Badai Pasti Berlalu (Part III)

—————————————————————————————————————————————————

“Kenapa sih Githa, tiba-tiba pengen ketemu?”

“Ren. Arthur itu datang mulu ke toko gue. Gue selalu berhasil menghindar. Tapi minggu lalu, gue ga bisa menghindar. Akhirnya gue terpaksa makan siang bareng di tempat toko gue karena dia bawain makan siang. Trus, kemarin siang dan siang ini dia datang lagi ke toko gue. Gue pikir setelah makan siang itu, dia ga datang-datang lagi. Ternyata malah masih dateng.”

“Dia tau lo tunangan?”

“Iyah. Pas makan siang itu”
“Kalau dia masih datang ke lo berarti dia betul-betul suka ma lo.”

“Kenapa ga 6 tahun yang lalu? Kenapa sekarang , saat gue udah mau jadi istri Marvin?”

“Lo masih suka ma dia?”

“Gak lah Ren. Gue selalu berharap kalau dia pergi, lenyap selamanya”

“Menurut gue, kalau lo udah ga naksir ma dia. Lo gak bakal panik kalau dia ngejar-ngejar lo. Lo dengan cowok-cowok yang ngejar lo tapi lo tidak suka, lo bisa aja anteng-anteng dan cuek aja. Sekarang kenapa pas Arthur lo panik, takut kalau rencana pernikahan lo gagal, dan khawatir?”

“Gue cuma ingin tenang. Gue cuma ga mau diganggu, gue ga mau rencana gue gagal. Itu aja”

“Ya kalau lo ga ada rasa dengan Arthur, lo ga perlu takut rencana lo bakal gagal. Lo akan tetap tenang dan cuek. Lo ga akan khawatir”

“Ren, gue perlu bilang berapa kali sih. Gue tuh udah move on dari Arthur. 6 tahun udah cukup nungguin dia. Sejak 2 tahun yang lalu gue udah move on.”

“Git, gue ga mau berdebat. Intinya cuma satu, kalau lo udah move on dari Arthur, lo akan anggap dia angin lalu saja, bukan badai yang akan memporak poranda rencana lo. Sekarang, lo musti mutusin, bakal dengan Arthur atau tetap jalan dengan Marvel.”

—————————————————————————————————————————————————

“Mbak, mas yang selalu cariin mbak itu maksa ketemu mbak”

Oh gosh, kenapa sih Thur? Ada apa lagi sih? Please stop.

“Mbak, ketemu aja mbak. Kasian dia beberapa kali ke sini pengen ketemu mbak.”

…………………..

“ Ada apa sih Thur? Mo ketemu ngapain sih?”

Dia kemudian menarik tanganku dan sedikit memaksa masuk ke mobilnya.

“Kita mau ke mana?”

“Aku pengen ngobrol, pengen bicara, pengen ngomong. Tapi kamu selalu menghindar”

“Aku ga mau diganggu dan sebenarnya aku ga suka jalan berdua dengan orang berlawanan jenis yang bukan tunanganku atau keluargaku.Kita mau ke mana?”

Kemudian dia berhenti di parkiran sebuah Mall.

Dia kemudian mengelus-elus pipiku, rambutku dan menarik tanganku, menggenggamnya.

Doh! Apalagi sih ini Thur? Aku tunangan orang lain, Aku sudah bertunangan dan terutama aku mencintai pria lain.

“Aku minta maaf kalau telat mengatakan hal ini. Aku tahu aku telat, tapi aku nekat melakukannya. Aku tidak mau menyesal”

“Ngomong apa?” Kataku sedikit kesal.

“Menikahlah denganku. “

WHAAAATTTTTTTTTTT??? Arthur, kamu ga sakit? Apalagi sih ini? Kamu pergi seenaknya tanpa kabar, tanpa kepastian, tanpa ada tanda-tanda dan sekarang tiba-tiba muncul di depanku mengajak nikah?

“Aku tidak mengajakmu pacaran. Aku ingin menikah denganmu. Menikahlah denganku, Agitha Clarissa.”

Aku melepaskan tanganku darinya dengan kasar.

