Ketekunan

By : Andre Imam

Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu. (Ibrani 10:36)

Ada 2 jenis janji yang Tuhan berikan. Pertama, janji corporate (janji yang berlaku ke semua orang) adalah yang setia dan tekun pada imannya pasti mendapat kehidupan kekal. Kedua, janji personal di mana tiap orang mendapatkan janji yang berbeda. Ayat di atas menjelaskan bahwa kita peroleh apa yang dijanjikan jika kita melakukan kehendak Allah dengan ketekunan.

Bagaimana ketekunan terjadi?

1. Daya Tahan

climbingKetekunan dalam bahasa Yunani adalah hupomone yang artinya adalah daya tahan. Ketekunan berhubungan dengan daya tahan. Jika tidak ada daya tahan, apapun yang dikerjakan tidak akan maksimal.

Menurut Albert Einstein, orang yang kuat bukan berbicara mengenai berapa berat beban yang diangkat tetapi seberapa lama anda kuat mengangkatnya.

Kerja memang beban tetapi seberapa lama kita mengerjakannya. Sayangnya hal-hal yang buruk yang orang-orang tahan lama seperti sakit hati, dll tetapi untuk janji Tuhan, jarang orang tahan lama mengangkatnya.

Salah satu contoh di Alkitab adalah Yusuf (Kejadian 37:25-27). Yusuf adalah orang kaya, sangat disayang, pokoknya hidupnya sempurna. Namun, tiba-tiba Yusuf direndahkan menjadi budak, ini lebih menyakitkan buat orang kaya. Dia juga kehilangan kasih dari keluarganya, ayahnya juga tidak terlihat dan kehilangan pengharapan. Namun yang dia pegang adalah mimpi yang Tuhan berikan. Namun, semua itu habis ketika dia menjadi narapidana. Jika menjadi budak, anda bisa membeli diri anda sendiri. Akan tetapi jika menjadi narapidana terlebih tanpa pengadilan, maka tidak ada kepastian kapan bebas. Namun dia bertahan dengan Tuhan. Diperkirakan sekitar 13-17 tahun dia mengalami masa sulit dan tidak pernah tahu kapan Tuhan tolong. Ingat, hidup itu bukan sprint tetapi maraton.

2 hal yang tidak pernah kita tahu yaitu kapan kita meninggal dan cara kita meninggal. Oleh sebab itu, hidup sebaik-baiknya seolah-olah besok kita meninggal.

Dalam hidup ini, ada situasi-situasi yang tidak terprediksi dan tidak terkontrol seperti hidup, keluarga, sahabat dan pasangan.

Seandainya Yesus tidak tekun dalam panggilanNya, keselamatan tidak akan sampai ke depositphotos_18674401_m-2015kita. Walaupun Dia tahu cara Dia meninggal nantinya, tetapi Dia tetap bertekun dalam panggilanNya karena Dia memiliki daya tahan. Dr. Harry pernah melakukan penelitian yaitu, ketika Kamis malam ketika Yesus disiksa dan dipakaikan mahkota duri, seharusnya darahnya habis dan Dia mati di Jumat pagi. Herannya, Yesus bisa bertahan hingga disalib karena memang jalan matinya adalah disalib. Bahkan ketika disalib, Dia diolok-olok tetapi Yesus memiliki daya tahan sehingga dapat menahan diri untuk memakai kekuasaanNya. Bersyukurlah karena Dia bertahan.

Tetaplah bertahan , bertekun hingga Tuhan datang.

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. (Roma 8:28)

Ketika masalah datang, kita tidak mengerti kenapa kita mengalami masalah ini. Ketika pertolongan itu datang, akhirnya kita bisa mengerti dan berkata bahsa kita tahu sekarang bahwa Allah turut bekerja.

Warren Wiersbe berkata, mereka yang berjalan dengan iman tidak melihat rintangan tetapi kesempatan.

2. Konsistensi

Agar ketekunan terjadi, harus ada konsistensi (ketetapan, akan terus melakukan). 1.25.aa_.consistencySamuel Johnson pernah berkata, karya besar dilakukan bukan dengan kekuatan tetapi dengan ketekunan. Hal yang hebat terjadi bertahun-tahun karena ketekunan.

Hal yang hebat terjadi bertahun-tahun karena ketekunan. Menurut penelitian modern, kalau mau jadi pemusik hebat menjadi komposer hebat di dunia, butuh 10.000 jam latihan. Jika latihan 8.000 jam akan menjadi pemusik hebat se nasional. Jika latihan 6.000 jam akan menjadi guru musik. Jadi, semakin lama konsistensi hasilnya maka akan semakin bagus. Berketetapan mau jadi hebat bersama Tuhan. Berketetapan menjadi yang terbaik.

Konsistensi dalam bahasa olahraga adalah disiplin. Discipline is doing what you know needs to be done, even though you dont want to. Jim Rohn berkata disiplin adalah jembatan antara tujuan dan pencapaian. Theodore Roosevelt berkata dengan disiplin segala sesuatu terjadi.

Salah satu orang yang berketetapan adalah Daniel (Daniel 6:17). Daniel tetap bertekun dengan Allahnya dan Allahnya juga yang membelanya.

Konsistensi diuji dengan waktu, kesulitan dan perubahan. Tanpa ketekunan, tidak menghasilkan perkara besar, kemampuan tidak maksimal, hasil tidak mencapai maksimal dan tidak dapat mengubah yang biasa menjadi luar biasa.

Image Source :

http://www.nation.co.ke

http://churchleaders.com

http://www.adamhamilton.org

 

Advertisements

About joice

I am girl, sweet, attractive, charming
This entry was posted in Divinity. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s