Cermin Kerajaan Allah

Ada banyak cermin di dunia. Cermin-cermin tersebut dapat retak bila digoyahkan. Namun ada satu cermin yang tak tergoyahkan yaitu cermin Kerajaan Allah.
Yohanes 1 : 16 -17

16 Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia;
17 sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus.

Esensi iman bukanlah alat beli sebuah tujuan tetapi percaya bahwa Yesus ada dalam hidup kita. Ketika Yesus ada dalam hidup, produk yang dihasilkan adalah Kasih Karunia. Point nya adalah percaya Yesus dalam hidup kita. Jika Beethoven dalam hidup kita, maka kita langsung dapat bermain musik. Jika Messi dalam hidup kita, maka kita otomasi menjadi jago sepakbola. Jika Yesus dalam hidup kita, Dia semakin besar dan kita semakin kecil maka produknya adalah kasih karunia.

Kasih Karunia adalah apa yang Allah lakukan bagi kita. Mati di salib untuk menebus dosa kita adalah kasih karunia, Allah melakukannya bagi kita. Rasul Yohanes ketika di Patmos dibuang dan dipenjara namun kasih karunia membuahkan surat yang sedang digenapi sampai sekarang. Air di dalam botol jumlahnya terhingga,ketika digabungkan dengan air laut yang tak terhingga maka akan menjadi tak terhingga.

Kasih Karunia bukanlah cheap grace. Ga papa ngelakuin dosa, toh dalam kasih karunia. Ga papa nyuri, toh dalam kasih karunia. Ga papa ga taat Firman Tuhan toh dalam kasih karunia. Justru, orang yang hidup di dalam kasih karunia akan semakin ingin menyenangkan hati Tuhan. Ada seorang yang ingin bunuh diri dengan terjun dari lt.50. Dalam perjalanan menuju bumi, dia bertobat. Dosanya diampuni? ya seperti penjahat yang disalib bersama Yesus. Namun apakah kemudian dia tidak jatuh dan mati? Tidak, dia tetap mati. Dosa memang diampuni tetapi akibat dari perbuatan tidak dapat diubah. Ketika bersalah dan meminta ampun, dosa diampuni tetapi pengadilan tetap berjalan. Ketaatan bukanlah keharusan tetapi nature.

Jasa hukum taurat adalah membuat kita menjadi tahu dosa dan keterbatasan kita. Hukum Taurat menjadi cermin yang menunjukkan dosa, kekurangan dan kesalahan kita namun tidak dapat memulihkan. Yesus datang untuk memulihkan dan menyembuhkan. Kedua cermin ini berbeda, yang satu menunjukkan dosa sedangkan yang lain memberikan solusi. Dengan cermin kasih karunia, yang lama sudah berlalu dan sesungguhnya yang baru sudah datang. Pilihan ada pada kita, cermin mana yang kita gunakan untuk bercermin.
Yohanes 9 : 1-3

1 Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya.
2 Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: ”Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?”
3 Jawab Yesus: ”Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.

Ketika orang sakit, Tuhan Yesus berkata oleh bilur-bilurnya kita sudah sembuh. Kata Hukum Taurat, sakit pasti karena dosa. Dalam ayat tersebut, murid-murid Yesus menggunakan cermin Taurat. Mereka langsung berpikir bahwa penyakit ini pasti karena dosa. Namun Yesus tidak tertarik untuk mengidentifikasi dosa. Yesus lebih tertarik dengan memberikan kasih karunia kepada orang.

Untuk mengetahui sebuah perbuatan dosa atau tidak, tidak butuh Roh Kudus. Hati nurani kita cukup mengetahui hal itu. Ketika Yesus terangkat ke surga, dia menjanjikan Roh Kudus untuk menolong dan menghibur bukan menghakimi.

1 Raja-Raja 17:17-20

17  Sesudah itu anak dari perempuan pemilik rumah itu jatuh sakit dan sakitnya itu sangat keras sampai tidak ada nafasnya lagi.
18 Kata perempuan itu kepada Elia: ”Apakah maksudmu datang ke mari, ya abdi Allah? Singgahkah engkau kepadaku untuk mengingatkan kesalahanku dan untuk menyebabkan anakku mati?”
19 Kata Elia kepadanya: ”Berikanlah anakmu itu kepadaku.” Elia mengambilnya dari pangkuan perempuan itu dan membawanya naik ke kamarnya di atas, dan membaringkan anak itu di tempat tidurnya.
20 Sesudah itu ia berseru kepada TUHAN, katanya: ”Ya TUHAN, Allahku! Apakah Engkau menimpakan kemalangan ini atas janda ini juga, yang menerima aku sebagai penumpang, dengan membunuh anaknya?”
21 Lalu ia mengunjurkan badannya di atas anak itu tiga kali, dan berseru kepada TUHAN, katanya: ”Ya TUHAN, Allahku! Pulangkanlah kiranya nyawa anak ini ke dalam tubuhnya.”
22 TUHAN mendengarkan permintaan Elia itu, dan nyawa anak itu pulang ke dalam tubuhnya, sehingga ia hidup kembali.

Kisah ini menceritakan bagaimana Elia membangkitkan anak seorang janda di Sarfat. Paradigma janda ini sama dengan taurat. Dia begitu takut dosa nya diungkit. Dia sibuk mencari dosa. Elia tidak pusing dengan siapa yang salah. Elia hanya memikirkan bagaimana anak ini memperoleh kasih karunia sehingga hidup kembali. Seberapa banyak kita lebih pusing untuk menghakimi orang lain. Seberapa sering kita lebih sibuk mencari dosa orang lain ketika dia sedang dalam kesedihan, kesakitan, persoalan. Dia tidak butuh dihakimi, atau dicari-cari kesalahannya. Dia butuh pengharapan dan penghiburan. Daripada berdoa dan menuduh dia untuk mencari-cari dosa, lebih baik berdoa agar kasih karunia turun ke atasnya.

Ketika dalam perkawinan, cermin taurat yang digunakan maka setiap anggota keluarga akan sibuk mencari kesalahan dan dosa satu sama lain. Hal itu mengerikan. Ketika hidup kita menggunakan cermina taurat, hidup ini menjadi mengerikan karena sibuk mencari dosa dan kesalahan. Kata Tuhan Yesus, semakin besar dosa semakin besar kasih karunia.

Taurat menghakimi dan mengintimidasi akan dosa. Namun kasih karunia memulihkan dan menyembuhkan. Hukum Taurat membuat kita tahu akan dosa namun tidak menyucikan. Kita harus bertanggung jawab dengan kasih karunia. Semakin berjalan di dalam kasih karunia, maka kita akan semakin taat karena kita semakin bertanggung jawab. Contoh dalam Alkitab adalah Zakheus. Zakheus adalah seorang pemeras dan orang berdosa. Namun ketika ia bertemu dengan kasih karunia, dia menjadi pemberi yang luar biasa tanpa diminta. Kasih karunia memang di luar akal dan pikiran kita karena kita tidak dapat mengerti dengan akal kita bagaimana Tuhan mau melakukan hal-hal untuk kita.

By : Pdt. Riza Solichin.

Image Source :

http://www.fanpop.com/spots/god/images/29940535/title/god-love-faith-photo

http://battleforthesoul.com/2011/04/06/gods-love/

About joice

I am girl, sweet, attractive, charming
This entry was posted in Divinity. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s