Pajak?

images1November 2010 adalah saat di mana saya masuk ke dalam dunia kerja. Merasakan beratnya bekerja apalagi saya sudah harus stand by dijemput oleh bis perusahaan jam 7 pagi dan pulang paling cepat jam 10 malam (lagi training waktu itu). Benar-benar kerasa berharga nya sepeser dua peser uang yang diterima dalam bentuk gaji sebagai hasil barter dengan tenaga dan waktu yang diberikan. Bayangan kerennya jadi employee ketika masih berstatus mahasiswa langsung sirna. Otak yang nonstop dipaksa bekerja, tidak bisa tidur siang, tidak bisa santai-santai saat weekday seperti ketika masih mahasiswa membuat gaji yang diterima sangat sangat berharga.

Kebetulan kebijakan di perusahaan tempat saya bekerja adalah Perusahaan tidak membayar pajak, jadi pajak langsung dipotong dari Gaji final karyawan (Gaji Pokok + uang transport + uang lembur). Pajak tiap karyawan juga berbeda.

Bayangkan, saat itu saya dan teman-teman saya baru merasakan sakitnya membanting tulang, sepeser demi sepeser kami kumpulkan. Bahkan kami rela waktu kami banyak terbuang untuk lembur. Namun, dengan mudahnya gaji kami dipotong untuk sebuah hal yang disebut PAJAK. Mungkin kami rela uang kami dipotong untuk pajak, untuk pembangunan bangsa. Pajak itu tidak dipakai sepenuhnya untuk pembangunan negara. Ada pihak yang tega mencuri / mengkorupsi uang hasil keringat kami untuk kesenangan dia. Di saat yang20121008BanggaPajak bersamaan, kasus korupsi pajak (yang nama pelakunya pun sudah saya lupa) muncul. Bayangkan, betapa “benci” nya kami, keselnya kami karena uang yang kami kumpulkan dicuri oleh orang tak bertanggung jawab. Mungkin bukan uang kami yang dicuri, mungkin uang orang lain. Namun karena munculnya di saat kami mulai bekerja, sakit hati nya benar-benar kerasa.

Kenapa pelaku korupsi tidak dihukum mati saja karena kurang ajar sudah mencuri uang hasil kerja keras orang lain?

Atau dibuat miskin aja biar jera?

Karena perusahaan tempat saya bekerja sekarang kebijakannya adalah pajak dibayar kantor, saya tidak terlalu memikirkan pajak penghasilan saya lagi😀

Banyak spanduk yang menganjurkan masyarakat untuk membayar pajak. Beberapa spanduknya bahkan benar-benar persuasif, seperti mengatakan orang yang bijak adalah orang yang membayar pajak; pajak digunakan untuk pembangunan kota ; bahkan memasang foto kaum papa.

Saya bukan anti pajak. Saya mendukung pajak ketika digunakan untuk pembangunan kota dan negara ini. Ah seandainya ada pemasukan untuk negara ini selain dari pajak.

Gbr Iklan BBN DispendasuBagaimana jika ada spanduk sebagai penyuluhan untuk pihak terkait untuk menggunakan pajak pada tempatnya dan tidak dicuri?

Apakah sudah ada spanduk untuk itu?

Jadi spanduknya bukan hanya untuk “memaksa” rakyat membayar pajak mereka tetapi mengingatkan pihak terkait untuk menggunakan pajak wisely.

Sebuah ayat alkitab berkata seperti ini :

“Kalau begitu berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!”

Jadi tugas kita sebagai warga negara yang baik adalah membayar pajak. Penggunaan pajak adalah tanggung jawab pihak terkait di hadapan Allah.

Source image :

http://www.antaranews.com

http://www.antarasumsel.com

http://madyapos.blogspot.com

About joice

I am girl, sweet, attractive, charming
This entry was posted in Others. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s