Book Review : Wonderfall

wonderfallDi sini saya tidak akan menulis sinopsis mengenai novel yang menjuarai Twigora Sweet & Spicy Romance 2015 namun memberi komentar tentang isi novel ini.

Secara keseluruhan, alurnya dibuat dengan baik oleh si penulis, mengalir dengan baik dan seamless. Banyak novel yang pergantian scene satu ke scene lain nya bahkan paragraf satu ke paragraf lainnya begitu kentara dan menikung dengan tajam namun novel ini membuat pembaca (baca : saya) bisa mengikuti alur dengan baik seperti disetir dengan lembut.

Sapaan yang digunakan adalah “kau” dan “aku/saya” bukan “lo/gue” atau “kamu/aku”. Beberapa review yang saya baca memberi komentar mengenai hal ini di mana sebaiknya sapaan yang digunakan adalah “lo/gue”. Selama ini, di kantor terutama perusahaan swasta, sapaan yang digunakan adalah “lo/gue” atau “mas/mbak” untuk yang lebih tua. Namun, ketika saya membaca novel ini, saya tidak merasa aneh dan bisa menikmati novel ini.

Tokoh utama yang diceritakan dalam novel ini adalah seorang janda, salah satu jenis yang jarang dijadikan tokoh utama. Dalam novel ini diceritakan bagaimana susahnya hidup seorang janda yang sangat mudah digosipkan. Saya tidak tahu apakah ini benar atau tidak karena teman kantor saya juga ada seorang janda namun tidak ada yang menggosipkannya atau terlalu mengomentari. Mungkin karena kantor saya sebagian besar berisi makhluk laki-laki. Namun memang tidak bisa kita pungkiri bahwa status janda memang memancing komentar orang.

Saya tidak tahu apakah dipengaruhi film korea yang merupakan favorit penulis, namun pria yang digambarkan di novel ini adalah pria yang galak dan jaim. Begitu juga tokoh utama perempuan yang juga jaim. I love jaim person somehow! I like how they try to show their feelings and don’t give it easily.

Interaksi antar anggota keluarga juga bagus dan terlihat realistis. Susah bagi saya hubungan orang dewasa dan anak kecil dalam sebuah novel terlihat realistis. Beberapa novel yang saya baca, menurut saya hubungan orang dewasa dan anak kecil terlihat dibuat-buat, tidak realistis dan tidak nyata sehingga membuat saya malas membacanya. Namun novel ini membuat hubungan itu terlihat realistis dan normal jadi enak bacanya.

Satu yang saya suka dari novel ini adalah tidak menyebut merek apapun, branded mewah, kendaraan mewah atau tempat/restoran mewah seperti kebanyakan novel metr*p*p yang kebanyakan menjual brand yang membuat saya bertanya, penting yaaaa????  Instead of menyebutkan brand mewah atau kendaraan yang mewah, penulis hanya menggambarkan pakaian yang dipakai atau jenis kendaraan yang digunakan (sedan dsb). Begitu juga dengan nama restoran atau tempat yang dikunjungi, namanya agak weird dan lucu (mungkin karena penulis memiliki imajinasi yang tinggi). Saya jadi teringat Marga T yang memebrikan nama pada tokoh di novelnya dengan nama yang agak weirdBut it’s ok buat saya daripada menyebutkan brand.

Bagi penikmat novel yang sangat menjunjung tinggi adab ketimuran, novel ini cukup sesuai karena tidak ada kissing apalagi tidur bersama bahkan cipika cipiki pun tidak ada. Pelukan hanya ada satu atau dua. Jadi memang sesuai dengan norma ketimuran kita.

Namun, di dunia ini tidak ada yang sempurna begitu juga dengan novel ini (dari sudut pandang saya). Saya berharap ada lebih banyak konflik karena well wanita suka membaca novel sebab emosi mereka yang diaduk-aduk oleh konflik. Menurut saya, sebaiknya ada konflik antara Otto dan Zach dan Otto lebih sering ditampilkan sehingga memang terlihat ada tentang Otto di sana, Otto bukan hanya sekedar pemanis. Karena kalau novel hanya kisah tentang dua orang kurang asik, lebih seru jika tentang tiga orang atau lebih yang memiliki kisah yang berkaitan. Bagaimana jika Otto benar-benar mencintai Amelie sehingga terjadi konflik antara Otto dan Zach dan membuat Amelie bingung ditambah tekanan dari mertuanya. Rasanya, konfliknya akan lebih mengaduk emosi. Ya mungkin saya penulis tidak mau membuat novelnya lebih tebal lagi karena novel terlalu tebal membosankan.

Anywaynovel ini cukup bagus dari segi bagaimana penulis menuturkan cerita, bagaimana penulis memposisikan tokohnya dan tentang ceritanya sendiri.

About joice

I am girl, sweet, attractive, charming
This entry was posted in Book Review. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s