Benar Tetapi Sia-Sia

By Pdt Himawan H

Efesus  5: 15 – 17

5:15 Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, 5:16 dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.  5:17 Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak   Tuhan.

Sudah banyak Hamba Tuhan menyuarakan bahwa kedatangan Yesus sudah semakin dekat. Oleh sebab itu, ini adalah waktunya kita untuk merefleksikan diri kita. Dalam bahasa aslinya yaitu blepo artinya penuh waspada, hati-hati dan penuh pertimbangan. Kenapa? Karena hari-hari ini adalah hari jahat di mana perbedaan antara yang baik dan yang jahat semakin tipis. Keputusanmu masa kini mempengaruhi masa depanmu.

Hari-Hari ini adalah hari di mana Tuhan menyingkapkan hal-hal yang tidak benar.  Oleh sebab itu jangan hidup dengan cara yang sama tetapi berharap berkat yang lebih besar. Mau terima berkat/mujizat tetapi tidak mau bayar harga.

Kedatangan Yesus semakin dekat. KedatanganNya seperti pernikahan dimana yang menikah adalah orang dewasa bukan anak-anak. Kalau yang mau terima baik-baik dan tidak susah adalah anak-anak. Sudah tidak ada waktunya untuk main-main dengan dosa. Oleh sebab itu, perhatikan hidupmu dengan seksama dan jangan disia-siakan.

Hal-hal yang benar tetapi sia-sia adalah :

1. Pekerjaan/Bisnis/Usaha

Benar tetapi kalau membuat jauh dari Tuhan dan jatuh dalam berbagai masalah menjadi sia-sia. Yang kita pertanggung jawabkan kepada Tuhan bukan bisnis kita tetapi apakah hidup kita berbuah atau tidak, apakah bisnis kita berguna buat orang lain atau tidak.

Pengkhotbah 5 : 9 – 10

Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Inipun sia-sia.  Dengan bertambahnya harta, bertambah pula orang-orang yang menghabiskannya. Dan apakah keuntungan pemiliknya selain dari pada melihatnya? 

Uang tidak dapat memuaskan hati kita

I Timotius 6 :10

Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka. 

Bukan tidak boleh kaya, tetapi kalau berbisnis hanya untuk kekayaan kita saja, lupakanlah. Berpikirlah berbisnis untuk memberkati orang lain.

2. Pelayanan / Ibadah Agamawi

Markus 7 : 7-8

Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia. Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia

Ibadah yang sejati adalah keseharian hidup kita. Namun seringnya badan di Gereja tetapi pikiran ke mana-mana. Ada yang melayani sebagai suatu kewajiban, karena terpaksa. Ada juga yang melayani supaya dianggap rohani.

Ibadah kita akan percuma dan sia-sia jika di dalam Gereja kita menyembah dan beribadah namun keluar dari Gereja tidak melakukan Firman Tuhan.

Ibadah & melayani tidak salah tetapi jadi salah kalau kita pakai hati yang salah.

Kalau ibadah hanya ritual, lebih baik kita mengubah dahulu pola pikir kemudian ibadah yang benar. Kalau berpikir dengan melayani membuat berkat makin melimpah, lebih baik berhenti.

Roma 12:1

Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan   yang hidup  , yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. 

Persembahkan hidup kita sebagai ibadah sejati. Dalam Bahasa Inggris adalah daily life. Jadi ibadah yang sesungguhnya adalah apa yang kita katakan, pikirkan dan lakukan.

3. Doa & Puasa

Tuhan melihat hati dan motivasi si pendoa.

Yakobus 4 :3

Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.

Seringkali kita berdoa hanya untuk hawa nafsu kita. Tuhan hanya mengabulkan permintaan kita yang sesuai dengan kehendakNya.

I Yohanes 5 : 14

Dan inilah keberanian percaya   kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita,   jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya 

Ketika Kaleb meminta hebron kepada Yosua, bukan untuk gagah-gagahan tetapi menagih janji Tuhan ke Musa. Kaleb kemudian maju dan akhirnya menang. Kaleb menang karena inline dengan rencana Tuhan.

Seringkali kita sudah puasa tetapi tidak sesuai dengan rencana & waktu Tuhan, maka pasti tidak akan diberikan. Kita tidak bisa memaksa Tuhan dengan doa dan puasa. Justru puasa itu untuk menggerus kedagingan kita agar kita semakin dipakai Roh Kudus.

4. Memberi

Memberi menjadi salah jika kita menganggap memberi adalah cara paling cepat mendapatkan berkat. Kadang kita memberi persembahan dengan nominal yang besar dengan motivasi agar dapat berkat. Kalau motivasi memberi adalah untuk menyuap Tuhan, maka lupakanlah.

Mazmur mengajar kita untuk beroleh hidup bijaksana.  Hidup kita cuma sekali oleh sebab itu pastikan hidup kita berdampak. Seperti Yesus hanya hidup 33,5 tahun tetapi berdampak bahkan sampai sekarang kita rasakan.

Bagaimana cara agar tidak sia-sia?

1. Melekat Kepada Tuhan

Mazmur 119: 97 – 100

Betapa kucintai Taurat-Mu!  Aku merenungkannya  sepanjang hari.  Perintah-Mu membuat aku lebih bijaksana  dari pada musuh-musuhku, sebab selama-lamanya itu ada padaku. Aku lebih berakal budi dari pada semua pengajarku, sebab peringatan-peringatan-Mu  kurenungkan. Aku lebih mengerti dari pada orang-orang tua, sebab aku memegang titah-titah-Mu. 

Firman Tuhan menjadi guideline dalam hidup kita sehingga kita tidak salah pilih. Firman Tuhan juga yang menuntun kita untuk memilih sikap hati dan motivasi yang sesuai agar apa yang kita pilih tidak sia-sia.

2. Hidup Dipimpin Roh Kudus

Penting untuk memberikan hidup kita dipimpin Roh Kudus. Kalau dipimpin Roh Kudus terlihat impactnya. Bagaimana cara kita mengecek apakah hidup kita dipimpin Roh Kudus?

Galatia 5: 22-23

Tetapi buah   Roh   ialah: kasih,   sukacita, damai sejahtera,   kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,  kelemahlembutan, penguasaan diri.

Kalahkan dagingmu dan ijinkanlah Roh Kudus memimpin hidupmu.

3. Selalu Mau Belajar

Amsal 19:20

Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan,   supaya engkau menjadi bijak   di masa depan.

Saat berhenti belajar, maka kita berhenti bertumbuh. Jika berhenti bertumbuh maka tidak dapat berbuah.

Kalau mau bertumbuh, harus tertanam. Belajarlah dari keberhasilan orang lain. Di Alkitab ada banyak cerita tentang keberhasilan orang lain dan juga kegagalan orang lain. Biarlah kita belajar dari pengalaman orang lain.

Salomo ketika membangun bait suci menyertakan orang kafir. Pintar sih, bagus sih tetapi tidak takut akan Tuhan. Berbeda dengan Musa yang menyertakan orang yang takut akan Tuhan ketika membangun kemah suci. Kelihatan hasilnya berbeda.

4. Selalu Mawas Diri

Amsal 3:7

Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri   bijak, takutlah akan TUHAN   dan jauhilah kejahatan.

Jadilah bijak, mau diajar dan penuh pertimbangan.

Advertisements

About joice

I am girl, sweet, attractive, charming
This entry was posted in Divinity. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s