I would like to name my daughter, Lea

My boyfriend asked me,” When we have children, I want they’re named with Bible Heroes’ and Heroines’ name.”

I prefer Caleb and Lea. Maybe you ask me, why I chose those names. Simple reason, because Caleb & Lea aren’t mainstream. Rachel & Joshua are too mainstream.

Kali ini saya akan menjelaskan mengapa saya memilih Lea. Caleb (Ind: Kaleb) next time saja🙂

baby 1Saya kagum kepada Lea. I used to choose Rachel and didn’t like Lea. Rahel, seorang wanita yang cantik dengan mata yang berseri-seri namun tidak dapat menikah dengan pria yang ia cintai. Peraturan yang ada di daerahnya membuat pria yang ia cintai menikahi kakaknya. Bayangkan di malam pernikahan, yang diambil menjadi pengantin wanita adalah Lea. Bisa saja ketika itu Rahel menunggu waktu dia diambil dan dirias menjadi pengantin. Sang perias tak kunjung datang hingga musik pun terdengar. Ternyata, bukan dia pengantin malam itu, bukan dia wanita yang menikah dengan pria pujaan hatinya. Dia bahkan harus mendengar bunyi-bunyi pesta dan melihat dengan mata kepala sendiri (mungkin saja) pria yang ia cintai menikah dengan wanita lain. Lebih parahnya adalah ketika dia tahu wanita itu adalah kakak kandungnya sendiri. Madu dengan kakak sendiri? kakak yang dia kasihi? Hal yang sangat menyakitkan. Mengapa ayahnya begitu tega melakukan hal tersebut atasnya? Mengapa Yakub mau menikahi kakaknya? Mengapa Tuhan membiarkan hal tersebut terjadi?

Berkat kegigihan dan perjuangan Yakub, Rahel pun akhirnya menikah dengan Yakub. Walaupun Rahel lebih dicintai oleh Yakub, namun hal itu tidak bisa menghapus fakta bahwa ada wanita lain yang tidur bersama suaminya, ada wanita lain yang melayani suaminya, ada wanita lain yang berebut jatah dengannya. Wanita itu adalah kakak kandungnya sendiri. “Penderitaan” ini bertambah ketika ia menemukan bahwa kakaknya memberikan banyak anak laki-laki kepada suaminya sedangkan ia sendiri mandul. Walaupun ia adalah wanita yang dicintai Yakub, namun ia tidak dapat menampik fakta bahwa saudaranya bisa memberikan anak kepada suaminya. Tidak menutup kemungkinan bukan jika Yakub akan berpaling darinya dan lebih mencintai Lea. Hidup nya begitu pahit sehingga dia marah dan protes kepada Yakub karena tidak memberinya anak.

Tuhan pun kasihan kepada Rahel dan memberinya anak. Sayangnya dia meninggal ketika melahirkan anak kedua dan dikuburkan bukan di pemakaman keluarga. Hidup yang menyedihkan bukan? Menarik tapi tidak bisa menjadi istri pertama orang yang ia cintai, berbagi suami dengan kakak kandung, susah memiliki anak , meninggal ketika melahirkan anak kedua dan akhirnya dikuburkan bukan di pemakaman keluarga. Hidup yang mengundang rasa simpati sehingga saya menyukai Rahel.

Kenapa kita ga menelaah hidup Lea?

Lea walaupun diberi kesempatan dan privilege menikahi pria ganteng dan seperti wanita kurang ajar karena merebut calon suami adiknya, ia memilik banyak hal yang bisa dikagumi.

Dia menikah dengan pria yang tampan yang mungkin saja dia juga naksir. Walaupun ditipu, pria ini toh akhirnya juga menikah dengannya. Namun, apa untungnya menikah dengan pria yang tidak mencintai anda dan malah mencintai wanita lain? Hampir semua wanita memilih lebih baik tidak menikah daripada menikah dengan pria yang tidak mencintainya. Lebih parahnya adalah ketika pria ini berhasil menikah dengan wanita yang ia cintai. Dia harus madu dengan adiknya sendiri dan sudah pasti kalah karena adiknya lah wanita yang dicintai suaminya. Pahit? pahit sekali. Saya bisa membayangkan, Lea hampir setiap malam menangis. Menangis karena tidak dicintai walupun sudah berusaha melayani dan memberikan yang terbaik untuk suami nya, menangis karena jarang dihampiri, melihat suaminya bermesraan dengan wanita lain yang tidak lain adalah adiknya. Mungkin saja dia benci kepada ayahnya yang memaksanya menjalani hidup seperti ini.

Namun dia adalah wanita yang tangguh, saya yakin dia tetap mencintai suaminya dan tekun berdoa kepada Tuhan. Tuhan kemudian membelanya dengan memberikan banyak anak laki-laki kepadanya. Salah satu anaknya ialah Yehuda yang merupakan moyang dari Yesus. Bahkan dia dikuburkan di pemakaman keluarga.

Saya ingin memberi nama Lea kepada anak saya bukan agar dia tidak dicintai suaminya, bukan agar dia menjalani hidup yang susah babi2atau berebut pacar/suami dengan saudaranya. Saya ingin agar anak saya menjadi wanita yang tangguh seperti Lea, wanita yang tetap memberikan yang terbaik buat orang di sekitar nya, wanita yang sepenuhnya mengandalkan Tuhan dan wanita yang menjadi panutan untuk wanita lainnya.

Source Image :

http://www.dailymail.co.uk

http://www.istockphoto.com

About joice

I am girl, sweet, attractive, charming
This entry was posted in Family & relatives. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s