Lebih Baik

Menurut saya frasa lebih baik itu subjektif.

Tinggal di kota lebih baik daripada tinggal di desa jika dilihat dari point : akses ke fasilitas serta gaya hidup. Namun jika dilihat dari sisi udara yang segar, tingkat stress dan waktu untuk keluarga. Kerja jauh dari keluarga bisa lebih baik daripada kerja di kota yang sama dengan keluarga jika dilihat dari gaji. Namun jika dilihat dari kebersamaan dengan keluarga, jelas kerja di kota yang sama dengan keluarga lebih baik. Banyak contoh lainnya. Maka dari itu, saya bisa simpulkan bahwa lebih baik itu subjektif, tergantung perspektif si pembicara.

Dalam perbandingan orang, lebih baik juga relatif. Orang ini lebih baik daripada orang itu jika dilihat dari point A, B dan C. Namun untuk point D, E dan F bisa jadi orang itu lebih baik daripada orang ini.

Misalnya si A putus dengan si Z karena melihat si Y lebih baik. A melihat X lebih baik hanya pada beberapa point dan A fokus pada point tersebut. Tidak menutup kemungkinan jika A kemudian memilih K dari X karena K terlihat lebih baik (of course at several points). Begitu seterusnya seperti siklus hingga A melihat bahwa Z lebih baik dari orang terakhir. Itu karena A hanya melihat beberapa point saja. Jadi menurut saya, tidak ada orang yang benar-benar lebih baik dari orang lain. Betul ia mungkin lebih baik hanya dalam beberapa hal.

Jadi, kalau misalnya nyari pacar lebih baik, lebih baik kapan selesainya?

 

– sorry, this is just unimportant, random post-

About joice

I am girl, sweet, attractive, charming
This entry was posted in My Stuff. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s