Masak, Istri, Suami

Ini-lho-Cara-Memasak-Sehat-Biar-Panjang-UmurHampir semua pria menginginkan pasangan hidupnya jago masak (ya ini berdasarkan penuturan semua laki-laki yang ngobrol dengan saya). Sepertinya memang masak itu identik dengan wanita. Rasanya ada yang kurang kalau wanita tidak bisa masak (ga perlu jago lah. Yang penting bisa mengira-ngira bumbu, ngulek, numis, ng-oven, ngukus, dst). Mungkin hal itu lah yang men-generate sebuah quote : Cewek cakep, tinggi kayak model cocok dijadiin pacar, tapi cewek yang jago masak, baik, pintar cocok dijadiin istri. Adik saya saja pernah mengatakan : saya mau punya istri kayak mama Jessica (tetangga kami yang jago banget masak) yang jago masak.

I used to think that pria yang bisa masak apalagi kalau jago, biasanya lebih bawel mengenai masakan istrinya. Kurang ini lah, kurang itulah, dan seterusnya. Sedangkan pria yang ga bisa masak (ceplok telor atau masak mie atau masak nasi di rice cooker atau masak air ga usah dihitung :p) biasanya sih gak banyak komentar apalagi yang bisa makan pake nasi + garam tok. Kayak papa saya. Sepertinya apapun yang mama saya masak, pasti dilahap habis apalagi kue-kue. Tiap lewat meja makan, pasti ada aja yang dicomot. Jadi inilah yang membuat saya mikir kayaknya pria yang gak jago masak nrimo-nrimo aja. Atau emang masakan mama saya selalu pas di lidah papa ya? *who knows :p*

Saya sudah beberapa kali masak buat suami saya sejak kami pacaran. Rasanya puas bisa masak untuk pacar/suami walaupun kadang dijadiin kelinci percobaan😛

Pertama kali masak waktu pacar saya berkunjung ke Malang untuk ketemu orang tua saya. Saya cuma masak tempe goreng dan sambel Cooking-imagedadakan (emang enak sih) dan dipuji banget seolah-olah saya sejago Chef Juna. Karena passion saya ada di masak, saya beberapa kali membuat kue atau masak buat pacar saya soalnya saya ga bisa habisin semua buatan saya itu. Kadang ada yang gagal tapi lebih banyak yang berhasil. Dari dia cuma diam saja dan makan (tapi tetap dihabisin) sampai dipuji bahkan diminta untuk bikinin lagi soalnya dia doyan.

Lewat nyoba-nyoba masak ini, jadi tahu dia apa yang dia suka maupun dia gak suka. Jadi, sering masak ngasi keuntungan buat kita juga soalnya jadi tahu masakan kegemaran suami dan makanan yang tidak dia suka. Selain itu juga bisa mengeksplor macam-macam resep.

Beberapa hari yang lalu ada kejadian lucu yaitu masakan saya sedikit diprotes. Bubur sumsum yang saya buat katanya kelembekan (soalnya saya doyan yang lebih banyak santannya ketimbang tepungnya). Setelah jadi, kami sempat icip sedikit. Malem-malem, karena kelaparan saya pun makan bubur sumsum ini dan dia juga ikut-ikutan makan. Besok pagi nya, ketika mau masak saya melihat tempat bubur sumsum sudah di wastafel.  Ealah ternyata sudah dihabisin… wkwkwk

Saya juga pernah bereksperimen membuat mie gomak. Katanya terlalu pedas, mie nya juga kurang lembut. Ya soalnya kubikin al dente sih :p Karena saya buatnya agak banyak, jadi masih sisa sedikit. Eh, suami ngomong, ntar mie nya dilembutin dikit, kayaknya enak tuh. Looooh, doyan toh ternyata…. hehehe…

Ada beberapa suami yang ngomentarin masakan istrinya benar-benar pedas tanpa sadar bahwa masak itu usaha terbesar dari wanita, bentuk cinta terbesar dari wanita untuk pasangannya. Mulai dari pikiran : menu apa hari ini, bumbunya apa saja, bagaimana cara memasaknya, memastikan harus enak dan juga tenaga : masak butuh tenaga kaaan…

Untungnya suami saya tidak seperti itu. Dia mengkritik dengan baik dan memberikan masukan. Kita harus menerima setiap masukan dengan lapang dada. Dan yang bikin ketawa-ketawa sendiri adalah, biar begitu dia tetap menghabiskan masakan yang saya buat. Hahaha…

Sayang, kamu tetap kayak gini aja ya jangan kayak laki-laki lain yang ga tau usaha istrinya untuk masak sampai melontarkan kata-kata pedas.

-catatan ibu muda-

*karena kalau nulis istri muda kesannya ada istri tua padahal maksudnya wanita yang baru beberapa hari menjadi istri*

Sumber gambar :

http://duniafitnes.com

http://blog.journals.cambridge.org

About joice

I am girl, sweet, attractive, charming
This entry was posted in Marriage. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s