Celoteh Siang – Tentang Freeport

FB_IMG_1453190832868Beberapa waktu lalu kita disibukkan dengan diskusi mengenai Freeport dan Papa minta saham. Banyak orang yang berkomentar. Beberapa teman saya yang bekerja di PTFI membuat statement membela Freeport, beberapa teman saya yang non-pekerja PTFI juga memberikan statement. Somehow, seperti biasa kalau ada yang berhubungan dengan Papua ntah kenapa teman-teman saya yang bukan tinggal di Papua lebih banyak berkomentar dibanding teman-teman saya yang di Papua.

Sebagai orang yang pernah internship di PTFI walaupun cuma dua bulan dan saya notabene grew up di Jayapura, ijinkan saya memberi komentar mengenai Freeport. 2 bulan yang saya habiskan selama KP tidak sepenuhnya saya gunakan untuk mempelajari WLAN area, desain APN, dsb yang terkait dengan disiplin ilmu saya. Saya melihat pembangunan ayng dilakukan Freeport di sana. Mungkin hal ini part of CSR (saya kurang tahu karena saya internship di MIS bukan HR :D) Banyak kepentingan, banyak yang memperebutkan (hal yang lumrah lah di negeri kita ini).

Bukan saya ingin menyanjung Freeport, tetapi at least apa yang diberikan oleh Freeport FB_IMG_1453190810313dalam konteks Perusahaan Swasta yang berdiam di Papua jauh lebih besar dibanding apa yang Indonesia berikan kepada Papua (tidak usah lah kita ngomong Papua toh PTFI cuma di sekitaran timika-tembagapura). Hal ini membuat saya kesal dengan orang-orang yang berdemo terhadap PTFI. Why don’t you do your demonstration in the front of the government who give approval to Freeport? Kalau pemerintah gak ijinin juga ga mungkin ada kan Freeportnya di Papua. Saya juga meragukan “kepedulian” mereka. Do you really care about Papua or the gold? Jadi demo ngusir Freeport biar Indonesia (baca : daerah tertentu, terpusat di Jakarta/Jawa bukan Papua) yang ngerasain emasnya? Hal ini apalagi dipengaruhi oleh apa yang saya lihat/rasakan di Jayapura. Kalau di Jakarta, para expat dicap yang kurang baik, di Papua malah mereka dihormati karena justru sebagian besar dari mereka adalah part of badan missionaris ataupun peneliti. Orang-orang yang lebih care dengan Papua. Coba, siapa yang mau ke pedalaman-pedalaman Papua, membangun RS, sekolah, memperbaiki budaya yang kurang baik?

Ah maaf, saya jadi ngelantur. Tapi beneran lho, saya memang selalu mempertanyakan motif si pendemo atau pengkritik tersebut. Ngusir freeport biar emasnya dirasain Jakarta atau gimana nih?

FB_IMG_1453190726414Saya secara pribadi, punya keinginan yang muluk-muluk banget sih. Berharap Freeport dikembalikan (eh, diberikan) kepada kita (Maaf ya teman-teman Freeport), tepatnya kepada Papua (bukan Indonesia), bisa dirasakan oleh orang Papua, untuk pembangunan Papua yang sangat kalah cepat dibanding Jawa (semoga pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah sekarang bisa tetap berjalan). Bukan seperti apa yang terjadi sekarang di mana dana Otsus hanya dirasakan oleh pihak-pihak / kaum tertentu yang memunculkan banyak OKB sementara orang-orang di pedalaman tidak tersentuh. Berharap semua terutama di pedalaman merasakan “emas” nya.

About joice

I am girl, sweet, attractive, charming
This entry was posted in Others. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s