Sepakat – By Pdt. Aruna Wirjolukito

As requested by salah satu teman saya yg tidak bisa mendengar khotbah beliau untuk me-record khotbah. Kedua, khotbah ini perlu diingat terus sehingga saya harus mencatatnya. Ketiga, udah lama ga postingūüėÄ

Baiklah, mari kita mulai saja.

Keluaran 4:18 – 20

4:18. Lalu Musa kembali kepada mertuanya Yitro serta berkata kepadanya: “Izinkanlah kiranya aku kembali kepada saudara-saudaraku, yang ada di Mesir, untuk melihat apakah mereka masih hidup.” Yitro berkata kepada Musa: “Pergilah dengan selamat.”
4:19 Adapun TUHAN sudah berfirman kepada Musa di Midian: “Kembalilah ke Mesir, sebab semua orang yang ingin mencabut nyawamu telah mati.”
4:20 Kemudian Musa mengajak isteri dan anak-anaknya lelaki, lalu menaikkan mereka ke atas keledai dan ia kembali ke tanah Mesir; dan tongkat Allah itu dipegangnya di tangannya.

musaMusa adalah tokoh terkenal di Timur Tengah. Banyak orang di Timur Tengah regardless agamanya apa, menghormati Musa. Musa bahkan bisa mengalahkan Firaun (yang artinya tak terkalahkan kecuali oleh dewa). Dalam Kitab Keluaran bagian awal dikatakan, bangkitlah raja baru yang tidak mengenal Musa. Jika dikatakan tidak mengenal Yusuf, artinya raja ini bukan raja Mesir. Ketika Musa membawa bangsa Israel keluar dari Mesir, yang menjadi raja adalah bangsa Asyur (yang mengalahkan bangsa asli Mesir). Sejak Firaun dikalahkan Musa, Firaun sesudahnya memiliki nama yang mengandung kata moshe (Musa).

Ketika Tuhan menyampaikan sebuah perintah penting kepada Musa, Musa kemudian memberitahukan kepada istrinya dan mereka bersepakat.  Kekuatan dari sepakat ini dijelaskan Tuhan dalam Matius 18:19

Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat 1  meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan i  oleh Bapa-Ku yang di sorga

Permintaan mereka (bukan dia artinya permintaan orang yg bersepakat) dikabulkan. Paling mudah dua tiga orang adalah dengan pasangan sendiri. Oleh sebab itu, pasangan perlu sepakat dalam meminta.

Keluaran 4 : 21 – 26

4:21 Firman TUHAN kepada Musa: “Pada waktu engkau hendak kembali ini ke Mesir, ingatlah, supaya segala mujizat yang telah Kuserahkan ke dalam tanganmu, kauperbuat di depan Firaun. Tetapi Aku akan mengeraskan hatinya, sehingga ia tidak membiarkan bangsa itu pergi.
4:22 Maka engkau harus berkata kepada Firaun: Beginilah firman TUHAN: Israel ialah anak-Ku, anak-Ku yang sulung;
4:23 sebab itu Aku berfirman kepadamu: Biarkanlah anak-Ku itu pergi, supaya ia beribadah kepada-Ku; tetapi jika engkau menolak membiarkannya pergi, maka Aku akan membunuh anakmu, anakmu yang sulung.”

4:24. Tetapi di tengah jalan, di suatu tempat bermalam, TUHAN bertemu dengan Musa dan berikhtiar untuk membunuhnya.
4:25 Lalu Zipora mengambil pisau batu, dipotongnya kulit khatan anaknya, kemudian disentuhnya dengan kulit itu kaki Musa sambil berkata: “Sesungguhnya engkau pengantin darah bagiku.”
4:26 Lalu TUHAN membiarkan Musa. “Pengantin darah,” kata Zipora waktu itu, karena mengingat sunat itu.

Kenapa Tuhan sepertinya plin-plan? Kenapa setelah Musa diberikan tanggung jawab, malah hendak dibunuh?

Ketika Tuhan memberikan tanggung jawab/promosi kepada Musa untuk membebaskan orang Israel (seperti juru selamat namun dalam PL, kalau dalam PB Tuhan Yesus), dia diperlengkapi. Tangannya diberkati (ay.20). Jadi, syarat agar diberkati adalah memiliki kerajinan tangan (pekerjaan), apapun pekerjaan itu yang kemudian didoakan.

Kira-kira kisahnya dapat diilustrasikan sebagai berikut,

Setelah Tuhan memanggil Musa, Musa pulang ke rumanya dan mengabarkan kepada istrinya mengenai perintah Tuhan, berkat yang akan diterima, tanggung jawab besar yang akan diemban. Sebagai orang Ibrani, ada peraturan yang berbeda dibanding bangsa lain yaitu sunat. Musa sudah disunat sedangkan kedua anak lelakinya (Gersom dan Eliezer) belum disunat. Oleh sebab itu, Musa mengatakan bahwa kedua anaknya harus disunat. Masa sih keluarga pembebas tetapi tidak melakukan perintah Tuhan. Zipora pun setuju.

