimiliki orang lain yang kita juga ingini.
Orang Farisi berencana untuk membunuh Yesus karena iri hati dengan ketenaranNya. Saul memburu Daud karena iri hati akan keberhasilan, kemashyuran Daud. Iri hati menghancurkan kebahagiaan, sukacita dan berkat yang kita miliki.
Iri hati menimbulkan 3 akibat fatal :

1. Iri hati menghancurkan sikap dan hubungan kita kepada Tuhan
Dalam perumpaan yang diceritakan dalam kitab Lukas, anak sulung iri marah kepada anak bungsu karena iri hati. Dia marah kepada BapaNya. Akar iri hati kita adalah kecewa dan marah kepada Tuhan. Kita marah mengapa Tuhan memberikan tidak memberikan kepintaran kepada kita seperti orang lain, mengapa Tuhan tidak memberikan kekayaan, kecantikan, ketampanan, tubuh yang bagus kepada kita seperti yang dimiliki oleh orang lain. Iri hati membuat kita tidak pernah merasa puas dan bersyukur. Karena iri hati membuat kita tidak puas, maka iri hati membuat kita menjadi serakah. Akibatnya kita selalu ingin bersaing, tidak mau kalah dengan orang lain.
Orang yang iri hati tidak pernah bersyukur. Karena tidak pernah bersyukur, orang yang iri hati tidak fokus kepada Tuhan.Akibatnya, orang tersebut cenderung untuk fokus kepada orang lain dan tidak fokus kepada dirinya sendiri. Tidak fokus kepada Tuhan dan diri sendiri membuat orang yang iri hati menolak Tuhan dan dirinya sendiri.
Orang yang iri hati menentang Tuhan, menganggap Tuhan salah menciptakan dirinya seperti yang ada. Tuhan tidak pernah salah dalam menciptakan setiap individu. Karena ingin menjadi seperti orang lain, kita kemudian menolak diri kita sendiri. Ada orang yang bahkan menghabiskan puluhan juta untuk melakukan operasi plastik untuk mengubah dirinya dan menjadi orang lain. Oleh sebab itu, belajarlah bersyukur untuk apa yang Tuhan sudah berikan. Apa yang sudah Tuhan berikan merupakan yang terbaik.

2. Iri hati menghancurkan sikap dan hubungan kita dengan sesama
“Karena kamu masih duniawi. Sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi?” I Korintus 3:3
Semua orang pernah mengalami iri hati. Ayat ini menjelaskan bahwa iri hati adalah tanda Kristen duniawi karna fokusnya hanya ke hal-hal duniawi. Ingin untuk memiliki hal-hal duniawi yang dimiliki oelh orang lain. Konflik yang terjadi dalam masyarakat umumnya akarnya adalah iri hati.
Alkitab menjelaskan bahwa iri hati menimbulkan perselisihan. Perselisihan menimbulkan perpecahan. Mengapa Kain membunuh Habel? karena iri hati. Karena iri hati, hubungan Saul dan Daud rusak. Iri hati membuat hubungan persaudaraan, persahabatan, pertemanan menjadi rusak. Bahkan akibat iri hati, orang berani memfitnah sesamanya.
Iri hati membuat kita tidak mengasihi sesama dengan sungguh-sungguh. Alkitab berkata, menangislah dengan orang menangis dan tertawalah dengan orang yang tertawa. Sedangkan orang yang iri hati sebaliknya. Dia akan tertawa ketika orang lain menangis dan menangis ketika orang tersebut tertawa. Dia tertawa melihat kehancuran orang yang dia iri terutama ketika orang tersebut kehilangan apa yang dia irikan. Dia menangis ketika melihat orang yang dia iri berhasil.

