KASIH

By : Ps. Samuel Andry

kasih-1Matius 5 : 44
“Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.”

Kali ini, Pastor akan berbicara yang berhubungan dengan apa yang dihadapi oleh kita akhir-akhir ini yaitu ada tembok antara minoritas dan mayoritas, ada tembok antara orang yang berbeda agama dan berbeda ras.

*saya akan menulis dengan singkat, hanya point-point nya saja*

Mengasihi Sesama. Perintah kedua dalam ayat ini yaitu berdoa bagi mereka lebih gampang daripada perintah yang pertama karena sebenarnya dalam doa bisa saja kita meminta yang jelek-jelek. Namun perintah pertama lebih susah karena kita disuruh mengasihi musuh kita. Kita disuruh mengasihi musuh kita bukan musuh kita dan musuh Tuhan atau hanya musuh Tuhan. 

Tuhan Yesus datang ke dunia untuk menebus semua manusia jadi Dia mengasihi semua umat manusia. Tidak ada manusia yang menjadi musuh Tuhan. Tuhan sangat mengasihi manusia, kasihNya begitu besar sehingga tidak ada satupun yang bisa mengurangi kadar kasihNya kepada manusia. Jadi, dalam ayat ini, kita disuruh mengasihi semua manusia, mengasihi orang yang menyakiti kita, mengasihi orang yang kita anggap musuh.

Matius 22 : 37 – 39
Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Mengasihi Tuhan. Manusia mengasihi hanya dapat menggunakan panca indera. Manusia tidak bisa mengasihi pihak yang tidak bisa dia lihat, dia sentuh, dia dengar, dia cium dan dia bisa ngobrol dengannya. Dengan kata lain, sebenarnya manusia susah bahkan tidak mungkin mengasihi Tuhan.

Perhatikan bagian yang di-bold. Perintah pertama adalah Kasihi Tuhan dengan segenap hati. Perintah kedua yang sama dengan perintah pertama adalah kasihi sesama manusia. Secara manusia, kita tidak bisa mengasihi Tuhan. Yang sama dengan mengasihi Tuhan adalah mengasihi sesama manusia. Jadi, untuk mengasihi Tuhan Yesus caranya adalah mengasihi sesama manusia

Matius 25 : 45
“Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku.”

Kita tidak diperintahkan untuk mengasihi orang yang baik sama kita, kita bahkan disuruh mengasihi orang yang paling hina. Hina bukan berarti orang paling melarat atau paling bodoh dan sebagainya. Orang yang paling hina adalah orang yang paling kita jijik, paling kita benci.

Menjadi Garam. Tuhan mengatakan, “kamu adalah garam dunia” bukan mengatakan ” hendaklah kamu menjadi garam dunia” . Tuhan tidak menyuruh kita menjadi garam namun Tuhan menyatakan bahwa kita adalah garam dunia.

Matius 5 : 13
“Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.”

Zaman itu, garam bukan hanya digunakan untuk mengasinkan makanan tetapi malah lebih banyak digunakan untuk menyuburkan ladang.

Lukas 14 :34 – 35
Garam memang baik, tetapi jika garam juga menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya baik untuk ladang maupun untuk pupuk, dan orang membuangnya saja. Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!”

Pandang sekeliling kita, di mana ladang yang gersang. Kita harus menjadi penyubur untuk ladang yang gersang.

Matius 5 : 39 –
Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu.Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.

Berjuang. Kebanyakan orang berpikir dari ayat ini, jikta kita disiksa, kita terima aja. Kalau berjuangditampar pipi kiri, kita kasi pipi kanan. Kembali ke sejarah, pada zaman tersebut, tangan kiri diam ketika menampar. Jadi tangan kanan yang dipake untuk menampar. Jika pipi kanan yang ditampar menggunakan tangan kanan,berarti yang digunakan menampar adalah punggung tangan kanan. Jika menampar pake punggung tangan artinya yang menampar mempunyai level yang lebih tinggi daripada yang ditampar. Oleh sebab itu, Tuhan menyuruh memberikan pipi kiri. Untuk menampar pipir kiri, digunakan telapak tangan. Jika telapak yang digunakan untuk menampar berarti kedua orang tersebut berada di level yang sama. Tuhan menyuruh kita menaikkan level kita.

Begitu juga masalah jubah. Zaman dahulu, jika ada orang yang berpakaian melihat orang telanjang, yang malu adalah orang yang berpakaian. Jadi kalau ada yang minta baju kita, beri saja jubah biar bugil jadi orang itu malu.

Mengenai berjalan satu mil, pada zaman itu, seorang perwira Romawi hanya boleh menyuruh bawahannyaberjalan satu mil, jika lebih maka dianggap abuse dan perwira tersebut dimarahi oleh atasannya. Dengan secara tidak langsun, kita dilarang untuk passice acceptance. Ya sudahlah, jadi minoritas gini, kita terima aja,diam saja, pasif saja, nrimo aja deh mau ditekan, mau disiksa. Kita harus menjadi Non Violance Persistent. Berjuang tetapi tanpa kekerasan seperti menyebarkan berita mengenai toleransi, mengenai Bhinneka Tunggal Ika.

Source image :

https://ibccogca.wordpress.com

https://dodytambun.wordpress.com

 

About joice

I am girl, sweet, attractive, charming
This entry was posted in Divinity. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s