Don’t be Idealist, Be Realist in Looking for Spouse

So here I come with some of my thoughts. Well, actually wanna share my regret and what I should have done.

pict1Flashback ke waktu di mana saya berikrar bahwa ketika saya pacaran disertai dengan rencana ke depannya (yeah, you know what I mean lah,i.e. spouse) bukan hanya sekedar untuk jalan bareng, status atau seseorang yang lebih dekat daripada sahabat. Therefore, saya cukup idealis (sebenarnya) ketika itu.

Di antara banyak pria di kampus saya (yup, kampus saya adalah gudangnya pria) yang ganteng ataupun rata-rata, populer, jenius ataupun cukup pintar, dan sebagainya saya memilih seseorang yang rata-rata aja sih (ga ganteng, ga jelek juga), ga terkenal, ga jenius (tapi pintar karena hampir semua yang kuliah di kampus saya biasanya pintar :P), reserved (biasanya sih orang extrovert tertarik ke orang introvert dan vice versa) tetapi sangat humble, orang paling humble deh kayaknya yang saya pernah ketemu (yah, ini adalah salah satu hal yang membuat saya tertarik dengannya). Waktu saya tau saya suka ma dia, saya beenar-benar pesimis dan no hope. Tapi ya itu, tetep aja suka. Well, beberapa pria kemudian hadir dalam hidup saya bahkan beberapa dari mereka dekat dengan saya (beberapa bahkan di-friendzone T.T) . Unfortunately (Yes, I said unfortunately), saya selalu kembali kepada pria itu. Poor me, saya hanya fokus ke dia. Jadi setiap saya tertarik dengan pria lain, ujung-ujung nya balik lagi ke dia.

pict2Akhirnya ketika saya bisa lepas dari dia, saya bisa membuka hati kepada orang lain.

So, what points that I try to deliver?

Don’t be focus on someone that you like. Hey, dia kan belum tentu suka sama kamu. Jadi, boleh boleh aja suka ma seseorang, tapi jangan sampai menutup mata toh dia juga blom ada sinyal kalau dia suka ma kamu.

Ini termasuk penyesalan dan pemicu saya membuat tulisan ini. Saya berpikir, kenapa saya menutup mata kepada yang lain. Saya melewatkan beberapa kesempatan yang sebenarnya kalau saya gali lebih dalam, cermati, mungkin level nya ga di bawah dia. Hey, tiap orang punya kelebihan dan kekurangan kan? Kelebihan di A bisa menjadi kekurangan di B dan sebaliknya.

Ambil positifnya, mungkin Tuhan sengaja ijinin saya melewatkan beberapa kesempatan sehingga saya bisa bersama dengan pasangan saya sekarang (dan saya bersyukur atasnya).

Don’t be idealist, be realist. Mungkin impian akan suami idealmu adalah seperti pendeta atau pastor atau ilmuwan, name it. Tetapi, yang perlu ditanamkan dalam pikiran adalah tidak ada yang ideal di dunia karena dunia sendiri tidak ideal. Jangan stuck pada seseorang yang ideal menurutmu sementara dia belum tentu suka denganmu. Kamu bisa saja bertemu dengan orang yang benar-benar mencintaimu walaupun tidak se-ideal pria yang kamu suka. Coba tilik lebih dalam dan kamu bisa menemukan kelebihan pria yang mencintaimu dibanding pria idealmu.

Menunggu bukan hal yang salah apalagi untuk seseorang yang worth. Namun kalau menunggu –mu itu sampai melewatkan pict3kesempatan-kesempatan lain yang bisa lebih baik bahkan parahnya kalau sampai melewatkan the right person-mu bagaimana? Bukan berarti saya menyuruh kamu untuk segera pacaran ketika ada pria yang datan ke padamu. Daripada waktu kamu habiskan untuk menunggu orang yang belum tentu menyukaimu, lebih baik kamu mempersiapkan dirimu bukan hanya lahiriah namun terutama batiniah dan membuka matamu lebar-lebar serta mengambil kesempatan (dari beberapa pilihan).

Jadi konklusi nya adalah, saya menyesal terlalu idealis, terlalu fokus dan terlalu menunggu seseorang. Namun saya bersyukur dibuat menjadi orang kayak gitu sehingga saya akhirnya bersama dengan pasangan saya sekarang🙂

 

Source image :

http://www.ucg.org/blog

http://www.thrivingfamily.com/Family/Life/For Her/2012

http://www.sheknows.com/love-and-sex/articles/828871

About joice

I am girl, sweet, attractive, charming
This entry was posted in My Stuff. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s