3. Iri hati merusak sikap dan hubungan kita terhadap diri kita sendiri
Anak sulung merasa lebih pantas, lebih layak dan lebih taat dibanding adiknya. Akar iri hati adalah kita meginginkan apa yang tidak kita miliki tetapi orang lain miliki.
“Dari manakah datangnya sengketa dan pertengakaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu? Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa karena kamu tidak berdoa.” Yakobus 4:1-2
Pada awalnya, ada konflik dalam hati kita, Kita menginginkan sesuatu yang tidak kita miliki sehingga kita iri hati. Iri hati merusak tulang kata Alkitab. Oleh sebab itu, tidak heran iri hati menimbulkan banyak sakit penyakit yang merusak tubuh kita.

Bagaimana cara deal dengan iri hati?

1. Jangan bandingkan diri kita sendiri dengan orang lain
Ketika kita membandingkan diri kita sendiri dengan orang lain maka kecenderungan kita akan melihat kelebihan orang lain dan melihat kekurangan kita. Kita akan melihat apa yang orang lain miliki dan melihat apa yang tidak kita miliki. Setiap orang unik. Tidak ada satupun manusia di dunia ini sama. Oleh sebab itu, kita tidak butuh menjadi orang lain.
Sadarlah bahwa kita adalah ciptaan Tuhan, God’s handmade dan bukan produk massal. Tuhan menciptakan engkau dengan spesifik. Anugerah Tuhan kepada setiap orang berbeda sehingga kita tidak perlu iri. Dalam perumpaan talenta, ada oarng yang diberi 5 talenta, ada yang diberi 2 talenta dana da yang diberi 1 talenta. Kita akan berpikir kenapa tidak diberikan saja semua 5 talenta sehingga adil. Namun perhitungan Tuhan berbeda dengan kita. Dalam perumpamaan tersebut dijelaskan bahwa Tuhan memberikan talenta menurut kesanggupan setiap orang. Tuhan melihat kemampuan kita untuk menerima dan mengusahakn anugerah yang Tuhan berikan. Menjadi terkenal itu tidak gampang, butuh kekuatan. Menjadi kaya juga butuh kekuatan. Jika tidak kuat, maka hancur. Anugerah tiap orang berbeda. Kelebihan tiap orang yang berbeda bukan menjadi alasan utnuk bersaing tetapi untuk saling melengkapi.

2. Bersyukur kepada Tuhan atas semua yang diberikan Tuhan kepada kita
Bunuhlah perasaan iri hati dengan mengucap syukur. Seperti yang sudah dijelaskan di atasa bahwa iri hati membuat kita fokus kepada orang lain dan bukan kepada diri kita sendiri. Kita kemudian tidak sadar bahwa kita juga memiliki kelebihan yang justru tidak dimiliki orang tersebut.
Setiap orang punya gift yang berbeda. Oleh sebab itu, kita perlu bersyukur untuk setiap gift yang Tuhan sudah berikan. Dengan bersyukur, kita akan menjadi sadar dengan porsi yang Tuhan berikan. Dengan itu, kita tidak akan iri hati.

3. Hidup penuh dengan Roh Kudus
Iri hati adalah sifat daging. Alkitab berkata hanya ada dua pilihan : hidup dipimpin daging atau hidup dipimpin Roh Kudus. Kedagingan dapat dikalahkan oleh Roh Kudus. Oleh sebab itu, semakin kuat hidup kita dalam Roh, maka iri hati semakin kecil karena kita semakin bersyukur.

Iri hati tidak pernah membuat bahagia, iri hati tidak pernah membuat kita lega dan fokus kepada berkat Tuhan. Oleh sebab itu belajarlah bersyukur untuk setiap hal yang kita miliki sekarang.

By : Pdt. Agus Lutan

Source Images :

http://catatanseorangofs.wordpress.com/2012/03/09/perumpamaan-anak-yang-hilang/

http://www.hidupkatolik.com/2012/01/18/sahabat-sejati-renungan-kamis-19-januari-2012

About joice

I am girl, sweet, attractive, charming
This entry was posted in Divinity. Bookmark the permalink.

One Response to Iri Hati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s