Bayangkan saat itu tidak ada anestesi, pisau yang digunakan tidak secanggih sekarang, masih menggunakan pisau batu. Sehingga eksekusi penyunatan kejam dan membuat trauma. Sebagai ibu, Zipora pasti tidak tega melihat anaknya yang menderita kesakitan akibat disunat sehingga dia tidak setuju kalau anak keduanya disunat juga.

Daripada ribut dengan istri, Musa pun tidur. Musa tidak melakukan perintah Tuhan. Walaupun di point ini Zipora yang tidak mau, namun Musa yang bertanggung jawab. Zipora yang memaksa untuk tidak menyunat anaknya yang kedua. Karena Musa tidak melakukan perintah Tuhan dan lebih memilih istrinya dibanding Tuhan, Tuhan berikhtiar untuk membunuh Musa. Zipora yang tahu hal ini kemudian kalut, lalu pergi menyunat anaknya yang kedua dan menaruh kulit khatan tersebut pada kaki Musa. Oleh sebab itu, dalam melakukan perkara yang besar harus sepakat.

Pastikan untuk melakukan apa yang Tuhan katakan, jangan menyimpang ke kanan atau ke kiri. Percaya, Tuhan punya rencana yang besar. Jika kita melenceng, kita harus membayar harga.

Belajar dari Musa & Zipora. Tuhan punya rencana yang besar atas mereka, namun karena tidak taat, Musa hampir dibunuh. Ada rencana Tuhan, jangan geser sedikit.

Belajar lagi dari tokoh sejarah Alkitab yang lain yaitu Abraham.

Kejadian 22

22:1. Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya: “Abraham,” lalu sahutnya: “Ya, Tuhan.”
22:2 Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.”

22:3. Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang pelana keledainya dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya; ia membelah juga kayu untuk korban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya.
22:4 Ketika pada hari ketiga Abraham melayangkan pandangnya, kelihatanlah kepadanya tempat itu dari jauh.
22:5 Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu: “Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu.”
22:6 Lalu Abraham mengambil kayu untuk korban bakaran itu dan memikulkannya ke atas bahu Ishak, anaknya, sedang di tangannya dibawanya api dan pisau. Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.
22:7 Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: “Bapa.” Sahut Abraham: “Ya, anakku.” Bertanyalah ia: “Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?”
22:8 Sahut Abraham: “Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku.” Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.
22:9 Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api.
22:10 Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya.

Saat itu, umur Ishak sekitar 20-30 tahun, sedangkan Abraham 120-130. Kebayang kan abraham ishakbagaimana kekuatan Ishak sehingga diperlukan dua bujang untuk menemani. Saat itu, Ishak pasti sudah merasa akan mati namun Ishak rela. Dari cerita ini, dapat disimpulkan bahwa Abaraham lebih cinta Tuhan dibanding anaknya.

Bayangkan, sebagai anak tunggal yang sudah sangat lama dinantikan, bagaimana perasaan ibunya yaitu Sara kepada Ishak. Seperti keramik Sara menandang Ishak. Ketika pulang dari bukit itu, Ishak pasti dong cerita kepada Sara. Bayangkan bagaimana marahnya Sara kepada Abraham terlebih Ishak anak tunggal, anak yang sangat disayang. Sampai-sampai Sara pisah rumah dengan Abraham. Buktinya :

22:19 Kemudian kembalilah Abraham kepada kedua bujangnya, dan mereka bersama-sama berangkat ke Bersyeba; dan Abraham tinggal di Bersyeba.

Abraham tinggal di Bersyeba.

23:2 Kemudian matilah Sara di Kiryat-Arba, yaitu Hebron, di tanah Kanaan, lalu Abraham datang meratapi dan menangisinya.

Sedangkan Sara tinggal di Hebron.

23:1. Sara hidup seratus dua puluh tujuh tahun lamanya; itulah umur Sara.

Tidak lama setelah kejadian itu, Sarah meninggal. Tidak ada frasa seperti di atas pada Abraham atau lainnya. Frasa ini menunjukkan bahwa Sara dihentikan umurnya karena tidak sepakat dengan rencana Tuhan. Sara gagal paham.

Oleh sebab itu, ketika Tuhan menyuruh, Tuhan berfirman, bersepakatlah walaupun mustahil.

 

Sources of Images :

https://www.jw.org/id/publikasi/buku/cerita-alkitab/2/abraham-dan-ishak/

http://www.examiner.com/article/interview-with-the-burning-bush

 

About joice

I am girl, sweet, attractive, charming
This entry was posted in Divinity. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s