“ Lo gila ya? Lo ngelamar tunangan orang lain? Lo ngelamar calon istri orang lain. Arthur, Kak Arthur, gue 6 bulan lagi nikah. 6 bulan lagi, gue jadi istri Marvel. Jadi tolong, pergi dan jangan ganggu aku”

“Aku tahu kamu akan nikah 6 bulan lagi, aku tahu kamu sudah tunangan. Tapi kamu belum nikah kan? Berarti aku belum telat. Menikahlah denganku”

“Gak. Aku ga mau menikah denganmu. Kamu pikir, kamu bisa seenaknya datang dan mengacaukan rencanaku? Aku sudah menunggumu 6 tahun hingga 2 tahun yang lalu. Kamu ke mana aja? Pernahkah kamu memberi kepastian walaupun kecil? Pernahkah kamu memberi sign, dikit aja? Atau gini deh, pernahkah kamu menyapaku? Menanyakan kabar? TIDAK sama sekali. So, please go away”

Kemudian Arthur tiba-tiba mengecup bibirku

“Aku tahu aku salah. Aku tidak tahu bagaimana caranya. Aku minta maaf. Aku pikir, karena komunikasi kita tetap berjalan, kamu pasti buat aku. Pikiranku terlalu dangkal. Aku minta maaf kalau tidak sopan dengan tiba-tiba muncul di depanmu saat kamu hampir menikah. Maaf aku tidak memberikan sign karena aku masih mobile, pindah dari satu negara ke negara lain. Maaf kalau aku baru datang sekarang karena aku baru settle sekarang. Aku kecewa ketika mengetahui kamu sudah tunangan. Tapi, aku tahu, itu bukan salahmu. Aku ingin kamu menjadi istriku.”

“Aku udah ga cinta kamu kak. Aku udah kubur dalam-dalam. Cowok yang ada dalam hatiku hanya Marvel. So please , pergi dan biarkan aku dengan Marvel.”

Aku berusaha keluar dari mobil tapi dia menahanku.

“Aku antarin pulang ya.”

Sepanjang perjalanan dia berusaha meyakinkan aku untuk menikah dengannya. Aku benar-benar menolaknya. Aku berharap, dia melihat bahwa usahanya gagal dan semoga pergi saja dari hidupku. Arthur, kenapa sekarang? Kenapa saat aku ingin menikah? Kamu datang ketika aku menjadi calon istri orang lain. Artinya , kita memang tidak berjodoh.

Ketika tiba, dia mencium bibirku kembali (benar-benar kurang ajar).

Kali ini aku menghadiahkannya sebuah tamparan. Tamparan untuk 6 tahun yang terbuang, tamparan untuk kemunculannya yang tiba-tiba, tamparan untuk kurang ajarnya dia yang berani-berani nya mengajak aku nikah dan mencium ku.

—————————————————————————————————————————————————

“Sayang, handphone kamu bunyi terus. Ada sms yang masuk tuh.”

“Ga tau ah.”

“Emang siapa sih yang sms-in?” Kata Marvel sambil mengambil HP ku dan membuka SMS karena penasaran.

“Dari orang ga jelas. Whatsapp udah diblok, call juga sudah diblok. SMS aja yang ga bisa diblok”

“Dari Arthur. Arthur siapa?”

“Ga tau juga sayang. Orang gak jelas. Ngapain juga ngebahas orang gak penting. Yuk dilanjut makannya”

“Bentar” Katanya kemudian membaca SMS dari Arthur. Sebenarnya dia bukan tipe cowok yang suka mengecek HP ceweknya “Ini Arthur senior mu itu ya? Yang kamu kecengin beberapa tahun?”

Setelah menghela napas yang panjang, aku menjawab “Iyah. Tiba-tiba dia muncul gitu. Aku males tanggepin. Masa lalu ya tetap tinggal di masa lalu aja. Kamu ga usah khawatir”

“Serius? Kamu gak CLBK?”

“Sayang, waktu aku mutusin untuk nikah dengan kamu, artinya aku sudah memantapkan hati aku dengan kamu, menghabiskan sisa hidup aku dengan kamu. Trust me ok?”

—————————————————————————————————————————————————

About joice

I am girl, sweet, attractive, charming
This entry was posted in Cerpen. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s